
Sandra tertawa puas akan penderitaan Katrina, namun tiba-tiba saja tawa itu terhenti karena dobrakan pintu yang kuat dari luar
Brak....
"SANDRA!!!!"
Megan sangat terkejut saat ia berhasil mendobrak pintu dan ia melihat dengan kedua bola matanya sendiri, bahwa Katrina saat ini sedang kesakitan karna tubuhnya terbakar. Dengan Sandra yang menatap dirinya datar
Megan yang awalnya sedang mencari keberadaan Katrina yang tiba-tiba saja menghilang saat keluar dari ruangan Kepala Sekolah
Namun akhirnya Megan menemukan Katrina yang sedang ditarik oleh Sandra. Megan mengikuti mereka berdua hingga keatas rooftop
Dirinya penasaran! Apa yang akan dilakukan oleh Megan!! Tapi tiba-tiba dirinya mendengar tiarakan dari Katrina, hingga membuat ia buru-buru masuk kedalam rooftop itu
Megan membuka paksa pintu rooftop, agar bisa terbuka dengan cepat. Namun saat sudah terbuka, alangkah terkejut dirinya melihat kejadian di mana Sandra membakar Katrina
Megan melangkah cepat menghampiri Sandra, saat sudah sampai dihadapan Sandra, dengan cepat Megan menampar pipi Sandra dengan kuat hingga membuat sudut bibir Sandra sobek
"LO KETERLALUAN SANDRA!! CUMA GARA-GARA COWOK, LO SAMPE NGEBUNUH TEMEN LO SENDIRI?" teriakan Megan yang sangat keras itu membuat semua orang yang ada dibawah menatap keatas rooftop dari bawah
"BRENGSEK LO SIALAN, KAPARAT LO!!" ujar Megan memukuli Sandra dengan membabi buta
Sandra tak dapat menghindar akan pukulan Megan. Megan seperti orang kesetanan saat memukuli Sandra
saat sudah puas memukuli Sandra, Megan berdiri dan berlari menghampiri Katrina yang masih dengan erangan kesakitan
Megan melepaskan seragamnya. Beruntung dirinya memakai kaos lagi. Lalu Megan mencoba mengibas-ngibaskan seragamnya kearah Katrina
Megan masih terus mengibaskan seragamnya, berharap api yang semakin besar itu akan terhenti. Hingga matanya tak sengaja melihat se-ember berisi air. Saat akan Megan akan mengambil ember itu, tiba-tiba saja ia terdorong karna tendangan Sandra
"Gue gak akan pernah biarin lo gagalin rencana gue sialan!!" ujar Sandra sesudah menendang Megan
"Lo bener-bener udah gila Sandra!! Lo rela bunuh temen lo sendiri, yang udah dari lama bareng sama lo, cuma gara-gara Cowok?" ucap Megan saat sudah berdiri kembali
"Gue gak peduli!!" jawaban Sandra sukses membuat Megan mengepalkan tangannya kuat
Sandra memukul Megan dengan balok kayu yang ia bawa, hingga membuat Megan terhuyung kebelakang
Sandra kini berjalan menghampiri Katrina, dan kembali menuangkan bensin yang cukup banyak hingga membuat api itu semakin besar
Karna asap yang lumayan tebal itu, membuat semua orang bingung, bahkan Guru-guru pun ikut bingung. Kericuhan pun mulai terjadi dibawah
Megan yang masih terdapat kesadaran-nya sedikit, ia masih dapat melihat apa yang Sandra lakukan. Dirinya membulatkan matanya tak percaya
Karna posisi Katrina yang dekat dengan pembatas itu, dirinya tak sengaja mendorong Sandra hingga jatuh kebawah
"SANDRA!!" Megan berlari dengan sisa-sisa tenaganya kearah pembatas itu, berusaha mengapai tangan Sandra. Tapi dirinya terlambat, Sandra sudah lebih dulu jatuh kelantai dengan darah yang keluar dari kepadanya
Teriakan terkejut dari Murid serta Guru pun menjalar. Mereka semua mengerumuni Sandra yang kini sudah tak sadarkan diri, dengan darah yang semakin keluar banyak itu
