LANTAI TIGA

LANTAI TIGA
BAB 20


__ADS_3

Gita, Laura dan juga Bella saat ini sudah sampai digerbang Sekolah SMA GARUDA. Mereka yang saat ini masih mencoba mencari cara agar bisa masuk kedalam


"Ini kita gimana masuknya?" tanya Bella


"Mana gue tau!! Gimana kalo kita manjat aja nih pager" balas Gita yang langsung mendapatkan jitakan dikepalanya dari Bella


"Tolol bat sih lo!! Nih gerbang tinggi, kalo ntar kita jatuh gimana?" tanya Bella dengan mata melotot


"Ya habis mau gimana lagi? Gak ada cara lain selain manjat Bella" balas Gita


"Ya cari lah apa kek gitu" ucap Bella


"Udahlah mending kita manjat aja sih. Nanti keburu malem ege" ujar Gita


"Laura dari pada lo diem aja sekarang gue tanya mending kita manjat atau cari cara lain yang pasti bakalan buang-buang waktu" sambungnya


"Manjat!!" ucap Laura singkat


"Noh dengerin Sepupu lo ngomong apa. Manjat" ujar Gita seneng


"Tapi Laura kalo jatuh gimana? Jangan manjat ya please!! Kita cari cara lain aja" ucap Bella dengan pupy eyes nya


"Nanti keburu tambah malem Bella" balas Laura


Bella pun hanya bisa pasrah saat Laura sudah memanggilnya dengan sebutan Bella. Akhirnya mau tidak mau Bella menggaguk setuju sebagai jawaban


Gita yang melihat jika Bella mengangguk setuju pun tersenyum smrik. Sepertinya Bella takut terhadap Laura, jika memang Bella takut! Berarti ia sudah tau kelemahan Bella


"Ok kita manjat sekarang!! Tapi yang mau manjat duluan siapa?" ucap Gita


"Lo lah!! Lo yang ngajak manjat" balas Bella


Gita yang mendengar itu pun memutar bola matanya malas "Iya iya gue duluan" ucap Gita


Gita pun memanjat gerbang itu yang lumayan tinggi. Setelah hampir sampai dibawah, Gita loncat dan mendarat dengan Selamat


Kini giliran Laura yang memanjat. Sama seperti Gita saat memanjat tadi, Laura pun loncat saat hampir sampai


Bella juga kini mulai memanjat, namun ia masih takut jika dirinya jatuh jadi sebisa mungkin dirinya berpegangan dengan kuat. Hingga saat hampir sampai, Bella mencoba melompat sama seperti yang dilakukan oleh Laura dan Gita. Tapi sayangnya tubuhnya jatuh di atas Gita


"Aaaaa" teriak Bella sebelum dirinya benar benar jatuh di atas tubuh Gita


"Arghh!!" ringgis Gita yang merasakan tubuhnya sakit


"Awas bego!! Tubuh lo berat banget sih!! Kebanyakan dosa ya lo?" ujarnya seraya mendorong tubuh Bella agar tidak menimpanya


"Sembarangan banget sih lo kalo ngomong!! Kaya sendirinya gak banyak dosa aja" balas Bella yang mencoba berdiri


"Udah-udah!! Ini ngapa jadi ngomongin dosa sih? Lo berdua itu sama-sama banyak dosa jadi mending gak usah diomongi" lerai Laura


"Sialan lo!!" ujar Gita yang masih merasakan sakit di punggungnya


"Udah ih jangan berisik, nanti ganggu Pak Yono yang lagi tidur tuh di Posnya" ucap Bella yang kini memelankan suaranya sambil menunjuk Pos yang di tempati oleh Pak Yono itu


Gita dan Laura pun memilih ikut melihat arah tunjuk Bella. Dan bener saja jika di sana terdapat Pos penjaga


"Yaudah kalo gitu kita mending buru-buru masuk deh sebelum Pak Yono bangun" ucap Gita yang berjalan lebih dulu


