LEGENDA CINTA PUTRI DUYUNG

LEGENDA CINTA PUTRI DUYUNG
RASA IBA


__ADS_3

Usai mengobati pemuda itu Ayana kembali terduduk diatas sebuah batu besar. dia hanya bisa berdiam diri tanpa melakukan apapun, beberapa saat kemudian pria itupun tersadar.


pria itu memandang Ayana yang sedang terduduk diatas sebuah batu. Ayana yang menyadari hal itu segera mendekati pria itu dan memberinya sebutir obat yang terbuat dari biji bunga emas.


"jangan terlalu banyak bergerak jika kau tak ingin mati" ucap Ayana seakan tak perduli.


"terimakasih" sahut pria itu dengan suara yang sangat lirih.


"siapa sebenarnya kau ini? kau bukanlah kaum bangsawan tapi kenapa kau datang ke dunia para bangsawan?" tanya Ayana penasaran.


"aku datang untuk mencari seseorang tapi aku malah diserang oleh orang yang tak dikenal itu" sahut pemuda itu.


"siapa yang kau cari?" ucap Ayana kembali bertanya.

__ADS_1


"ayah ku" sahut pemuda itu dengan polosnya.


"ayah mu seorang bangsawan?" tanya Ayana yang kebingungan.


"bukan dia hanya pria biasa yang diangkat sebagai pelayan oleh seorang bangsawan" sahut pemuda itu.


ketika Ayana ingin bertanya lebih banyak lagi kondisi tubuh anak itu terlihat sangat tidak memungkinkan. karena itu Ayana memintanya untuk beristirahat.


anak itu adalah manusia biasa yang tidak mengerti aturan dan tatanan kehidupan kaum bangsawan Ayana takut jika nantinya anak itu akan mendapatkan kesulitan jika pergi bersamanya.


malam itu Ayana terjaga untuk merawat pemuda itu. Ayana membersikan semua noda darah yang ada ditubuh pria itu, ketika Ayana sedang membersihkan luka yang ada dileher pemuda itu dia melihat sebuah tanda lahir yang sangat unik. tanda lahir itu berbentuk seperti naga melihat hal itu Ayana pun tersenyum.


"lukanya sangat parah bahkan anak panah itu hampir saja menenbus jantungnya, belum lagi luka tusukan pedang yang terdapat hampir disejujur tubuhnya, semua obat yang aku berikan tidak dapat banyak membantu aku tidak yakin jika dia akan selamat tapi setidaknya aku akan berusaha menolongnya" ucap Ayana didalam hati.

__ADS_1


setelah Ayana selesai mengobati luka anak itu dia menatapnya dengan seksama. didalam hati Ayana dia merasa iba kepada anak itu selain karena usianya yang tebilang masih sangat belia, dia juga terlalu lemah untuk melawan para penjaga dan penjahat yang ada didunia para kaum bangsawan.


ketika fajar tiba Ayana masih tetap terjaga terdiam tanpa kata dan hanya menatap air dan hamparan tumbuhan hijau yang ada disekitarnya.


sementara itu disisi lain Hanan sedang dipersiapkan untuk menerima hukuman dari ayahnya. dan Ranum berhasil pergi meninggalkan istana, meski saat itu Ranum merasa sangat khawatir kepada kakaknya namun dia tetap menuruti perintah sang kakak untuk mencari putri Ayana.


Ranum pun pergi dari istana tanpa arah dan tujuan. dia tidak memiliki petunjuk apapun mengenai keberadaan Ayana satu-satunya yang dia ketahui adalah jika Ayana sudah tidak berada dinegeri Duyung lagi, Ranum pun memutuskan untuk pergi ke arah utara berharap dia bisa menemukan Ayana disana.


sementara itu Hanan yang sedang menjalani hukumannya diminta untuk berlutut dan mulai dicambuk oleh orang suruhan raja San. dihadapan sang ayah dia dicambuk tanpa henti raja San yang melihat hal itu hanya diam tanpa mengucapkan sepatah kata pun.


tak sedikitpun hatinya tergerak melihat sang putra yang di cambuk didepan matanya sendiri. raja San bahkan mengancam akan memberi hukuman yang jauh lebih berat dari pada itu jika pangeran Hanan menolak untuk meminta maaf atas kesalahannya.


namun bagi Hanan dia telah berada disisi yang benar dan dia menerima hukuman itu sebagai tanda bahwa dirinya kini sedang memperjuangkan keadilan dan melawan kebatilan meskipun dia tau jika kebatilan itu adalah ayahnya sendiri.

__ADS_1


__ADS_2