Megan terjatuh kebawah dengan air mata yang mengalir dengan deras. Dirinya gagal menyelamatkan Sandra, dan juga ia tak bisa menjaga Katrina
Megan menoleh kearah Katrina yang kini sudah tak bernafas lagi. Megan menggelengkan kepala-nya, dengan cepat Megan menghampiri Katrina yang kini sudah hangus terbakar, namun dengan api yang masih terkobar
__ADS_1
Megan berusaha mengapai menggunakan tangan kosongnya, tanpa memperdulikan rasa panas yang menjalar dikedua tangannya
Megan membawa tubuh Katrina dengan cara memapah, namun karna sepatu-nya yang licin, dirinya terjatuh dengan tubuh Katrina yang juga ikut terjatuh diatas tubuh-nya
Megan pun kini ikut terbakar karna api yang masih belum padam ditubuh Katrina. Beruntung sebelum dirinya benar-benar meregang nyawa, seseorang datang menyelamatkan dirinya dan juga menyiramkan air ketubuh Megan, berharap api itu berhenti. Dan benar sja, api itu sudah berhenti, namun tubuh Megan terdapat luka bakar yang amat parah, hingga kewajahnya
Orang yang menyelamatkan Megan kini sedang menyiramkan air ketubuh Katrina, agar api itu padam. Setelah api itu padam, mereka semua dapat melihat tubuh Katrina yang benar-benar hangus itu
Megan ingin berlari memeluk tubuh Katrina, namun dirinya yang sudah tidak ada tenaga itu pun akhirnya jatuh pingsan
Flashback off
Gita yang mendengar cerita dari Megan pun tak dapat menahan air matanya. Dirinya menangis saat mendengar bagaimana menderitanya sang Kakak
"Habis itu apa yang terjadi sama Kak Sandra" tanya Gita dengan isak tangis yang belum berhenti
"Sandra juga ikut meninggal. Namun ia sempat mengalami koma terlebih dahulu" balas Megan yang kembali teringat dengan kedua teman-nya
"Setelah Kak Katrin meninggal, apa yang terjadi sama Ayah?"
"Ayah kamu sempat depresi, bahkan Ayah kamu pernah berencana mau bunuh diri agar bisa menyusul Katrin"
Gita semakin terisak mendengar itu. Jika saja ia tahu lebih awal, maka dirinya akan berada disisi sang Ayah dan memberikan semangat
Ini semua adalah kesalahan Melinda, Gita mengepalkan tangannya dengan kuat, ia berjanji akan menghancurkan hidup Melinda dan juga Rudi
"Kak Megan aku mau tanya lagi boleh?" tanya Gita yang diangguki Megan
"Kenapa aku harus berurusan sama mereka? Padahal aku juga gak pernah buat masalah sama mereka, jangan kan buat masalah, kenal juga aku gak tau" tanya Gita yang dibalas dengan tarikan nafas Megan
"Tapi kan itu gak disengaja! Lagian salah dia juga kan!!"
"Mereka gak peduli Gita. Mau disengaja atau gak, mereka tetep bakalan balas dendam sama kamu"
Gita semakin dibuat pusing mendengar ucapan dari Megan
"Kalo gitu! Apa yang harus aku lakuin Kak?" tanya Gita
"Saat di Sekolah, kamu cukup harus dekat dengan Olivia, dan jangan terlalu terbuka dengan orang lain selain Olivia, Kakak, sama Zergan" balas Megan yang diangguki Gita
Tak lama setelah itu, Olivia dan juga Zergan pun kembali masuk kedalam ruangan Megan. Mereka terkejut saat melihat Megan tak memakai topeng, dan juga saat melihat Gita masih menangis
Megan yang melihat kedatangan Olivia serta Zergan pun, kembali memilih memakai topeng-nya lagi
"Kok lo bisa ngelepasin topeng lo sih Kak?" tanya Olivia yang kini mulai memasuki ruangan itu, diikuti dengan Zergan dibelakang Olivia
"Dan kenapa juga lo nangis?" tanya Olivia lagi saat melihat Gita menangis
"Ternyata Kakak gue menderita ya Liv" bukannya menjawab pertanyaan yang diberikan Olivia. Gita justru malah balik bertanya kepada Olivia, hingga membuat Olivia mengerutkan kening-nya