"Ntar dulu ege!! Pasti ruangannya itu dikunci dan kuncinya pasti ada sama Pak Yono" balas Bella


Gita pun memberhentikan langkahnya. Bener juga apa yang dikatakan oleh Bella, pasti semua ruangan dikunci dan kuncinya pasti terletak diPak Yono


"Bener juga ya! Tumben otak lo bener" ucap Gita yang membuat Bella seketika ingin menerkam Gita sekarang juga


"Kampret emang lo! Lo pikir selama ini otak gue gak digununain dengan bener?" ujar Bella


"Nih ngapa jadi ribut lagi sih elah" ucap Laura yang membuat Gita dan juga Bella memberikan cengirannya


"Heheheh pis" ucap keduanya


Akhirnya Laura, Gita dan juga Bella berjalan mengendap endap seperti maling agar tidak ketahuan oleh Pak Yono


Saat sudah sampai di Pos tersebut lagi dan lagi Gita, Bella bertengkar kecil hanya untuk mengambil kunci yang ada di meja itu

__ADS_1


"Jangan gue lah! Lo aja sana yang ambil" ucap Bella sambil berbisik


"Gak!! Lo aja sana yang ambil jangan gue" balas Gita tak kalah berbisik


"Udah dari pada ribut terus mending lo berdua suit deh. Nah yang kalah yang ngambil kuncinya di meja Pak Yono gimana?" usul Laura yang diangguki keduanya


Kini Gita dan Laura pun melakukan suit yang mana jika kalah harus mengambil kunci itu. Dan sepertiny nasib sial menimpa Bella, jadi Bella lah yang mengambil kunci itu


"Yes!! Mampus lo" girang Gita


Bella pun berdecak kesal dan akhirnya melangkah untuk mengambil kunci itu dengan cara yang sama seperti mereka tadi lakukan. Yaitu mengendap-endap


Akhirnya Bella berhasil mengambil kunci dan berbalik dengan senang. Tapi saat akan berjalan pergi, Bella tidak sengaja menginjak botol plastik yang mana membuat suara berisik


Gita dan Laura yang melihat itu memilih bersembunyi, begitu pun dengan Bella yang menunduk agar tidak ketahuan oleh Pak Yono


"Siapa itu" gumam Pak Yono dengan mata yang masih terpejam


"Meong... Meong.... Meong...." ucap Bella menirukan suara Kucing


"Oh Kucing toh Kirain siapa. Mending lanjut tidur wae lah" ucap Pak Yono yang kini kembali tertidur nyenyak


Bella pun akhirnya bisa bernafas lega saat melihat Pak Yono yang kembali tidur. Bella bisa melihat jika Gita dan Laura menyuruhnya untuk cepat-cepat kembali sebelum Pak Yono benar-benar bangun kali ini


Bella pun mengangguk dan berjalan pelan meninggalkan Pos itu dengan Selamat. Semuanya bernafas lega saat Bella sudah kembali dengan Selamat


"Lo ceroboh banget sumpah!! Untung aja gak ketahuan" ujar Gita


"Alah berisik lo" balas Bella


"Ributnya ntar aja dulu. Mending sekarang kita buruan masuk" ucap Laura


"Iya ayok" balas Gita dan Bella


Akhirnya mereka berjalan masuk kedalam lorong Sekolah yang cukup gelap dan mencekap itu. Tapi untungnya Laura sempat membawa senter untuk menuntun jalan mereka agar bisa ketempat tujuan


"Anjir gelap banget!! Ada yang bawa senter gak?" tanya Gita pada kedua temannya


"Ada nih" balas Luara yang mengeluarkan senter dari dalam tasnya dan ia berikan kepada Gita juga Bella


Dilantai ini terdapat tiga ruangan yang semuanya kotor dan tidak terawat. Namun pandangan Gita tertuju disalah satu ruangan dengan pintu berwarna hijau yang kini sudah berdebu


"Gimana kalo kita masuk dulu diruangan itu" tunjuk Gita pada ruangan dengan pintu berwarna hijau itu


