
Hari minggu pun tiba, hari di mana Gita dan kedua orang tuanya akan pergi ke Bandung untuk menemui Tante Mina.
Saat ini Gita sedang berada didalam mobil bersama Rudi dan Melinda. Tapi sedari tadi Gita hanya diam saja dan tak banyak bicara
"Sayang kok kamu diem aja sih dari tadi?." Tanya Melinda dengan menoleh kebelakang untuk melihat Gita
"Gak papa. Gita cuma pengen diem aja. Kenapa?." Bukannya menjawab pertanyaan dari Melinda, Gita justru balik bertanya kepada Melinda.
"Kamu ini bukannya jawab pertanyaan Mama kamu malah balik nanya!!." Ujar Rudi geram
Gita memutar bola matanya malas mendengar perkataan dari Rudi.
"Emang salah kalo Gita nanya sama Mama? Lagian juga emang Gita lagi gak mood buat banyak ngomong." Ujarnya kepada Rudi
Selama perjalanan menuju Bandung, hanya ada keheningan yang menghiasi mobil mereka. Akhirnya setelah menempuh kurang lebih sekitar 2 Jam lebih 21 Menit, Gita dan yang lainnya sudah sampai di kota Bandung, dan juga dirumah Tante Mina.
Gita beserta Rudi dan Melinda turun dari mobil dan disambut dengan Rian, Suami dari Mina.
"Akhirnya kalian sampai juga." Ujar Rian saat melihat Kakak beserta Istri dan Anaknya turun dari dalam mobil
Rudi yang melihat sang Adik pun langsung menghampiri dan memeluknya. "Maaf kalo lama." Ujar Rudi dengan melepaskan pelukannya dari sang Adik
"Gak papa kok Kak yang penting kalian dateng." Ucap Rian dengan tersenyum
Melinda pun ikut memeluk Rian dan melepaskan pelukannya. Kini giliran Gita yang memeluk Rian. Rian pun membalas pelukan Gita dengan erat
"Gita kangen sama Om Rian." Uajrnya saat sudah melepaskan pelukannya
"Om juga kangen sama kamu. Udah ayo semuanya kita masuk kedalam." Ucap Rian dengan mempersilahkan ketiganya untuk masuk
Rian berjalan didepan dengan Rudi, sedangkan dibelakang terdapat Melinda dan juga Gita. Saat sudah sampai didalam rumah Rian, keempatnya menaiki tanga menuju kamar Rian dan juga Mina berada
Saat membuka pintu kamar itu, dapat Gita lihat jika Tante Mina sedang menyusui Anaknya itu. Gita berjalan menghampiri Mina dan duduk disamping ranjang milik Mina.
Mina tersenyum saat melihat Keponakan kesayangan-nya itu sudah datang
"Nama Anak Tante siapa Tan?" Tanya Gita saat dengan menatap bayi Perempuan itu yang kini sedang menyusu pada Mina
"Namanya Clarisa Ayu Cantika." Balas Mina sambil tersenyum menatap sang Putri
Gita juga ikut tersenyum dan mengelus pipi dari Clarisa itu. "Namanya cantik banget kaya orangnya." Ujarnya yang membuat semua orang didalam kamar itu tersenyum mendengarnya
"Gimana Sekolah kamu?." Tanya Mina kepada Gita
"Baik kok Tan." Balas Gita dengan tangan yang masih sibuk mengelus pipi Clarisa, hingga membuat bayi itu mengerjabkan matanya pelan, terusik akan elusan dari Gita
"Eh Kakak ganggu kamu ya Clarisa?." Tanya Gita saat melihat jika Clarisa terbangun dari tidurnya dan mengangis, membuat Gita terkejut dan merasa bersalah
"Udah gak papa Git. Namanya juga Anak kecil wajar kalo dielus tiba-tiba nangis, kulit bayi kan masih sensitif." Balas Mina kepada Gita
"Tapi tetep aja Gita gak enak Tan." Ujarnya dan langsung mendapati elusan dikepala Gita dari Mina
"Gak papa sayang. Mending sekarang kamu istirahat aja sana di kamar kamu, pasti kamu cape kan? Perjalanan dari Jakarta ke Bandung kan lama." Uajrnya yang diangguki Gita
