LEGENDA CINTA PUTRI DUYUNG

LEGENDA CINTA PUTRI DUYUNG
HANYA CINTA


__ADS_3

"apakah kau bisa bertahan tanpa cinta?" tanya Nord kepada Ayana.


"aku akan melakukan kewajiban ku sebagai seorang istri, meski pun pernikahan ini ada bukan karena cinta tetapi pernikahan ini adalah bukti kasih sayang ku kepada keluargaku" sahut Ayana sembari berlalu pergi.


Arow yang telah usai berganti pakaian duduk diatas tempat tidurnya dan terlihat melamun. Ayana bisa mengerti perasaan Arow tetapi dia pun juga tidak bisa melakukan apapun, sebagai seorang ratu dan keturunan langsung ratu Selina pantang bagi Ayana untuk mengingkari janjinya.


Ayana melihat Nord sudah menyiapkan makanan diatas meja didekat Arow tetapi Arow tidak menyentuhnya sedikit pun. Ayana kemudian mengambil piring berisi makanan itu dan menyuapi Arow, tetapi Arow menolaknya dan memilih untuk berbaring lalu membelakangi Ayana.


"makanlah..." ucap Ayana dengan lembut.


"tidak lapar" sahut Arow yang masih membelakangi Ayana.


"makanlah sedikit lalu minumlah obat mu" ucap Ayana membujuk Arow.


"tidak" sahut Arow dengan suara yang sangat lirih.

__ADS_1


"makanlah... bibi akan menyuapi mu" ucap Ayana yang terus berusaha membujuk Arow.


Arow hanya diam tak memberikan jawaban apapun kepada Ayana, kemudian Nord masuk ke dalam kamar meletakan ramuan lain diatas meja itu.


"makanlah dan minum semua obat ini" ucap Nord kepada Arow dengan acuh tak acuh.


"tidak" sahut Arow dengan singkat.


"jangan keras kepala! apa kau tau sejak kau sakit hingga hari ini bibi mu belum makan ataupun minum sedikitpun!" ucap Nord dengan membentak Arow.


"bibi belum makan?" tanya Arow kepada Ayana dengan lembut.


"orang tua mana yang bisa menelan air ataupun makanan saat melihat anaknya sakit?" sahut Ayana balik bertanya dengan sangat lembut.


Arow kemudian mengabil piring yang berisikan makanan itu dan menyuapi Ayana. Ayana pun memakan makanan dari tangan Arow dan kemudian tersenyum, sekilas Ayana teringat kepada Nira ibunda Arow yang juga adalah pelayanya yang setia.

__ADS_1


Ayana dan Nira sangat dekat bahkan bersahabat. kehadiran Arow didalam hidup Ayana membuatnya merasa jika Nira selalu ada disisinya meskipun sebenarnya hal itu hanyalah perasaan Ayana saja.


"kau mirip sekali dengan ibu mu... Nira aku sudah menjaga anak mu dan melindunginya kini tenanglah disana, jangan khawatirkan anak mu karena kini dia telah bisa menerima ku dan kini dia benar-benar menyayangi ku" ucap Ayana dalam hati sembari menghapus air mata Arow. Ayana kemudian menyuapi Arow dan memastikan dia menghabiskan makanannya.


setelah Arow selesai makan dan minum obat dia pun tertidur karena pengaruh dari obat yang diberikan oleh Nard. Ayana pun teringat kepada Xiao wen, Ayana tau jika saat itu Xiao wen sangat mencemaskan dirinya dan juga Arow yang menghilang tanpa kabar.


Ayana pun segera bersiap dan meminta Nard untuk menyiapkan segalanya karena Ayana ingin kembali ke istana disaat fajar tiba. selain itu Ayana juga ingin mempersiapkan upacara pernikahanya sendiri, walaupun pernikahan itu tidak pernah dia harapkan tetapi dia tetap bertanggung jawab untuk mempersiapkan diri dan juga hatinya.


"ku lihat Arow sudah membaik... aku ingin kita segera kembali ke istana duyung" ucap Ayana sembari menatap ke luar jendela.


"aku akan menyiapkan semuanya" sahut Nord sembari berlalu pergi.


tetapi Ayana tiba-tiba menghentikan langkah Nord. "berjanjilah kepada ku" ucap Ayana yang membuat Nord menghentikan langkahnya.


"berjanjilah jika nantinya kau menjadi suamiku kau tidak akan menyakiti siapapun anggota keluarga ku dan kau tidak akan ikut campur tangan dalam urusan kerajaan" ucap Ayana menegaskan keinginannya.

__ADS_1


"aku tidak perduli pada urusan negeri mu, aku tidak menginginkan kekuasaan, dan aku tidak ingin menyakiti siapapun. yang aku inginkan hanyalah hidup bersama mu karena aku hanya mencintai mu" sahut Nord sembari berlalu pergi tanpa mengatakan hal yang lainya lagi.


__ADS_2