LEGENDA CINTA PUTRI DUYUNG

LEGENDA CINTA PUTRI DUYUNG
PERTEMUAN


__ADS_3

Setelah acara berakhir dan para tamu dipersilahlan untuk beristirahat pangeran Hanan justru pergi ke taman putri duyung untuk mencari udara segar.


dari kamar putri Ayana dia dapat melihat sang pangeran sedang menatap kerang dan tanaman laut yang sangat indah itu.


putri Ayana bergegas keluar dari kamarnya dan menemui sang pangeran.


"mengapa anda tidak tidur?" tanya Ayana mengejutkan pangeran Hanan.


"saya tidak dapat tidur..." sahut Hanan dengan singkat.


"mengapa?" tanya Ayana penasaran.


"hanya sedang memikirkan sesuatu" sahut Hanan dengan tenang.


"apa itu?" tanya Ayana yang semakin penasaran.


"kau ingin tahu?" sahut pangeran Hanan dengan membelakangi Ayana.


"tentu..." sahut Ayana sembari tersenyum.

__ADS_1


pangeran Hanan membalikan tubuhnya dan menatap putri Ayana kemudian menarik tangannya dan memeluk sang putri.


"aku sedang memikirkan mu, sejak malam itu aku tidak bisa melupakan mu... bayangan mu selalu ada disetiap nafas ku semakin aku ingin melupakan mu semakin aku mengingat mu" ucap pangeran Hanan dengan lembut.


"aku juga merasakan hal itu pangeran" ucap Ayana dalam hati.


saat menyadari jika apa yang dilakukannya adalah salah pangeran Hanan segera melepaskan pelukannya.


"maaf karena aku sudak sangat tidak sopan" ucap pangeran Hanan kepada Ayana.


"tidak apa..." sahut sang putri yang masih tertegun tak percaya akan apa yang bru saja terjadi.


kemudian pangeran bergegas meninggalkan taman itu dan kembali ke kamarnya.


"siapa sangka anak ibu ini sudah dewasa dan sudah bisa jatuh cinta" ucap ratu Isabela menggoda anaknya.


"ibu... tapi aku bersungguh-sunggu aku sangat menyukai pangeran itu ibu..." ucap putri Ayana merengek.


"Hanan adalah pangeran yang baik dan sangat bijaksana, hanya saja dia sepertinya enggan untuk menikah" ucap sang ratu sembari membelai rambut putrinya.

__ADS_1


"mengapa demikian?" tanya putri Ayana.


"kau jelas tau dia memiliki seorang adik yang sangat dia sayangi... dan kau pasti sudah tau jika sudah banyak lamaran yang datang kepada Hanan dari berbagai kerajaan bahkan juga dari kerajaan peri tapi dia tetap menolaknya dengan alasan dia tidak akan menikah sebelum mata adiknya sembuh" sahut ratu Isabela menjelaskan.


"aku tau itu.... karena itulah aku akan mendekatinya sekaligus adiknya" ucap Ayana dengan sangat percaya diri.


"baiklah terserah pada mu tapi ingat tetap jaga kehormatan dan kesopanan mu, karena kau adalah putri mahkota" sang ratu kembali menasehati anaknya.


"baiklah ibu" sahut putri Ayana.


Setelah berbincang dengan sang ibu Ayana berjalan menuju ke kamarnya. saat sedang dalam perjalanan dia melewati kamar pangeran Hanan, disana dia melihat pangeran Hanan sedang mengikat rambut adiknya.


sejenak dia memperhatikan adik sang pangeran dan mendengarkan pembicaraan mereka.


"kakak apa maksud tuan putri tadi? kenapa dia menandai aku?" tanya pangeran Ranum kepada kakaknya.


"mungkin agar kau tidak mencoba mengakhiri hidup mu lagi..." sahut pangeran Hanan.


"kenapa dia begitu perduli pada ku?" ucap Ranum kembali bertanya.

__ADS_1


"karena aku menyukai kakak mu" ucap Ayana yang masuk ke dalam kamar para pangeran dengan tiba-tiba.


keduanya terkejut dengan kehadiran putri Ayana dan segera memberi salam. Ayana pun juga meminta maaf atas ketidak sopanannya yang memasuki kamar para pengeran tanpa meminta izin terlebih dahulu.


__ADS_2