
"Gue kayanya tau di mana Gita sama Bella." Ucap Laura yang membuat ketiganya menoleh ke arah Laura.
"Lo tau di mana Gita sama Bella?" Tanya Zergan yang diangguki Laura.
"Hmm gue kayanya tau di mana Bella sekarang. Gue gak sengaja pernah dengar kalo Bella nyebut kata Bandung. Siapa tau aja mereka ada di sana kan." Balas Laura membuat Zergan melototkan matanya.
"Jadi sekarang mereka ada di Bandung?" Tanya Zergan membuat Laura mengangguk sekali lagi.
"Itu belum pasti, gue cuma nebak." Balas Laura.
"Gak gue yakin kalo sekarang mereka ada di Bandung." Ucap Zergan dengan yakin.
"Kita ke sana sekarang." Ujar Zergan yang akan meninggalkan tempat itu.
Namun sebelum Zergan melangkah, tangannya sudah lebih dulu ditahan oleh Megan.
"Kamu gak liat ini udah jam berapa?" Tanya Megan yang masih menahan tangan sang Adik.
Zergan melihat arlojinya dan seketika dirinya mendesah pasrah. Arloji itu menunjukan pukul 00:40 yang berarti sebentar lagi akan menunjukkan pukul 1 dini hari.
"Kita tunggu besok buat ke Bandung. Sekarang lebih baik kita istirahat dulu aja." Usul Megan yang diangguki Olivia.
"Gue setuju sama Kak Megan. Mending sekarang kita istirahat dulu baru besok kita cari Gita Ke Bandung." Ucap Olivia.
Sejujurnya Olivia sudah merasa lelah dan juga mengantuk. Dirinya juga sudah sangat ingin tidur sekarang.
"Tapi kalo kita tunggu besok yang ada Gita bakalan kenapa-kenapa. Jadi mending sekarang aja kita ke Bandung." Ucap Zergan yang langsung mendapati tatapan tajam dari Megan.
"Denger Zergan! Kita semua sudah lelah dan cape, kalo kita ke Bandung sekarang yang ada nanti kita kecelakaan jadi mending kita sekarang istirahat dulu. Setelah merasa sudah lebih baik, baru kita susul Gita dan selamatin Gita." Ucap Megan kepada Zergan yang masih kekeh dengan pendirian Zergan.
Zergan mengeraskan rahangnya dengan kerasa saat mendengar ucapan dari sang Kakak. Namun Zergan apa boleh buat dirinya pasti akan kalah jika berurusan dengan Megan.
Tak ingin semakin berdebat dengan sang Kakak, Zergan akhirnya memilih untuk menuruti apa yang sang Kakak ucapkan.
"Fine kita istirahat dulu. Setelah kita istirahat baru besok kita ke Bandung." Ucap Zergan dan segera meninggalkan tempat ini.
Zergan pergi keluar karna tidak mungkin Zergan akan tidur dengan mereka bertiga di tempat itu. Dirinya laki-laki dan yang lain perempuan, mana mungkin dirinya akan ikut bersama para perempuan.
__ADS_1
Setelah kepergian Zergan. Olivia menatap ke arah Laura, membuat Laura mengerutkan keningnya tak paham.
"Ngapain lo liatin gue mulu?" Tanya Laura saat melihat jika Olivia menatap dirinya.
"Gue cuma mau ngingetin buat gak ngasih tau Bella kalo kita mau ke sana." Balas Olivia membuat Laura menghembuskan nafasnya pelan.
"Gue gak mungkin ngasih tau Bella kalo kita bakalan ke sana." Ujar Laura membuat Olivia tersenyum.
"Bagus. Awas kalo beneran ngasih tau tuh curut." Ucap Olivia
Laura memberikan tatapan tajamnya kepada Olivia. Enak sekali Olivia menyebut Adiknya curut.
"Kenapa lo liatin gue kaya gitu?" Tanya Olivia saat melihat tatapan tajam dari Laura.
"Maksud lo apa nyebut Adik gue curut hah!!" Tanya Laura
"Lah emang curut ya anjing. Ngapain lo marah!" Ucap Olivia kepada Laura.
Megan yang sepertinya akan melihat pertengahan antara Laura dan Olivia pun segera mencoba menengahkan pertengkaran keduanya.
"Udah jangan pada berantem. Mending sekarang kita tidur." Ucap Megan agar tidak terjadi pertengkaran.
