LEGENDA CINTA PUTRI DUYUNG

LEGENDA CINTA PUTRI DUYUNG
AWAL KISAH


__ADS_3

Suatu hari di suatu pagi Ayana sedang mencari udara segar. Di negeri putri duyung Ayana adalah putri kesayangan sang ratu sekaligus putri yang paling cantik.


Ayana digadang-gadang akan menjadi pengganti sang ratu. Isabela sebagai ratu negeri putri duyung sangat menyayangi Ayana, meski dia bukan anak satu-satunya namun dia adalah anak yang paling dicintai.


Ayana sebagai putri bungsu sering kali membuat seluruh kerajaan duyung merasa gemas dengan sikapnya yang manis.


Bukan hanya keluarga kerajaan namun rakyat negeri putri duyung pun juga sangat mencintai Ayana.


kecantikannya, keindahan suara, dan tariannya terkenal hingga ke negeri tetangga. Termasuk negeri Angin yang ada dibawah kekuasaan raja San.


"Ayana..."


"ibunda..." sahut Ayana sembari tersenyum.


"gadis nakal sedang apa disini?"


"aku hanya sedang melihat ikan pari ibu..." sahut Ayana dengan sikap manis nan manja.


"kembali ke istana sekarang juga dan jangan keluar istana tanpa izin lagi" ucap ratu Isabela memberikan teguran.


"ibu... besok dibukankah akan ada pesta di istana kita?" tanya Ayana dengan mengedipkan matanya yang indah.


"tentu... dan besok akan ada tamu istimewa..." sahut sang ratu.


"siapa dia?"


"Ayana anakku jangan banyak tanya... dan pulang lah atau ibu akan membuat mu tidak bisa keluar istana lagi"


"kalau begitu.... aku pulang" ucap Ayana sembari berenang dengan sangat cepat menuju istana.

__ADS_1


Sang ratu tertawa melihat tingkah lucu anaknya. Dia merasa jika anaknya itu memang belum dewasa.


mengingat usia Ayana yang masih belia ratu Isabela memutuskan untuk menunda perjodohannya. Karena selain masalah usia Ayana sang ratu juga belum menemukan jodoh yang cocok untuk sang putri.


ketika malam hari tiba Ayana menyelinap keluar istana karena ingin menikmayi indahnya bulan purnama.


Disaat dia memandang bulang yang begitu indah dia melihat ada seseorang yang sedang berdiri diatas bukit.


orang itu menghadap langsung ke laut dengan mata tertutup kain putih. Ayana awalnya tidak menghiraukan orang itu dan tetap menikmati pemandangan bulan purnama.


Tetapi beberapa saat kemudian dia melihat orang itu melepas penutup matanya dan melopat ke laut.


Ayana segera menghampiri orang itu dan menolongnya. Dari kejauhan Ayana mendengar suara seseorang memanggil nama "Ranum" saat melihat kondisi orang yang dia tolong sudah sangat lemah Ayana memutuskan untuk membawanya ke daratan.


saat Ayana membawanya ke pinggir pantai Ayana melihat seorang pemuda berpakaian layaknya pangeran sedang mencari seseorang bernama Ranum.


"maaf..." teriak Ayana memanggil pemuda itu.


Perlahan Ayana menghapiri pemuda itu dan berdiri tepat dihadapanya.


"pemuda ini sungguh tampan" ucap Ayana dalam hati.


"Maaf ada apa?" tabya pemuda itu kepada Ayana.


"apa anda sedang mencari seorang pemuda berpakaian serba putih, dan beramput hitam panajang?" tanya Ayana penasaran.


"benar dia adalah adik saya, dia meninggalkan istana dengan tiba-tiba dan ada yang bilang dia pergi kemari" sahut pemuda itu dengan tergesa-gesa dan cemas.


"ikutlah dengan saya... mungkin pemuda yang tadi saya tolong adalah adik anda" sahut Ayana dengan sangat sopan.

__ADS_1


keduanya pun segera pergi menuju tempat pemuda tadi terbaring dan benar saja ternyata pemuda itu adalah adik dari pria tampan yang telah meluluhkan hati Ayana.


Dia terlihat sangat cemas ketika melihat adiknya tergetak lemas dan nafanya sangatlah lemah.


Pemuda itu memeluk erat sang adik sembari menitikan air mata.


"bolehkah saya membantunya?" tanya Ayana kepada pemuda itu.


"apa yang bisa anda lakukan?" tanya pemuda tampan itu.


"saya akan membuatnya tersadar..." sahut Ayana dengan sangat yakin.


tak lama kemudian ayana menggigit jari telunjuknya hingga berdarah dan mengusapkan darahnya ke mulut pemuda yang pingsan itu.


setelah itu Ayana menekan ulu hati pemuda itu dan akhirnya pemuda itupun tersadar.


pemuda tampan itu memeluk adinya dengan sangat erat. Dia seakan sangat menyesali keteledorannya dalam menajaga sang adik.


"Saya Ayana... putri mahkota negeri putri duyung... adik anda beruntung karena tidak menelan banya air jika tidak mungkin dia sudah tiada" ucap Ayana memberi tahu.


"nama saya Hanan saya pangeran mahkota negeri Angin dan ini adik saya Ranum" sahut pemuda itu dengan sopan.


"terimakasih banyak sudah menolong adik saya..." ucap Hanan dengan sopan.


"lain kali jangan biarkan dia melakukan hal bodoh itu lagi, karena jika tidak mungkin anda akan menyesalinya" sahut Ayana.


kemudian Ayana kembali ke laut dan segera pulang ke negeri putri duyung. Dia segera kembali ke istana sebelum fajar tiba dan semua orang mencarinya.


pangeran Hanan tidak menyadari kepergian putri Ayana dan mencarinya setelah putri Ayana pergi ke dalam laut.

__ADS_1


__ADS_2