"Hah!! Lo ngomong apa sih? Yang jelas ege kalo ngomong tuh" ujar Olivia yang tidak mengerti akan pertanyaan yang diberikan Gita
"Gue gak tau kalo ternyata Kakak gue menderita banget, gara-gara orang yang namanya Sandra!!" ucap Gita dengan penuh penekanan diakhir kalimatnya
__ADS_1
Sekarang Olivia mengerti akan arah pembicaraan ini berlangsung. Begitu pun dengan Zergan yang mulai paham
"Terus sekarang lo mau ngapain setelah tau semua ini?" kini giliran Zergan yang mulai bertanya
"Pertama! Gue bakalan buat Mama sama Papa menderita sama kaya apa yang dialami Kak Katrin sama Ayah!! Kedua! Gue bakalan cari tau siapa orang yang mau bales dendam sama gue!!" ujar Gita dengan penekanan
"Gue sebenernya tau siapa itu. Dan gue rasa, bukan cuma gue doang yang tau. Tapi Kak Megan sama Olivia juga tau siapa dia!" ucap Zergan yang membuat Gita menoleh kearahnya
"Siapa?" tanya Gita dengan alis yang terangkat
"Nanti juga lo bakalan tau" balas Zergan yang membuat Gita memutar bola matanya malas
"Walaupun lo itu orang-nya nyebelin!! Tapi gue bakalan bantu lo sampe berhasil" ucap Olivia
"Kenapa lo mau bantu gue, padahal gue aja gak pernah kenal sama lo?" tanya Gita kepada Olivia
Olivia yang mendengar itu sontak memutar bola matanya malas
"Lo tuh ya! Bukan-nya bersyukur karna gue mau bantu malah banyak nanya lo ahh!!" ujar Olivia yang membuat semua orang terkekeh. Karna jarang-jarang Olivia akan seperti ini
"Gue cuma nanya Anjing!!" ucap Gita yang membuat Megan menatap dirinya tajam
"Gita!!" ujar Megan yang masih menatap Gita tajam. Hal itu sontak membuat Gita menciut akan tatapan Megan
"Maaf Kak" ucap Gita menyesal
"Udah-udah dari pada ribut mulu! Mending sekarang lo pulang gih!" usir Zergan kepada Gita
"Sialan lo ngusir gue?" tunjuk Gita pada dirinya sendiri
"Gue gak ngusir Gita!! Tapi lo liat dong sekarang udah jam berapa!!" ucap Zergan, membuat Gita melihat jam pada ponselnya
Jam menunjukkan pukul 21:22. Itu tandanya, Gita sudah berada di sini sangat lama. Ia pun menatap Megan dengan pupy eyes miliknya, meminta izin untuk menginap di sini malam ini
Megan terkekeh gemas akan tingkah Gita. Megan pun paham akan tatapan itu, akhirnya Megan mengangguk sebagai jawaban nya
Zergan juga sedari tadi menatap Gita tersenyum, saat melihat tingkah imut dari gadis itu. Namun Zergan segera menggelengkan kepalanya, mengusir pikiran yang mengatakan jika Gita 'Imut'
"Kenapa lo? Migren kah?" tanya Gita saat melihat jika Zergan menggelengkan kepalanya
"Ahh!! Itu! Enggak kok" balas Zergan salting
Olivia yang melihat tingkah Zergan pun menatap Zergan dengan pandangan jijik-nya
"Mending sekarang kita makan aja gimana?" usul Megan yang diangguki semua orang
"Ayok, kebetulan gue udah laper" balas Zergan pergi meninggalkan ketiga Cewek itu
Gita dan Olivia juga ikut keluar dari ruangan Megan. Menyisahkan Megan yang kini sedang temenung
"Aku janji sama kamu Kat, kalo aku bakalan jagain Gita, seperti Adik aku sendiri" gumam Megan pelan dengan menghadap keatas
Setelahnya! Megan pun pergi keluar dari ruangan-nya menuju ruang makan. Namun saat Megan sudah keluar dari ruangan itu, tiba-tiba saja ada cahaya putih yang datang kedalam ruangan Megan
__ADS_1
"Aku harap kamu beneran bisa jaga dia Megan!!" ucapnya sebelum tiba-tiba menghilang kembali