
Kring.... Kring.... Kring....
Bel istirahat akhirnya berbunyi dan dan semua murid yang ada di kelas 11 MIPA 3 pun berlomba-lomba keluar dari kelas menuju kantin untuk mengisi perut mereka. Begitu pun dengan Gita, Laura dan juga Bella yang saat ini sedang pergi menuju kantin, namun sedari tadi Bella enggan berdekatan dengan Gita dan juga Laura. Entah lah mungkin Bella masih merqsa marah dan kesal dengan mereka berdua
Ketiganya akhirnya sampai di kantin, dan memilih tempat duduk paling pojok yang akan mereka tempati. Gita pergi ke struk makanan yang akan ketiganya pilih
Di meja tinggal ada Laura dan juga Bella. Namun seperti tadi Bella hanya acuh tak acuh dengan kehadiran Laura yang berada didepannya, ia hanya asik memainkan ponselnya
"Ekhem!!" dehem Laura namun tak digubris oleh Bella
"Ck bisa gak sih El kalo lagi ada orang itu jangan main HP mulu gak sopan tau gak" ujar Laura yang sudah geram dengan kelakuan dari Bella
Lagi dan lagi Bella tetap dengan pendiriannya yaitu tak menghiraukan perkataan Laura
Laura yang kesal pun merebut ponsel Bella yang mana langsung membuat Bella menatap dirinya dengan tajam
"Apan sih lo. Balikin gak" ucap Bella seraya akan merebut kembali ponselnya, namun Laura malah membawanya ke saku roknya
"Gak!!" balas Laura dengan santai
"Sialan!! Siniin HP gue Laura" ujarnya yang sudah geram
"Aku udah bilang gak ya gak"
"Ck... Lo-
"Weh ada apa nih kok suasananya jadi tegang kek gini sih" ucapan Tiba-Tiba dari Gita yang datang dengan membawa makanan pun membuat Bella menghentikan ucapannya yang akan ia lontarkan kepada Laura
"Ck.. Ganggu aja" ujar Bella ketus
__ADS_1
"Gak ada Apa-apa kok Git" balas Laura yang membantu Gita meletakan makanannya
Bella menerima makanan yang diberikan oleh Laura dengan wajah yang masih sama yaitu cemberut
Gita yang melihat Bella cemberut pun mengrutkan keningnya ada apa dengan mereka berdua? Itu yang sedari tadi ada difikirannya
"Si Bella kenapa anjir kok cemberut gitu" ucap Gita pada Laura
"Gak tau tuh" balas Laura yang melanjutkan memasukan bakso kedalam mulutnya
"Hmmm!! Bel. Lo mau tau kan kenapa gue tadi pagi bisa bareng sama Laura" ucap Gita Tiba-Tiba yang membuat Bella menghentikan makanannya
"Hm!!" balas Bella singkat
"Jadi gini Bel!! Kemaren gue habis dari Supermaket terus pas gue pulang ada yang kasih gue paket. Padahal gue gak pesen paket apa pun. Singkat cerita gue ambil paket itu dan gue buka kan, tapi ternyata dalamnya itu kepala kelinci dan juga ada surat ancaman. Jadi gue minta tolong Laura buat nemenin gue semalam karna gue masih rada takut Bel. Itu sebabnya tadi pagi gue bisa bareng sama Laura" ujar Gita menjelaskan
Bella pun menatap Gita tak percaya. Apakah tadi Gita menjelaskan jika dirinya diteror? Bagaimana bisa Gita diteror
"Gue gak bercanda Bel" balas Gita
"Iya Ella. Itu sebabnya pas kamu telfon aku, gak aku angkat karna aku lagi nenangin Gita" kini giliran Laura yang berbicara
"Kenapa lo gak cerita juga kegue Gita!!" ucap Bella yang sekarang merasa jika dirinya terlalu egois karna tidak mendengarkan penjelasan dari Gita dan juga Laura
"Gak sempet" ujar Gita cengengesan
Bella memutar bola matanya malas mendengar jawaban dari Gita
"Lain kali lo juga cerita sama gue Git" ucap Bella yang kini sudah merubah nada bicaranya
__ADS_1
Gita hanya menganggukkan kepalanya sebagai jawaban. Ketiganya pun melanjutkan makannya
Saat akan akan memakan kembali makanannya Gita Tiba-Tiba merasa mual, entah kenapa dirinya merasa ingin memuntahkan sesuatu hingga netranya tak sengaja melihat sosok yang beberapa hari lalu ia temui. Yaitu sosok yang menjilati makanan dan juga menjatuhkan air liurnya dimakanan maupun di atas kepala seseorang
Gita yang sudah tak tahan pun akhirnya memilih pergi dari kantin menuju kamar mandi untuk memuntahkan isi perut yang sedari tadi ia tahan, bahkan Gita menghiraukan pangilan dari Teman-Temannya
Saat sudah sampai di depan pintu kamar mandi, Gita langsung masuk dan seketika memuntahkan isi perutnya
Setelah Gita sudah memuntahkan isi perutnya. Gita membersihkan mulutnya dengan air yang mengalir dari wastafel, Gita pun melihat dirinya dipantulan cermin sembari bertanya pada dirinya sendiri
"Kenapa hidup gue jadi gak tenang kaya gini setelah gue pindah ke sini?" ucapnya pelan pada dirinya sendiri
"Dari awal emang hidup lo udah gak tenang. Lo nya aja yang gak tau" ucapan Tiba-Tiba seseorang dari arah belakang membuat Gita langsung membalikkan badannya
Saat Gita membalikkan tubuhnya ternyata orang itu adalah orang yang selalu mengganggunya
"Lo lagi lo lagi. Bisa gak sih lo gak usah ganggu gue mulu" ujar Gita ketus
"Yang gue omongin kan emang bener. Sebelum lo pindah ke sini, lo udah ngalamin yang namanya hal aneh kaya gini. Cuma lo nya aja yang bego jadi lo gak nyadar" balas Olivia
Gita yang merasa diejek pun sontak geram dengan tingkah dari Olivia yang menurutnya menyebalkan dan sok tau
"Maksud lo apa ngomong kaya gitu ke gue hah!!" ucap Gita yang sudah berdiri dihadapan Olivia
"Lo budeg? Kan tadi gue udah ngomong kalo lo itu bego jadi lo gak nyadar dengan apa yang lo alamin itu" balas Olivia dengan menyilangkan tangannya didada
"Sialan lo!!" ujarnya seraya menendang tulang kering Olivia dan pergi meninggalkan Olivia yang merintih kesakitan
Olivia menatap punggung Gita yang sudah menjauh dari hadapannya seraya berkata kecil "Ck nyebelin banget tuh bocah!! Kalo bukan karna Kak Megan gue ogah bantuin tuh bocah sialan" ucapnya seraya pergi juga dari kamar mandi
__ADS_1
"Hahahahah Olivia, Olivia lo gak akan pernah bisa menang lawan gue" ucap seseorang yang Tiba-Tiba keluar dari bilik kamar mandi seraya bersmrik