
Pagi telah datang, yang mana hal itu membuat semua orang harus beraktifitas kembali. Mulai dari yang akan berangkat Sekolah, Bekerja, atau bahkan melakukan Pekerjaan rumah yang harus dilakukan oleh Ibu-ibu
Sedangkan dirumah yang terbilang lumayan besar itu, terdapat sesosok orang yang sepertinya sedang menunggu orang lain. Dirinya beberapa kali melihat arlojinya yang sudah menunjukkan pukul 06:36, hingga akhirnya orang yang ditunggu telah datang dengan mobilnya
Gadis itu berjalan menghampiri orang itu dan langsung masuk kedalam mobil. Gadis itu pun memberikan tatapan tajam pada orang yang berada disampingnya
"Lama banget sih lo!" ujar Gadis itu setelah memasuki mobil dan memakai seat belt
Orang yang berada disampingnya hanya memberikan cengiran kuda yang mana hal itu membuat gadis itu semakin kesal
"Ya elah Kat, lo kaya gak ngerti gue aja sih. Lo kan tau gue tiap kali abis sarapan tuh bawaannya pengen berak, jadi ya gue berak dulu lah" balas Megan
Yap kedua orang itu adalah Katrina dan Megan. Sedari tadi Katrina menunggu Megan menjemputnya, tapi Megan selalu saja telat saat menjemput dirinya, karna harus membuang panggilan alam terlebih dahulu
Megan akan selalu sakit perut dan ingin segera BAB jika sesudah sarapan! Itu halnya kenapa ia selalu saja telat saat akan menjemput Katrina
"Ya lo harusnya bangun lebih awal lagi lah kocak gimana sih! Biar gak lama pas mau jemput gue" ujar Katrina
"Iya-iya maaf" ucap Megan berpura-Pura menyesal
Katrina memutar bola matanya malas. Sungguh Katrina merasa jengah dengan jawaban dari Megan, Megan selalu mengucapkan kata maaf, tapi nanti dia pasti akan mengulanginya lagi
"Maaf-maaf mulu lo! Lo kira ini lagi Lebaran? Lagian percuma lo minta maaf, ntar juga lo bakalan kaya gitu lagi" balas Katrina yang mana hal itu membua Megan mengerucutkan bibirnya
"Gak usah dimonyongin tuh bibir! Dikata cakep kali lo kalo kaya gitu?" ujarnya dengan ketus
"Ah elah lo mah Kat gitu amat ama gue!" balas Megan
"Mending sekarang lo jalanin deh nih mobil! Ntar keburu telat woy" ucap Katrina yang langsung diangguki oleh Megan
Megan mengendari mobilnya dengan kecepatan sedang, menuju Sekolahan-nya. Tapi sejujurnya Megan takut jika nanti saat mereka sudah sampai di Sekolahan, akan banyak orang yang mengatai Katrina. Megan sudah sangat yakin akan hal itu
Hingga tak terasa mobil yang dikendarai oleh Megan pun kini sudah sampai diperkarangan Sekolah. Megan membawa mobil miliknya menuju parkiran yang sudah mulai ramai dipenuhi oleh Siswa-Siswi yang berdatangan
Keduanya turun dari dalam mobil. Hal itu sontak menjadi pusat perhatian orang-orang yang berlalu lalang
Tak banyak juga yang terang-terangan mengatai Katrina dengan sebutan yang kurang cocok didengar oleh Katrina. Bukan hanya untuk Katrina, tapi juga untuk Megan atau bahkan teman-teman satu Sekolah ini
Bahkan saat mereka berjalan dikoridor pun tak jarang ada Orang yang melempari Katrina dengan bola-bola kertas yang sudah mereka siapkan
"Buset ada ***** yang gak tau malu banget!!"
