
Ayana pun tertegun tak percaya pada apa yang dikatakan oleh ratu Selina. bagaimana mungkin sebuah mutiara dapat menjadikan seorang pemuda yang bahkan bukan keturunan bangsawan menjadi putra dan pewaris sah dirinya?. itulah yang dipikirkan oleh Ayana saat itu.
ketika ratu Selina melihat keraguan dimata Ayana dia kemudian menggenggam tangan Ayana. ratu Selina kemudian mengalirkan exelirnya kepada mutiara yang ada ditangan Ayana.
mutiara itu mengeluarkan cahaya yang sangag indah dan menyilaukan. untuk sejenak Ayana terdiam namun kemudia dia tersentak kaget dan menjatuhkan mutiara itu.
cahaya pada mutiara itu kemudian membesar. terangnya cahaya yang berasal dari mutiara itu melebihi terangnya cahaya yang saat ini sedang mengelilingi Ayana dan ratu Selina.
ratu Selina meminta Ayana untuk menutup matanya. Ayana pun menuruti permintaan sang ratu.
"Ayana... ketika kau membuka matamu kau tidak akan melihat ku lagi, tapi ingatlah satu hal Ayana aku sudah mengumpulkan semua exelir ku selama lebih dari 500 tahun demi untuk memberikan mu inti exelir negeri duyung... tetapi ternyata semuanya tidak sesuai dengan harapan ku karena kita terpaksa harus bertemu dan berpisah seperti ini, Ayana hari ini darah mu dan exelir ku telah menyatu dan anak yang kau bawa itu adalah anak yang berhati tulus serta bersih karena itulah aku akan menjadikannya sebagai pewarismu yang sah.. darah mu akan mengalir didalam dirinya dan exelir ku akan ada didalam tubuhnya dia akan tumbuh dewasa sebagai pangeran negeri duyung. Ayana jagalah dia dengan baik" ucap ratu Selina dengan membelai lembut wajah Ayana, serta meminta Ayana untuk tidak membuka matanya hingga ia mendengar suara petikan harpa.
Ayana menuruti permintaan ratu Selina dan dia tetap menutup matanya menantikan suara harpa itu tiba.
sementara itu Yamai secara tidak sadar berjalan ke sebuah pusaran cahaya yang membawanya masuk ke dalam cahaya mutiara darah Ayana. ketika Yamai memasuki cahaya itu dia tidak dapat melihat apapun, segalanya berubah menjadi gelap dan ia pun tidak sadarkan diri.
pada saat Yamai tidak sadarkan diri dia seperti bermimpi tetapi juga terasa sangat nyata. dia melihat peristiwa pembantaian negeri tabib dan juga negeri duyung, dia melihat semua anggota keluarga dua kerajaan itu melawan raja San semampu mereka namun itu semua sia-sia.
__ADS_1
sebagian dari mereka terbunuh oleh pedang kembar milik raja San dan sebagiannya lagi terbunuh oleh cambuk petir.
Yamai berusaha untuk menolong mereka tetapi dia tidak bisa melakukannya karena dia bahkan tidak bisa menyentuh apapun.
dia mendengar suara jeritan ketakutan, tangisan kebencian, rintihan kesakitan, dan dia melihat darah membanjiri kerajaan itu.
Yamai kemudian kembali melihat kegelapan dan kesunyian dan ketika dia masih berada didalam kebingungan tiba-tiba dia kembali berada disebuah mimpi seperti tadi tetapi dengan gambaran yang sangat berbeda.
didalam mimpi itu Yamai melihat Ayana ssdang menari dihutan emas dan kemudian bertemu dengan seorang pria yang berpakaian layaknya seorang panglima.
Yamai mendengarkan pembicaraan mereka dan dia melihat Ayana begitu menghormati pria itu. setelah itu Yamai melihat pemandangan yang berbeda dia melihat panglima itu melawan seorang raja dan tewas.
"Yamai..." ada suara misterius yang mengejutkan Yamai didalam ketakutannya.
"Yamai bukalah mata mu dan jangan takut..." sambung suara misterius itu kepada Yamai.
ketika Yamai membuka matanya semua gambaran buruk itupun menghilang. kemudian Yamai melihat ratu Selina ada dihadapannya dan mereka berada disebuah tempat yang sangat gelap.
__ADS_1
"siapa kau?" ucap Yamai denga lirih.
"akulah leluhur Ayana. ratu pertama bangsa duyung... kau sudah melihat kehancuran bangsa dan keturunan ku begitu mengerikan bukan?" sahut ratu selina dengan tersenyum penuh arti dan berjalan mendekati Yamai.
"mengapa anda diam saja melihat peristiwa itu?" ucap Yamai dengan suara yang menandakan kekecewaan.
"aku ingin berbuat banyak hal untuk menyelamatkan mereka... tetapi aku tidak bisa kenyataan itu begitu menyiksa ku dan kini aku ingin memberikan sesuatu kepada mu" sahut ratu selina sembari meraih tangan kiri Yamai.
"apa itu?" tanya Yamai dengan bingung.
"suatu identitas yang baru... kau berhak untuk bahagia dan memiliki seorang ibu yang menyayangi mu" ucap ratu Selina yang hanya dijawab dengan tatapan bingung Yamai.
"Yamai mulai hari ini kau adalah pangeran negeri duyung, segala hal yang kau lihat tadi akan menjadi ingatan dan kenangan didalam diri mu... Ayana dia akan menjadi ibu mu, lindungi dia dan jagalah dia dengan nyawa mu" ucap ratu Selina sembari mengalirkan exelirnya ke dalam tubuh Yamai, ratu Selina kemudian melukai nadi Yamai dan dia mengalirkan darah milik Ayana ke dalam tubuh Yamai.
setela selesai ratu Selina melepaskan tangan Yamai dan menglihang bersama dengan lingkaran hitam yang mengelilingi Yamai saat itu. kemudian Yamai melihat Ayana sedang berdiri dengan mata yang tertutup, Yamai ingin menghampiri Ayana namun dia kemudian merasa sangat lemah dan kembali kehilangan kesadaran.
semua pusaran cahaya yang mengelilingi Ayana dan Yamai perlahan menghilang. pohon tua yang ada disamping Ayana ikut mati dan kering bersamaan dengan hilangnya semua cahaya itu.
__ADS_1
tak lama kemudian terdengar suara petikan harpa sebanyaj 7 kali. Ayana kemudian membuka matanya dan melihat Yamai tergeletak ditanah tidak sadarkan diri. Ayana segera menghampiri Yamai dan mencoba membangunkannya tetapi Yamai terlalu lemah saat itu.