LEGENDA CINTA PUTRI DUYUNG

LEGENDA CINTA PUTRI DUYUNG
KEMATIAN SELURUH ANGGOTA KERAJAAN.


__ADS_3

setiap malam tiba Ayana terjaga dan menangis. ada amarah dan duka dihatinya, ongin sekali rasanya dia membalaskan dendamnya namun dia tetap tidak bisa melakukannya karena dia harus menjaga perdamaian negerinya.


Ayana menangis bukan karena tidak mampu membalaskan dendam atas kematian kedua keponakannya dia menangis karena dia terbebani dengan kedudukannya sebagai putri mahkota yang membuatnya tidak bisa membalaskan dendam yang membakar jiwa serta hatinya.


ketika fajar tiba Ayana masih terduduk dikamarnya menatap cermin yang memantulkan bayangannya. air mata mengalir dipipinya dan mutiara kesedihan berjatuhan dilantai kamarnya.


Ayana pun beranjak dari duduknya dan berdandan menggunakan pakaian dan perhiasan serba putih dan riasan wajah yang tidak begitu mencolok.


Ayana kemudian berjalan menuju kamar keponakannya dan menemukan sang keponakan sedang berbaring ditempat tidurnya sedang menangis tanpa suara. Ayana kemudian menutup pintu dan memeluk keponakannya itu, air mata berlinang diwajah keduanya.


kesedihan menyelimuti seluruh negeri putri duyung dan negeri Tabib. tiada lagi senyuman dan canda tawa hanya ada kenangan dan air mata.


Ayana yang periang dan manis kini berubah menjadi seorang gadis pendiam, sedikit bicara, dan selalu sibuk berlatih ilmu pedang dan obat-obatan.

__ADS_1


keinginan Ayana untuk membalas dendam telah mengalir diseluruh tubuhnya. hatinya terbakar dengan api amarah dan tiada tempat lagi dihatinya untuk meletakan cintanya dengan pangeran Hanan.


seluruh anggota keluarga kerajaan putri duyung yang melihat perubahan pada diri Ayana merasa sangat sedih dan ikut merasakan betapa terlukannya hati sang putri mahkota.


ratu Isabela yang melihat putrinya begitu menderita dengan luka batinnya membiarkan sang putri berlatih ilmu bela diri dengan siapapun guru pilihan sang putri termasuk panglima elang.


Faisa sang keponakan yang melihat bibi nya berjuang untuk dapat segera membalaskan dendam pun tidak tinggal diam berpaku tangan. Feisa berlatih memanah dan membuat racun serta penawarnya, sebagaimana kakaknya tewas karena dirajun Feisa pun bertekat untuk melakukan hal yang sama kepada anggota kerajaan Angin.


saat senja menjelang Ayana memperhatikan keponakannya berlatih memanah secara diam-diam. dan hatinya selalu terbakar api dendam ketika dia mengingat kematian bintang kembar keponakannya yang tercinta.


Ayana menatap ke atas langit dan melihat tetesan air hujan mulai turun. Ayana berniat kembali ke istananya namun ditengah hujan lebat dia melihat seorang utusan datang menemuinya dengan membawa sebuah pesan.


dengan pakaian yang basah kuyup Ayana mendekati sang utusan dari negeri tabib itu.

__ADS_1


"tuan putri" sang utusan langsung berlutut dihadapan Ayana.


"pesan apa yang kau bawa kali ini?" tanya Ayana tanpa ada semangat sedikitpun.


"Tuan putri... saya datang membawa pesan duka" sahut sang utusan dengan suara penuh penyesalan.


"kabar duka apa yang kali ini akan menerjang ku utusan?" tanya Ayana sembari menitikan air mata.


"kerajaan negeri tabib kini telah berpindah tangan kepada negeri Angin tuan putri. Dan seluruh keluarga kerajaan negeri angin telah tewas tidak ada yang tersisa" sahut sang utusan dengan hati yang juga berduka.


mendengar hal itu Ayana langsung berlari menuju palung mariana gerbang menuju kerajaan duyung. sesampainya disana dia melihat jenazah seluruh anggota keluarga kerajaan angin telah tergeletak di aula istana, dia melihat Faisa terduduk dengan tatapan mata yang kosong disamping mayat ibunya.


Ayana terkulai lemas tak berdaya melihat jasad ratusan orang terdekatnya ada didepan matanya. belum kering makan kedua bintang kembarnya kini seluruh anggota keluarga kerabatnya menjadi mayat dihadapannya sendiri.

__ADS_1


Ayana menangis tanpa suara mendekati keponakanya dan menggenggam tangan keponakannya itu. Ayana menangis tanpa suara ditengah tenggelamnya mereka dalam kesedihan yang teramat dalam itu Ayana melukai tanganya dan membiarkan darahnya mengalir diatas api hijau lentera istana duyung.


"Aku Ayana putri mahkota negeri duyung bersumpah akan membalaskan kematian kedua keponakan ku juga seluruh kerabatku yang kini tergeletak dihadapan ku, dan aku bersumpah bahwa siapapun orangnya yang menduduki singgahsana negeri tabib akan aku habisi dan aku akan menjadikan Feisa keponakanku raja yang sah dari negeri tabib apapun yang akan terjadi" ucap Ayana dengan hati yang telah terbakar dendam.


__ADS_2