Bella yang entah mengapa merasa jika didalam situ akan sangat menakutkan dan juga menyeramkan


"Boleh!!" balas Laura


Bella pun menatap sang Sepupu yang hanya dibalas dengan alis yang terangkat, Bella pun menggelengkan kepalanya


Mereka bertiga pun kini berjalan mendekati ruangan dengan warna hijau itu. Saat sudah sampai, Gita mencoba membuka pintu dengan kunci yang ia pegang, namun kunci pertama tidak berhasil, begitu pun dengan kunci kedua dan ketiga. Hingga kunci keempat Gita berhasil membuka pintu itu


Mereka memasuki ruangan yang sudah banyak debu dan juga sarang laba-laba di mana-mana. Gita, Laura dan juga Bella berjalan memencar untuk mencari petunjuk lebih lanjut


Saat sedang melihat sekelilingnya yang cukup menakutkan bagi Bella, tanpa sadar dirinya menabrak rak yang juga sudah usang. Bella meneliti lebih lanjut lagi di rak itu, namun Tiba-tiba matanya menatap sebuah buku yang sepertinya buku diary yang sudah usang dan berdebu


Bella mengambil buku diary itu dan membalikkan buku itu untuk melihat lebih jelas lagi


"Nih buku punya siapa dah? Berdebu banget lagi" ucap Bella pelan


Bella pun menoleh kebelakang guna melihat apa yang dilakukan oleh Gita dan juga Laura. Melihat jika keduanya masih mencoba mencari sesuatu pun Bella merinisiatif untuk memanggil keduanya


"Gita, Laura!!" panggil Bella


Gita dan Laura pun menoleh saat Bella memanggil namanya


"Apa?.." tanya Gita


"Sini! Gue nemu petunjuk satu" balas Bella. Gita dan juga Laura pun sontak mendekat untuk melihat apa yang Bella temukan


"Lo nemuin apa?" ucap Gita yang kini sudah berdiri dihadapan Bella


"Gue nemu buku diary dan udah usang gini, mana berdebu lagi" balas Bella

__ADS_1


"Buku diary siapa ya kira-kira?" tanya Gita yang mengambil buku itu dari tangan Bella


Bella memutar bola matanya malas mendengar perkataan Gita "Ya mana gue tau tolol" ucap Bella dengan sedikit menoyor kepada Gita pelan


"Aw sakit bego" ringis Gita


Gita pun memilih membuka buku itu dan melihat apa isi didalamnya. Saat sedang mencoba membaca tulisan itu mata Gita tak sengaja melihat sosok dengan wajah yang berlubang-lubang serta terdapat beberapa ulat yang mengisi lubang tersebut tentu membuat Gita terkejut, belum lagi kali ini sosok itu sangat dekat, yaitu dibelakang Bella


"Aaaaaaa" teriak Gita terkejut dan menutup matanya tak ingin melihat sosok yang menyeramkan itu.


Laura dan juga Bella yang mendengar teriakan Gita pun dibuat terkejut serta bingung dengan apa yang Gita teriakan


"Gita lo kenapa Gita" ucap Laura dengan khawatir


"D-di belakang Bella" ucap Gita


Laura dan Bella pun menoleh kebelakang, dan alangkah terkejutnya mereka berdua saat mendapati sosok yang menyeramkan itu


"Lari!!" ujar Laura dengan menarik tangan Gita dan juga Bella untuk lari keluar. Namun belum sempat mereka keluar Tiba-tiba saja pintu itu terkunci sendiri


Kini mereka terjebak didalam ruangan itu dengan sosok yang kini berjalan mendekat kearah mereka. Gita yang teringat dengan dengan kalung pemberian dari Kakaknya yang dibilang itu bisa mengusir hantu pun langsung mengarahkan kalung itu kepada sosok itu, dan bener saja Tiba-tiba sosok itu perlahan menghilang dari pandangan mereka


Ketiganya bernafas lega melihat sudah tidak ada sosok itu dihadapannya lagi. Mereka pun akhirnya memilih keluar dari ruangan itu dan saat akan turun kelantai bawah, Laura menoleh kearah belakang dan tersenyum dengan senyuman misterius


