LANTAI TIGA

LANTAI TIGA
BAB 45


__ADS_3

Bella berjalan menjauh dari Gita untuk mengakat telpon dari Laura. Setelah dirasa sudah jauh, Bella langsung mengangkat telfon itu.


"Halo!!." Ucap Bella saat sudah mengangkat telpon dari Laura


"-_-"


"Gue hari ini gak ada dirumah." Balas Bella saat mendapat pertanyaan dari Laura


"-_-"


"Ck ini bukan urusan lo Laura!!" Ujar Bella dengan kesal


"Ini urusan gue sama Gita!! Mending lo diem aja deh" Ucap Bella dan langsung mematikan ponselnya.


"Ck sialan emang Laura!! Dia selalu ngalangin gue terus. Tapi kali ini, Laura gak akan bisa ngehalangi apa yang udah gue buat" Ujarnya dengan senyum miring tercetak dibibirnya.


Bella kembali masuk kedalam ruangan itu yang ternyata terdapat Gita yang sedang menangis dengan kedua pipi yang sudah bengkak. Mungkin karna tamparan dari Jihan dan juga Aurelia.


Yah kedua orang yang membantu Bella dan yang menculik Gita adalah Jihan dan Aurelia atau biasa dipanggil dengan Lia, Aurel.


Bella yang melihat keadaan Gita pun tersenyum senang. Yah Bella sangat senang jika mendapati Gita yang tersiksa seperti ini.


Bella berjalan menghampiri ketiganya membuat Jihan dan Lia seketika menghentikan kegiatan mereka. Bella duduk dikurisi yang sudah disediakan oleh Lia dan juga Jihan sebelumnya.


"Jujur gue seneng banget liat keadaan lo yang kaya gini tau gak Git." Ucap Bella dengan tersenyum manis.


"Sialan lo Bella!! Gue pastiin kalo gue udah bebas dari sini lo sama kedua babu lo itu bakalan masuk penjara!!" Ujar Gita yang membuat Bella tertawa amat keras. Bahkan suara tawa dari Bella terdengar sampai keluar.


Berbeda dengan Bella yang tertawa. Lia dan Jihan malah dibuat kesal setelah mendengar ucapan Gita. Apakah barusan Gita menyebut mereka berdua babu? Tapi jika difikir-fikir memang keduanya seperti babu bagi Bella.


"Sialan si Gita bisa-bisanya ngomong kalo gue babu!!" Gumam Lia dengan pelan.


"Sebelum lo bisa keluar dari sini. Gue pastiin nyawa lo itu gak bakalan selamet." Ujarnya dan berdiri dari duduknya berjalan kearah meja yang terdapat beberapa peralatan tajam.


Beberapa diantaranya terdapat Kampak, Pisau lipat, Gunting, Jarum, Baut, Gergaji, Golok, dan masih banyak lagi.

__ADS_1


Bella mengambil pisau lipat terlebih dahulu, dan setelahnya berjalan kearah Gita yang sudah ketakutan saat melihat Bella membawa pisau lipat itu kearahnya.


Keringat mulai bercucuran didahi Gita saat kedua matanya melihat dengan jelas bahwa Bella sudah mulai dekat dengan dirinya.


"Ini mungkin bakalan sakit buat lo!! Tapi gue gak peduli, gue bakalan nikmatin ekspresi kesakitan lo itu sebagai hiburan buat gue." Ujar Bella dengan menempelkan ujung pisau itu di pipi kanan Gita.


...****************...


Sedangkan ditempat lain. Laura dibuat bingung juga gelisah dengan keadaan Bella. Dirinya tau bahwa Bella sudah mulai bergerak menjalan rencana yang sudah disusun-nya sejak lama itu. Tapi dirinya tidak tau di mana keberadaan Bella.


"****!! Bella kamu di mana sih!! Jangan gegabah dulu." Ujar Laura dengan cemas. Tapi lebih ke arah takut.


Saat Laura akan menjalankan mobilnya kembali, tiba-tiba terdapat sebuah mobil yang menghalangi mobil Laura. Laura beberapa mengkalson mobilnya, berniat agar mobil di depannya bergerak pergi dari hadapan Laura.


"Sial mereka siapa sih!! Ngalangin mobil gue aja." Uajrnya kesal karna mobil didepannya tak juga bergerak.


Tak lama setelah itu. Beberapa orang keluar dari mobil yang menghalangi mobil Laura. Laura memicingkan matanya untuk melihat dengan jelas siapa orang yang menghalangi dirinya.