"Sumpah gue kasian sama si Sandra njirr"
"Temen apaan yang nikung temen-nya sendiri"
"Megan mending lo jauh-jauh deh dari si Katrina!! Takutnya ntar Cowok yang lo suka direbut lagi sama si Cewek kurang belaian"
__ADS_1
"Devisini teman makan teman"
"Ihh gak tau malu banget sumpah"
"Namanya juga ****** Put! Mana ada ****** yang punya urat malu"
"Katrina! Sejam lo berapa?"
"Mending main sama gue deh! Punya gue lebih gede loh dari pada punya si Reza"
"Kat sama gue aja deh! Ntar gue bayar lebih mahal. Mau gak*?"
Ucapan demi ucapan kotor yang diberikan oleh semua Murid yang ada di Sekolah ini untuk Katrina. Katrina hanya abai saja dengan hal itu, namun berbeda dengan Megan yang sudah panas mendengar ocehan dari Anjing-anjing ini
Megan sangat tidak suka jika ada orang yang mengatai Katrina dengan perkataan kotor seperti itu. Megan yang ingin maju pun tiba-tiba tangannya dicekal oleh Katrina. Megan menatap Katrina dengan pandangan bertanya, namun hanya dibalas gelengan saja dari Katrina, yang berarti menyuruhnya untuk diam saja
Megan semakin dibuat kesal dengan tingk Katrina yang menyuruhnya untuk tidak bertindak sendiri. "Sialan!! Katrina ngapain sih ngelarang gue segala? Tangan gue udah gatel banget pengen nyobek mulut mereka satu persatu!" ujar Megan dalam hati dengan mata yang menatap mereka tajam, serta dengan rahang yang mengeras
Katrina masih mencoba untuk abai dengan ucapan-ucapan yang ia dengar. Namun tiba-tiba langkah-nya harus terhenti saat mendengar ada seseorang yang mengatai ibunya
"Pantesan Anaknya ******! Orang ibunya juga ******" ucapan dari seseorang itu berhasil membuat Katrina emosi. Bukan hanya Katrina saja tapi Megan juga sama hal-nya dengan Katrina yang emosi
Katrina maju mendekati Orang yang tadi mengatai ibunya. Katrina menatap tajam orang yang bername tag Safina itu
Katrina masih dengan berjalan mendekati Safina dengan tatapan yang tajam. Namun Safina tak goyah dengan tatapan dari Katrina itu, Safina justru membalas tatapan Katrina dengan tak kalah tajam-nya
"Lo tuli? Gue kan udah bilang tadi dengan jelas loh, masa lo gak dengar sih!!" balas Safina dengan menatap remeh Katrina
Katrina yang mendengar itu sontak semakin dibuat emosi. Katrina pun lantas mendorong Safina hingga membuatnya terjatuh kelantai. Setelah itu, Katrina menjambak rambut Safina dengan keras hingga membuat Safina meringis kesakitan pada bagian kepala-nya
"Agrhh!!"
"Ini balasan buat lo yang udah ngatain Nyokap gue SIALAN!!" ujar Katirna dengan semakin kencang menarik rambut dari Safina
"L-lepasin i-ini t-tolong!! I-ini sa-kit" balas Safina dengan terbata
"Lepasin lo? Gak semudah itu buat harus ngelepasin lo setelah apa yang udah lo omongin tadi" ujar Katrina dengan penuh penekanan. Hal itu sontak membuat semua orang terkejut dengan tindakan dari Katrina. Begitu pun dengan Megan, yang saat ini masih mengangga dengan kejadian yang dilakukan Katrina
"G-gue m-min-ta ma-af. Arghh!!" ucap Katrina dengan meringis saat merasakan rambutnya semakin kuat ditarik
"Gue gak akan ngelepasin lo gitu aja Fina!!" ujar Katrina dengan senyum smirk miliknya
Saat akan melakukan hal lebih lanjut lagi, tiba-tiba saja suara dari Kepala Sekolah itu mengejutkan semua yang ada ditempat itu, begitu pun dengan Katrina dan juga Megan yang sama terkejutnya