Gita beranjak dari ranjang dan berjalan keluar dari kamar Tantenya itu. Namun sebelum tangan Gita berhasil mengenai knop pintu, Gita membalikan badannya kearah belakang
"Nanti sore Gita mau jalan-jalan. Bolehkan?" Tanya Gita kepada Melinda yang dibalas dengan anggukan kepala
"Iya boleh sayang." Balas Melinda
__ADS_1
Gita segera berjalan keluar dari kamar itu saat sudah mendapat izin dari Melinda untuk pergi jalan-jalan nanti sore
Gita berjalan keluar menuju kamar miliknya. Yah Gita memiliki kamar sendiri dirumah Mina dan Rian. Mina dan Rian memang memberi Gita kamar sendiri agar saat Anak itu menginap dirumah mereka, Gita bisa langsung pergi kekamar yang sudah ia siapkan
...****************...
"Gimana dia udah sampe di Bandung?." Ujar seseorang lewat telfon
"___"
"Bagus, nanti sepulang dari sini gue bakalan nyusul kalian." Ucapnya dan langsung mematikan ponselnya
"Les't star to the game." Ucapnya dengan senyum miring tercetak dibibirnya
Setelah mengatakan itu, Orang tersebut segera keluar dari dalam kamar mandi menuju keluarganya seperti tidak ada yang terjadi
...****************...
"Katanya gimana?." Tanya orang itu saat melihat temannya sudah mematikan ponselnya
"Katanya nanti sore dia bakalan ke sini." Balas temannya
"So kita bergeraknya nunggu dia dateng?" Tanyanya lagi
"Gak! Kita bakalan gerak sebelum dia dateng ke sini." Balasnya lagi
"Terus kapan kita geraknya?." Tanya lagi yang membuat temannya kesal, karena bertanya terus
"Lo bisa gak sih gak usah nanya mulu?." Uajrnya dengan kesal
"Gue cuma nanya anjing!! Gue kan gak tau kapan kita nyulik tuh orang." Ucapnya dengan kesal
...****************...
Jam sudah menunjukkan pukul 15:30. Sesuai dengan apa yang Gita katakan tadi siang saat dikamar Mina, jika dirinya akan pergi keluar untuk pergi jalan-jalan.
Gita sudah siap dengan pakaian yang ia kenakan. Dirinya sedang melihat dari pantulan kaca. Gita tersenyum saat melihat penampilan-nya yang menurut Gita sangat cantik.
"Perfect." Ujarnya seraya tersenyum menatap pantulan dirinya dicermin.
Gita keluar dari kamar dan menuju kamar Mina yang berada disebelahnya. Gita mengetuk pintu kamar itu 3 kali dan langsung membuka pintu itu saat diperbolehkan masuk oleh orang yang ada didalam.
Tok... Tok... Tok...
Gita mengetuk pintu itu 3 kali dan langsung membuka pintu kamarnya saat sudah diperbolehkan masuk.
Ceklek...
Gita membuka pintu kamar itu dan berjalan menghampiri Mina dan juga Melinda yang berada didalam situ.
Gita duduk disamping ranjang milik Mina. dan mencium pipi Clarisa. Sesudah mencium pipi Clarisa, Gita Manatap Mina yang sedang tersenyum kearah Gita
"Tan aku mau pergi sekarang." Ujarnya meminta izin
"Iya tapi kamu hati-hati ya." Balas Mina dan diangguki Gita
Setelahnya, Gita berjalan keluar dari kamar Mina tanpa mengucapkan sepatah kata pun. Melihat kepergian Gita yang tanpa mengucapkan sepatah kata pun membuat Mina bingung. Karena yang Mina tau, Gita pasti mengucapkan sepatah kata saat akan pergi keluar. Bukannya meminta izin saja
Mina menatap kearah Melinda dengan alis yang terangkat. "Gita kenapa Kak? Gak kaya biasanya." Tanya Mina kepada Melinda
__ADS_1
Melinda menghembuskan nafasnya pelan, dirinya juga tidak tau alasan kenapa Gita bisa menjadi seperti sekarang.