Namun saat orang itu sudah semakin dekat dengan mobil Laura. Baru lah Laura tau siapa mereka. Yah mereka adalah Olivia, Zergan dan juga orang yang tak Laura kenali karna orang itu memaki topeng, menutupi wajahnya.


Zergan mengetuk kaca mobil Laura dengan pelan membuat Laura menurunkan kaca mobilnya.


"Bisa lo keluar dulu?" Tanya balik Zergan


Awalnya Laura dibuat bingung dengan pertanyaan Zergan. Namun tak urung dirinya keluar dari mobilnya.


"Kenapa?" Ujar Laura mengulang pertanyaan-nya


"Di mana lo nyembuyiin Gita?" Tanya Zergan dengan nafas yang memburu


"Maksud lo? Gue gak ngerti apa maksud dari lo." Ucap Laura yang tak paham dengan apa yang Zergan maksud.


"GAK USAH PURA-PURA GAK TAU BANGSAT!! LO KAN YANG UDAH NYULIK GITA!!" Ujar Zergan dengan memukul kaca depan mobil Laura hingga membuatnya pecah.


Ok sekarang ia tau arah pembicaraan ini berlangsung. Zergan mengira jika dirinya yang membawa Gita. Apakah itu alasan Ketiga orang itu mendatangi dirinya?

__ADS_1


"Gue gak nyulik Gita sialan!! Gak usah nuduh anjing!!" Geram Laura


"Gak usah ngelak lo bangsat!! Lo pas-"


"Zergan jangan dibawa emosi dulu!!" Ucap Megan memotong pertanyaan dari Zergan


"Tapi Kak dia-"


Lagi-lagi ucapan dari Zergan dipotong oleh Megan.


"Kamu diem sekarang!!" Ujar Megan dengan menatap tajam Zergan. Setelahnya Megan mengalihkan tatapan-nya kepada Laura "Laura saya tanya sama kamu!! Di mana kamu nyembunyiin Gita!!" Ucap Megan dengan menatap Laura intens


"Mana gue tau!! Jangankan lo bertiga, gue aja gak tau di mana Gita." Balas Laura dengan santai


Zergan yang mendengar jawaban dari Laura pun mengepalkan tangannya dengan kuat. Begitu pun dengan Olivia dan Megan.


Olivia maju dan langsung mencengkram kuat kerah baju dari Laura.


"Gue udah pernah bilang sama lo buat jauh-jauh dari Gita tapi lo gak dengerin omongan gue sialan!!" Ucap Olivia penuh penekanan.


Laura melepaskan cengkaraman Olivia dikerah baju yang dikenakannya. Dan setelah terlepas, Laura menatap Olivia begitu tajam.


"Gue udah bilang kalo gue gak tau di mana Gita Sialan!!" Ujar Laura kesal.


"Lo pada selama ini salah orang bangsat!! Yang lo kira gue yang jahat itu bukan gue tapi Bella!!" Ujar Laura dengan nafas yang memburu.


Ucapan yang dilontarkan Laura membuat ketiga orang itu terdiam. Entah mereka harus percaya atau tidak dengan yang dikatakan Laura.


"Yah selama ini bukan gue yang jahat, tapi Bella sepupu gue. Selama ini gue selalu coba buat gagalin rencana Bella. Tapi dia pinter nyusun ulang rencana. Yang lo kira Adik Sandra itu gue, kalian salah, satu-satunya Adik dari Kak Sandra itu Bella. Kalo lo pada masih gak percaya sama omongan gue, gue bisa tunjukin sekarang!!" Penjelasan Laura membuat ketiga orang itu masih terdiam dengan pikiran masing-masing.


"Kalo gitu tunjukin sekarang bukti kalo lo gak salah dan yang salah itu sepupu lo itu." Ucap Zergan dengan dingin


"Ok gue tunjukin. Tapi sekarang kita pergi kerumah gue dulu." Ujar Laura yang diangguki ketiganya.


"Tapi gue bakalan ikut sama lo. Siapa tau aja lo bohong kan." Ucap Olivia yang membuat Laura memutar bola matanya malas.

__ADS_1


"Ck terserah lo!!" Ujarnya dan masuk kedalam mobil miliknya. Diikuti oleh Olivia yang juga langsung masuk kedalam mobil Laura.


Laura menjalankan mobilnya menuju rumahnya dengan Olivia yang duduk disampingnya. Dan juga mobil Zergan yang berada di belakangnya.


__ADS_2