Pak Kepala Sekolah itu pun sontak melebarkan matanya saat melihat Katrina sedang menarik kuat dari Safina, hingga membuat Safina kesakitan
"APA YANG SEDANG KAMU LAKUKAN!!" teriakan dari Kepala Sekolah itu membuat semua-nya terkejut
__ADS_1
"KAMU!! IKUT SAYA KERUANGAN SAYA SEKARANG!!" lanjutnya dengan menunjuk Katrina
Katrina melepaskan cekalan pada rambut Safina, dan berjalan dibelakang Kepala Sekolah seperti habis tidak melakukan apa-apa
Megan pun mengikuti Katrina dari belakang. Megan ingin tau hukuman apa yang akan diberikan untuk Katrina
Saat sudah sampai di Depan pintu ruang Kepala Sekolah, Katrina berjalan masuk dan duduk ditempat duduk yang sudah disediakan
"Jelaskan kepada saya, apa yang sebenarnya terjadi, hingga membuat kamu harus menarik begitu kuat rambut teman kamu itu!" ucap Kepala Sekolah itu saat sudah duduk dibangku kebesarannya
"Dia mengatai ibu saya ****** Pak!" balas Katrina dengan jujur
Kepala Sekolah itu menghembuskan nafasnya pelan. Ia tahu apa yang sebenarnya sedang terjadi pada Anak Muridnya itu
"Saya tau apa yang sedang menimpa kamu saat ini" ujar Kepala Sekolah itu yang membuat Katrina terkejut
Namun keterkejutan itu hanya sebentar saja. Karena Katrina juga tau scandal apa yang sedang menimpanya saat ini. Berita itu sudah tersebar luas, hingga tak kaget jika Kepala Sekolah pun tau kasus ini
"Sekarang jawab saya dengan jujur!! Apakah benar dengan kasus itu?" tanya Kepala Sekolah itu kepada Katrina
"Bapak gila? Mana mungkin saya ngelakuin hal itu Pak!!" jawab Katrina
"Tapi semuanya sudah sangat jelas Katrin. Itu kamu yang berbuat mesum dengan pacar teman kamu sendiri"
Katrina menggeleng tak percaya dengan apa yang ia dengar barusan "Pak saya berani bersumpah kalo saya gak ngelakuin hal yang kaya gitu Pak!" ujar Katrina berusaha menjelaskan jika semua itu hanya salah paham
"Maaf Katrin kamu harus saya keluarkan dari Sekolah ini" ucapan itu sontak membuat Katrina benar-benar terkejut
Katrina tidak menyangka jika dirinya harus dikeluarkan begitu saja dari Sekolah ini
"Pak gak bisa gitu dong" ujar Katrina tak terima dengan keputusan Kepala Sekolah
"Apa-nya yang gak bisa? Saya bisa melakukan apa saja jika itu melanggar peraturan Sekolah ini!!" balas Kepala Sekolah itu santai
Saat Katrina yang akan mengeluarkan pendapat lagi, tiba-tiba saja suara dari Kepala Sekolah itu membuat Katrina harus menelan kenyataan pahit yang sedang ia terima
"Mending sekarang kamu pergi dari ruangan saya!!" ucap Kepala Sekolah itu kepada Katrina
Katrina yang mendengar itu pun mengeraskan rahangnya kuat, dan Katrina pun berjalan meninggalkan ruangan Kepala Sekolah dengan perasaan yang bercambuk. Dirinya bahkan mengabaikan panggilan dari Megan
Katrina berjalan menelusuri koridor yang masih ramai oleh Siswa-Siswi itu. Katrina lagi-lagi mendapatkan perlakuan sama seperti saat ia baru datang Pagi ini, namun lagi dan lagi hanya diabaikan oleh Katrina
Namun saat akan berbelok menuju parkiran, tiba-tiba saja tangannya ditarik oleh seseorang, dan membawanya ke Taman belakang Sekolah
Katrina menatap tajam orang itu saat sudah tau siapa yang menariknya. Namun orang itu pun hanya tersenyum miring yang membuat Katrina semakin emosi
"Hai *****!!"
__ADS_1