"Udah jangan berantem kita tidur sekarang. Laura kita semua akan tidur di sini malam ini, biar nanti besok kita bisa ke Bandung bareng-bareng." Ucap Megan dan diangguki oleh Laura.
"Gue punya kamar kosong. Lo berdua tidur di sana aja." Ucap Laura dan diangguki Megan.
Megan dan Olivia keluar dari tempat itu dan berjalan menuju kamar yang disebutkan oleh Laura.
Megan dan Olivia memasuki kamar yang dimaksud Laura, saat keduanya sudah sampai di kamar tersebut.
...****************...
"Jadi Keponakan anda hilang sudah dari sore?" Tanya Polisi kepada Rian.
Rian menganggukkan kepalanya "Benar Pak, Keponakan saya sudah hilang dari tadi sore dan sekarang belum juga kembali." Ucap Rian membalas perkataan dari Polisi tersebut.
Yah melihat ada Kantor Polisi saat Rian sedang memarkirkan mobilnya, Rian bergegas pergi ke Kantor Polisi itu dan melaporkan hilangnya Gita.
__ADS_1
"Apakah anda yakin jika sekarang Keponakan anda belum juga kembali? Siapa tau jika Keponakan anda sudah pulang. Karna anda tidak ada di rumah." Ucap Polisi itu.
"Pak dari tadi juga telfon Keponakan saya gak aktif. Saya sudah beberapa kali telfon tapi tetap saja tidak bisa." Ucap Rian yang merasa sudah jengah melihat Polisi ini.
"Bisa saja karna ponselnya kehabisan baterai." Pak Polisi itu berkata dengan meminum kopi yang ada di atas meja miliknya.
Rian mengeraskan rahangnya, ia juga harus menahan emosinya. Rian tidak ingin dirinya terbawa emosi karena perkataan serta jawaban dari Polisi tersebut.
"Pak kalo Bapak masih tidak percaya dengan saya, saya akan telfon Istri saya dan menanyakan apakah Keponakan saya sudah pulang atau belum." Ucap Rian membuat Polisi itu menatap Rian. "Dan jika ternyata Keponakan saya belum juga pulang. Maka Bapak harus membantu saya untuk mencarinya. Bagaimana?" Tanya Rian yang diangguki oleh Polisi itu
Rian mengambil ponselnya dan mencari kontak Mina. Saat sudah menemukan kontak yang ia cari, Rian langsung menelfon Mina dan menanyakan apakah Mina sudah pulang atau belum sama sekali.
"Halo Mina." Ucap Rian saat Mina telah mengangkat telfon darinya.
"Iya kenapa?" Tanya Mina diseberang sana.
"Mina aku mau tanya sama kamu." Ujar Rian
"Yaudah tanya aja." Balas Mina
"Mina apa Gita sudah pulang? Aku lagi di Kantor Polisi dan Polisi itu mengira jika Gita sudah pulang ke rumah." Tanya Rian
Rian yang mengerti jika Mina akan membalas Ucapannya pun langsung menekan tombol lost speaker agar Polisi itu dapat mendengar jawaban dari Mina.
"Gita belum pulang Mas. Aku khawatir sama Gita, gimana keadaan-nya, apa Gita udah makan, atau dia kedinginan karna ini sudah jam dini hari." Balas Mina dari seberang sana.
Rian mendapat jawaban dari sang istri langsung menoleh ke arah Polisi itu yang masih saja sama seperti tadi.
"Yaudah ya sekarang kamu istirahat dulu ini udah malem banget takut kamu kenapa-kenapa. Aku tutup telfon-nya dulu ya." Ucap Rian dan langsung mematikan ponselnya.
Rian memasukan kembali ponselnya kedalam saku celana miliknya dan menatap kembali Polisi itu sebentar sebelum dirinya akn berucap.
"Sekarang gimana udah jelaskan jika Keponakan saya belum juga balik? Jadi tolong bantu saya buat nemuin keponakan saya." Ujar Rian dengan memelas.
Polisi itu beranjak dari duduknya dan berdiri. "Baik kami akan membantu anda untuk mencari keberadaan Keponakan anda." Balas Polisi itu membuat Rian tersenyum senang
"Terima kasih Pak." Ucap Rian berterima kasih kepada Polisi itu.
__ADS_1
Kini sekitar 10 orang Polisi memasuki mobil masing-masing dan menjalankan mobilnya guna mencari Gita. Rian mengikuti mobil Polisi dari belakang.