LEGENDA CINTA PUTRI DUYUNG

LEGENDA CINTA PUTRI DUYUNG
MEREKA BERSIAP.


__ADS_3

"kakak didunia ini kita hanya punya dua pilihan... menyerah atau berjuang jika kakak menyerah sekarang bukan hanya putri Ayana tapi kakak juga akan kehilangan semuanya termasuk kenangan tentang aku" ucao Ranum sembari berjalan membelakangi Hanan.


Hanan pun terdiam dan membisu. didalam pikirnya dia ingin pergi bersama adiknya tetapi disisi lain dia juga harus memikirkan tentang keadilan dan juga kejahatan ayahnya yang harus segera dihentikan.


menghentikan raja San jelas bukanlah hal yang mudah. bukan hanya karena raja San memiliki sejata cambuk petir tetapi juga karena raja San memiliki kekuatan exelir yang sangat kuat dan musitahil untuk dikalahkan hanya oleh satu orang.


pedang kematian milik Ayana mungkin memang bisa melukai raja San tapi tidak bisa membunuhnya. karena raja San memiliki batu kehidupan yang akan membuatnya abadi, satu-satunya cara untuk mengalahkannya adalah dengan menghancurkan batu itu.


konon katanya batu itu tercipta dari 1000 mutiara kehidupan para bangsawan pendiri kerajaan angin tetapi mengenai kebenaran cerita itu masih simpang siur hingga saat ini tidak ada satupun bangsawan yang pernah melihat batu itu, apalagi menyentuhnya beberapa bangsawan kuno mengatakan jika batu itu sudah dimusnahkan tetapi semua itu masih menjadi rahasia semesta.


"kakak perpisahan ini hanya sementara. suatu hari nanti kita akan bertemu lagi, maaf karena kita harus bertemu lalu berpisah dengan cara seperti ini" ucap Ranum yang kemudian melemparkan kelopak bunga emas kepada Hanan.


Hanan kemudian menutup matanya dan ketika dia membuka matanya dia sudah berada dihutan emas perbatasan antara negeri peri dan negeri duyung.


ketika Hanan memeriksa tubuhnya dia mendapati tubuhnya sudah dalam keadaan bugar dan sehat tanpa ada luka sama sekali.


"begini cara mu mengucapkan salam perpisahan kepada kakakmu?!" ucap Hanan menggerutu dalam hati.

__ADS_1


Hanan kemudian berjalan kearah utara menuju negeri tabib. Hanan ingin menenangkan dirinya terlebih dahulu sembari menyusun rencana agar dapat menemui Ayana dan mengatur strategi untuk menghancurkan raja San beserta semua anak buahnya yang keji.


didalam perjalanan menuju negeri tabib Hanan memutuskan untuk menyembunyikan identitas aslinya dan mengganti namanya dari Hanan menjadi Nord yang berarti utara.


Nord (Hanan) sengaja pergi menuju negeri tabib karena dia tidak ingin memancing banyak perhatian. ditambah lagi dia masih harus membuktikan kepada Ayana jika dirinya datang untuk membantu bukan untuk bermusuhan dengan Ayana, selain itu jika dia pergi ke negeri tabib dan membangun usaha disana maka dia akan dapat memancing Ayana untuk datang menemui dirinya.


Nord tahu jika dirinya menemui Ayana dinegeri duyung pasti akan ada banyak pertanyaan yang muncul dibenak Ayana. diantaranya pasti adalah pertanyaan apakah Nord datang sebagai kawan atau lawan.


hal itu dipertimbangkan dengan sebaik mungkin oleh Nord karena dia tidak ingin sampai melakukan kesalahan meski itu hanya sebuah kesalahan kecil.


setelah memastikan keadaan anaknya baik-baik saja Ayana memutuskan untuk menemui panglima perang kerajaan yaitu Arow. Ayana berpikir untuk memperkuat pertahanan kerajaanya dan mengumpulkan semua pemuda terbaik dari seluruh penjuru negeri duyung dan negeri tabib.


tindakan itu dilakukan oleh Ayana sebagai tindakan antisipasi jika seandainya pada akhirnya perang antara negeri angin dan negeri duyung benar-benar terjadi.


"paduka apakah kita harus melatih pata wanita juga?" tanya Arow kepada Ayana.


"para wanita akan dilatih oleh Karina. beritahukan pada Karina untuj melatih para wanita... para pemuda juga harus belajar ilmu pengobatan untuk sekedar jaga-jaga dan para wanita juga harus berlatih ilmu pedang dan exelir. karena kita tidak pernah tau apakah perang ini akan terjadi atau tidak" sahut Ayana memberikan penjelasan.

__ADS_1


"negeri angin adalah negeri yang kuat apa kita harus menyerang terlebih dahulu?" tanya Arow dengan raut wajah khawatir.


"kita tidak akan menyerang apapun yang terjadi. tetapi kita akan membalas bila diserang karena itu kita harus bersiap" sahut Ayana sembari mencium bunga mawar yang ada ditangannya.


"paduka ratu" ucap Arow lirih.


"Arow... aku tugaskan kau dan Karina untuk melatih para pemuda dan para wanita, sementara itu aku akan mempersiapkan yang lainnya. kau jangan khawatir semuanya akan baik-baik saja kalaupun kita harus berperang kita berada dipihak yang benar untuk membela keadilan, karena itulah kita tidak akan pernah menyerang terlebih dahulu. selama kita bisa mengatasi segalanya maka kita akan tetap diam tetapi apabila mereka yang menyerang terlebih dahulu maka kita harus membela diri walaupun untuk itu kita harus berperang" ucap Ayana memberikan perintah dan pejelasan kepada Arow sembari meremas bunga mawar yang ada ditangkainya hingga terlepas dari tangkainya.


"baiklah paduka jika demikian saya pamit undur diri" ucap Arow sembari memberikan salam hormat kepada Ayana.


Arow dan Karina segera menjalankan perintah Ayana dan mengumpulkan para pemuda dan pemudi kemudian melatih mereka. seminggu kemudian Arow dan Karina sudah berhasil mengumpulkan semua pemuda dan pemudi dari negeri duyung dan negeri tabib, mereka kemudian dilatih secara khusus oleh keduanya.


Arow dan Karina bahkan melatih mereka sendiri dan memberikan mereka semua kesempatan untuk bertemu bahkan dilatih langsung oleh Ayana dan Xiao wen. tempat pelatihan itu diberi nama perguruan Naga emas.


para pemuda dan pemudi terus dilatih dan diajari banyak jurus dan ilmu perang baru oleh Arow dan Karina. setiap harinya selalu saja ada penduduk desa yang berdatangan yang mengajukan diri untuk menjadi sukarelawan diperguruan, mereka pun mendapatkan sambutan baik dari keduanya sebagian dari mereka diyugaskan untuk menjadi tukang cicip makanan sebagian lagi menjadi juru masak dan tukang bersih-bersih.


meski demikian Ayana tetap memberikan upah kepada para pemuda dan pemudi juga kepada para sukarelawan agar mereka bisa tetap melanjutkan hidupnya, meski harus mengabdi pada negeri duyung.

__ADS_1


__ADS_2