"Kakak juga tau Min. Tiba-tiba aja dia kaya gitu, bahkan kalo Kakak tanya atau Mas Rudi yang nanya dia bakalan jawabnya singkat banget." Balas Melinda yang membuat Mina terheran
"Mungkin Gita lagi ada masalah kali Kak jadi dia kaya gitu. Gita mungkin belum siap buat cerita." Ucap Mina kepada Melinda
"Mungkin aja yang kamu omongin bener ya." Balas Melinda dengan tersenyum
Mina yang melihat itu pun ikut tersenyum. "Udah jangan sedih lagi Kak." Ucapnya menyemangati Melinda
"Iya." Balas Melinda
...****************...
Gita saat ini sedang berjalan-jalan ditaman dekat rumah Mina. Gita duduk disalah satu bangku taman yang kosong dengan es krim ditangannya.
Awalnya Gita memakan es krim itu dengan tenang tanpa ada gangguan. Namun tiba-tiba saja Gita merasa jika dia sedang diawasi oleh seseorang.
Gita melihat sekelilingnya guna mencari siapa yang sedang mengawasi dirinya. Pandangan Gita terkunci pada 2 orang yang memakai baju hitam serta masker yang menutupi wajahnya.
Gita berdiri dari duduknya dan segera berjalan cepat meninggalkan taman itu. Bahkan es krim yang masih banyak pun ia buang begitu saja.
Saat sedang berlari, Gita tak sengaja menginjak tali sepatunya sendiri hingga membuat Gita jatuh tersungkur ditanah.
"Arghh!!." Ringis Gita dan segera bangun dari jatuhnya
Saat Gita sudah bangun dari terjatuhnya, tiba-tiba saja ada seseorang yang membekap Gita dengan kain yang sudah dioles dengan obat bius itu hingga membuat Gita tidak sadarkan diri.
Setelah Gita sudah pingsan. Kedua orang itu langsung mengangkat tubuh Gita dan membawanya kedalam mobil mereka, sebelum ada seseorang yang melihat keduanya.
Saat sudah didalam mobil, salah satu dari mereka langsung mengambil ponsel dan menelfon seseorang.
"Halo!! Gue udah berhasil bawa Gita. Sekarang dia lagi ada dimobil gue." Ucapnya setelah panggilan itu tersambung
"___"
"Gak dia pingsan. Dadi gue bekep dia sama kain yang udah gue campur obat bius, jadi dia sekarang pingsan." Ucapnya
"Ok sekarang gue bakalan bawa dia kesana. Ngomong-ngomong lo udah nyampe ke sini?" Tanyanya kepada orang diseberang sana
"Oh ok. Gue tunggu" Ucapnya lagi dan langsung mematikan ponsel miliknya
"Dia bilang sebentar lagi bakalan nyampe." Ucapnya kepada teman disampingnya
"Oh ok." Balas temannya
"Ck sialan!!" Ujarnya kesal
"Kenapa lo?" Tanya orang yang duduk disamping kemudi
"Gak!!" Balasnya dan segera menambahkan kecepatan mobilnya
"Dihh gila!."
...****************...
"Gue bakalan buat hidup menderita banget Gita. Sampe-sampe lo malah milih mati dari pada hidup!!." Ujarnya dengan senyum miring andalannya
Setelah mengatakan itu, orang tersebut segera menambah kecepatan mobilnya menuju tempat di mana teman-temanya berada. Dan yang pasti juga Gita ada di sana.
__ADS_1