Saat sudah sampai dibawah, ketiganya berjalan keluar. Namun saat akan membuka gerbang tersebut, Tiba-tiba saja Pak Yono terbangun dan memergoki mereka bertiga


"Kalian sedang ngapain?" tanya Pak Yono yang kini berjalan menghampiri mereka bertiga


Ketiganya dibuat gelagapan dengan kehadiran Pak Yono, mereka seperti maling yang ketahuan habis mencuri


"Lah kok diem aja sih! Jawab atuh kalian habis ngapain di sini malem-malem. Atau jangan-jangan kalian habis nyolong ya?" tuduh Pak Yono


"E-enggak Pak kita gak habis nyolong sumpah" balas mereka bertiga


"Ya kalo gak habis nyolong terus apa dong? Lagian mana ada Orang yang dateng kesekolah malem-malem gini! Apa lagi yang dateng cewek" ucap Pak Yono


"Gini Pak!! Alesan kita ke sini malem-malem itu karna ada yang ketinggalan waktu tadi sore pas mau pulang" jawab Gita berbohong


Pak Yono pun menatap ketiganya curiga "Kalo gitu kenapa gak diambil besok aja. Kenapa harus malem-malem gini" tanya nya lagi


"Pak kalo saya ambilnya besok bisa-bisa nanti saya udah gak ada di sini Pak" balas Gita dengan nada yang dramatis membuat Pak Yono itu mengerutkan keningnya


"Memangnya kenapa?" tanya Pak Yono lagi


"Yang ketinggalan itu tupperware Pak yang ketinggalan. Bapa tau kan tupperawe itu bahkan lebih berharga dari pada Anaknya sendiri" ujar Gita


"I-iya Pak bener tuh, kalo nunggu besok mah kita udah abis sama Mama kita sendiri" ucap Bella yang ikut-ikutan berbohong


"Emang bisa gitu ya?" bingung Pak Yono


"Bisa Pak" balas Gita dan juga Bella


"Yasudah kalo gitu sekarang kalian mending pergi dari sini. Ini udah malem, besok juga kalian sekolah kan" ucap Pak Yono


"Iya Pak!! Kita permisi ya Pak, Selamat malam Pak Yono" ucap ketiganya dan segera pergi dari situ


Pak Yono hanya menggelengkan kepalanya melihat kelakuan dari Gita, Laura dan juga Bella. Pak Yono pun memilih kembali ke Posnya dan melanjutkan tidurnya yang tadi terganggu


Di dalam mobil kini terdapat seseorang yang sedang bernafas lega


"Anjir hampir aja tadi kita ketahuan" ucap Bella


"Iya anjir, untungnya kagak" balas Gita


Di dalam mobil itu kini sedang melaju menuju rumah Gita untuk pulang karna hari juga sudah semakin larut


"Buku itu masih ada di lo kan Git" tanya Laura


"Iya ini masih ada di gue kok" balas Gita


"Bagus. Nanti coba kita cari tau bareng-bareng lagi siapa pemilik buku itu" ucap Laura yang diangguki oleh Gita dan Bella


Mobil Laura berhenti dikediaman rumah Gita. Gita pun turun dari mobil itu dan masuk kedalam rumah, beruntung kedua orang tuanya sudah tertidur jadi ia tidak akan dikasih pertanyaan ke mana dirinya pergi hingga pulang larut malam

__ADS_1


Gita memasuki kamarnya dan langsung merebahkan tubuhnya diatas kasurnya sambari mengambil buku diary itu. Gita membuka buku itu dan membaca beberapa tulisan yang membuatnya bingung. Karna tak ingin terlalu pusing dan juga Gita sudah merasa mengantuk akhirnya Gita menutup buku itu dan ia letakan di meja nakas lalu Gita memejamkan matanya untuk tidur, ia akan mencari tau lagi nanti besok dengan Laura juga Bella


__ADS_2