LEGENDA CINTA PUTRI DUYUNG

LEGENDA CINTA PUTRI DUYUNG
BERDEBAT


__ADS_3

"salam putri mahkota" ucap Hanan dan Ranum serentak.


"maaf karena aku masuk ke dalam kamar kalian tanpa izin" ucap Ayana tersipu malu.


"tuan putri apa maksud anda barusan?" tanya Ranum kebingungan.


"jujur aku memang sangat menyukai kakak mu... akan tetapi aku tidak bisa memaksa kakak mu untuk menerima cinta ku" sahut Ayana menjelaskan.


"sebenarnya aku memang menaruh hati kepada mu tuan putri.... tetapi ketahuilah kita tidak mungkin bersama" ucap pangeran Hanan.


"saya mengerti... saya pamit undur diri" sahut Ayana berpamitan.


"maaf apa maksud anda menandai saya?" tanya Ranum kepada Ayana.


"itu aku lakukan agar kamu bisa terlindungi, jika kamu berusaha mengakhiri hidup mu lagi tanda itu akan mengingatkan mu akan pentingnya keberadaan mu didunia ini dan ketika kamu sedang dalam kesulitan aku akan membantu mu" sahut Ayana menjelaskan.


"mengapa anda begitu perduli kepada saya?" ucap Ranum kembali bertanya.


"karena aku masih punya hati" sahut Ayana sembari berlalu pergi.

__ADS_1


setelah Ayana pergi meninggalkan kedua pangeran itu. dia menitikan setetes air mata yang berubah menjadi sebutir mutiara dan berharap semoga cintanya dan sang pangeran dapat bersatu.


sementara itu disisi lain pengeran Hanan merasa bersalah karena dengan terang-terangan menolak cinta sang tuan putri meskipun didalam hatinya dia juga sangat mencintai putri Ayana.


"Kakak apa kau juga mencintai putri itu?" tanya Ranum kepada kakaknya.


"ada kalanya cinta bukan menjadi yang utama" sahut Hanan kepada adiknya.


"lalu apa yang utama bagi kakak?" ucap Ranum kembali bertanya.


"kaulah yang utama" sahut Hanan tanpa berpikir panjang.


"jangan selalu mementingkan diri ku kak, karena kau sendiri juga harus bahagia" ucap Ranum menasihati kakaknya.


"aku tidak merasa menderita kak... aku sudah terbiasa hidup didalam kegelapan tapi kakak tidak. putri Ayana adalah wanita yang baik dia seharusnya juga mendapatkan pria yang baik" ucap Ranum yang terus membujuk sang kakak.


"bagaimana jika kakak menolak" sahut Hanan dengan tegas.


"apa kakak masih ingat kepada putri Syila? dia juga mencintai mu kak tapi kau juga selalu mengabaikanya... padahal dia wanita yang sangat baik dan dia adalah cinta pertama mu kak, dan dihari saat dia meninggal kau pun juga merasa hancur bukan?" Ranum kembali menguak masa lalu.

__ADS_1


"tapi ini berbeda Ranum" sahut Hanan kepada sang adik.


"yang berbeda adalah karena putri Ayana adalah cinta ke dua mu... sementara putri Syila adalah cinta pertama mu, apakah kematian putri Syila tidak menyisakan penyesalan dihati mu kak?" ucap Ranum mendebat sang kakak.


"dia tiada karena dia ingin mencoba menyakiti mu, apa kau tidak ingat itu?" sahut Hanan dengan tegas.


"dia hanya ingin hidup bersama mu kak, dia tidak melakukan kesalahan... saat itu andaikan saja dia berhasil mengakhiri hidup ku pasti kalian kini sudah hidup bahagia" ucap Ranum dengan wajah penuh rasa penyesalan.


"aku telah membunuhnya dengan tangan ku sendiri, dan aku tidak pernah menyesalinya meski aku merasa sangat kehilangan namun aku senang karena aku bisa menyelamatkan orang yang aku sayangi" sahut Hanan mencoba membuat adiknya mengerti.


"kakak... apa kau tahu kenapa saat putri Syila menyerang ku hari itu aku tidak melawannya meskipun hari itu aku tahu putri Syila lah yang menyerang ku? itu adalah karena aku sangat ingin kau bahagia. aku ingin mati hari itu juga agar dimasa yang akan datang kau bisa menikahinya dan hidup bahagia meskipun aku telah tiada" ucap Ranum dengan perasaan yang sangat tersakiti dan penuh penyesalan.


"tolong mengertilah Ranum kakak hanya ingin kau bahagia" sahut Hanan yang sudah mulai kehabisan kata-kata.


"harusnya kakak yang harus mengerti diri ku, selama ini aku merasa sudah menjadi beban untuk mu kak... bahkan karena diri ku kau pun harus membunuh wanita yang sangat kau cintai... apa kau tau kak aku rasanya lebih baik mati dari pada menahan rasa bersalah ini bersemayam di dalam hati ku" ucap Ranum sembari menitikan air mata.


disaat mereka sedang berdebat panjang putri Ayana merasa sangat bersalah karena telah membuat keduanya bertengkar.


diapun memutuskan untuk kembali ke kamar sang pangeran dan meminta maaf kepada keduanya.

__ADS_1


namun saat dalam perjalanan menuju kamar sang pangeran putri Ayana melihat seorang wanita sedang menangis di depan pintu kamar kedua pangeran itu.


dia pun bertanya kepada dirinya sendiri tentang siapa wanita muda itu. karena dia merasa sangat yakin jika dia tidak melihat wanita itu didalam pesta perayaan di istananya sebelumnya.


__ADS_2