
saat mereka memasuki area pekan raya Yamai terlihat senang melihat ada begitu banyak permainan dan perlombaan. Yamai mengikuti lomba memanah dengan hadiah beberapa koin emas.
Ayana hanya memperhatikan Yamai yang terlihat senang memainkan semua permainan yang ada disana. ketika sedang melihat ke sekeliling Ayana melihat penjual topeng dan membeli sebuah topeng cantik dari sana.
saat Ayana sedang mencari Yamai yang terpisah darinya sekilas dia melihat pemuda yang mirip dengan Ranum sedang membeli sayuran.
Ayana ingin segera menemui pria itu untuk memastikan namun dia mendengar ada keributan dan kemudian pandangannya teralihkan saat dia kembali melihat ke pedagang itu pria itu sudah tidak ada disana.
kemudian Ayana teringat kepada Yamai yang terpisah darinya dan kemudian langsung mencari pergi mencarinya.
sementara itu disis lain Yamai sedang membantu seorang kakek tua mencari cucunya yang masih kecil dan terpisah darinya. Yamai dan kakek itu berjalan mengelilingi area pekan raya juga bertanya kepada beberapa pedang disana siapa tau ada yang melihat anak itu.
setelah mencari cucu kakek tua itu cukup lama mereka kemudia bertemu dengan tabib muda yang menggunakan penutup mata.
" kau nakal sekali, untung ada tabib Jia yang menemukan mu dan membawa mu kemari" ucap kakek tua itu memarahi cucunya.
__ADS_1
"kakek cucu mu berjalan sampai ke rumah ku, karenanya aku membawa dia kemari karena aku yakin kau pasti sangat mengkhawatikannya" sahut tabib muda itu.
Yamai kagum kepada tabib muda itu karena meskipun dia buta dan matanya ditutup menggunakan kain putih. dia tetap rendah hati, baik hati, juga memiliki kemampuan untuk hidup seperti orang normal pada umunya berjalan pun dia tidak memerlukan tongkat.
Yamai terlalu mengagumi tabib muda itu sehingga dia lupa jika Ayana sedang kebingungan menacarinya.
"anak muda terimakasih sudah membantu kakek" ucap kakek itu kepada Yamai.
"sama-sama kakek. tapi maaf saya harus pergi karena bibi pasti sangat khawatir" sahut Yamai yang kemudian berpamitan dan pergi.
disaat Ayana sedang kebingungan mencari Yamai tiba-tiba dia melihat ada kerumunan orang banyak. dia pun ingin mendekati kerumunan itu tapi tiba-tiba.
"bibi" ucap Yamai sembari berlari ke arah Ayana.
"anak nakal dari mana saja kau?" tanya Ayana sembari menjewer kuping Yamai.
__ADS_1
"bibi sakit bi... bibi sakit" ucap Yamai sembari memohon untuk dilepaskan.
Yamai kemudian menceritakan apa yang sudah dia lakukan dan siapa saja yang sudah dia temui kepada Ayana. mendengar cerita Yamai emosi dan kecemasan Ayana pun mereda.
Ayana kemudian mengajak Yamai makan ke sebuah kedai dengan pemandangan langit terbuka. Yamai merasa sangat senang dengan sikap Ayana yang mulai terlihat berbeda dan ceria.
"bibi..."
"ada apa?" tanya Ayana.
"tidak ada" sahut Yamai yang kemudian meminum tehnya.
Ayana bisa melihat keceriaan dan kebahagiaan diwajah anak itu. dia menyadari jika apa yang dilakukannya saat ini hanyalah hal yang sederhana namun ternyata dari sebuah kesederhanaan bisa membawa kebahagiaan.
Yamai pun merasa senang karena akhirnya dia bisa membuat Ayana merasa lebih baik dan untuk sesaat dia bisa melihat Ayana tertawa lepas tanpa beban.
__ADS_1