LEGENDA CINTA PUTRI DUYUNG

LEGENDA CINTA PUTRI DUYUNG
HARI TANYA


__ADS_3

setelah pagi tiba Ayana segera bersiap dan berdandan. Hari ini adalah hari yang sangat penting baginya, karena hari ini dia akan segera diumumkan dan diangkat secara resmi untuk menjadi putri Mahkota Negeri Putri Duyung.


Ayana menggunakan perhiasan terbaiknya dan menunjukan penampilan tercantiknya. ketika acara dimulai dan semua tamu kehormatan telah hadir dia merasa sangat gugup karena dia tidak pernah muncul dihadapan orang sebanyak itu.


belum lagi semua tamu yang diundang adalah para raja, putri, ratu, pangeran dan semua perwakilan dari kerajaan tetangga.


"kepada semua tamu undangan kehirmatan yang hadir saya ucapkan terimakasih, hari ini adalah hari pengangkatan putri bungsu saya Ayana untuk menjadi putri mahkota dan kelak akan menggantikan kedudukan saya menjadi ratu dinegeri ini" ucap ratu isabela mengumumkan.


pengumuman sang ratu mendapatkan sabutan baik dan tepuk tangan meriah para tamu undangan.


"PUTRI AYANA AKAN SEGERA TIBA" Ucap seorang juru bicara mengumumkan kedatangan sang putri.


setelah Ayana memasuki ruangan semua orang terpana akan kecantikan dan kemolekannya.


tidak ada satupun orang yang tidak memandangnya. kecantikannya terpancar dari setiap penjuru, aura kecantikannya bahkan membuat semua raja dan pangeran tamu undangan tak berkedip.


tiada pria yang ingin melepaskan pandanganya dari sang putri yang amat cantik jelita.


Ayana sang putri berkulit putis seputih susu, bermata indah seindah permata berbinar bagaikan mutiara laut lepas, bibirnya manis dengan warna merah lembut, bersuara lembut selembut sutra, dan dia begitu anggun bagaikan bidadari khayangan.


ketika dia berdiri disamping sang ratu semua orang memandangnya tanpa lelah. semua orang memuji kecantikannya, juga kesopanan dan keanggunannya.


diantara para tamu undangan Ayana melihat pangeran Hanan bersama dengan adiknya. dia tersenyum kearah sang pangeran dan pangeran Hanan hanya membalasnya dengan senyuman lembut.


"Inilah putri ku Ayana... putri mahkota negeri ku dan calon penerus ku" ucap sang ratu mengumungkan kembali.


setelah Ayana dipakaikan mahkota kebesarannya sebagai tanda dialah sang putri mahkota, dia diminta untuk memilih seorang pasangan untuk menari bersamanya.


diapun berjalan kearah pangeran Hanan.


"Bersediakah pangeran menari bersama ku?" ucap Ayana dengan lemah lembut.


"Saya tidak bisa" sahut pangeran Hanan dengan tegas.

__ADS_1


"mengapa?" tanya Ayana dengan bingung.


"sebab saya tidak bisa membiarkan adik saya seorang diri" sahut pangeran Hanan dengan tegas.


seketika putri Ayana menundukan pandangannya dan kembali ke sisi ibundanya.


"kakak... menarilah bersamanya" ucap Ranum adik pangeran Hanan.


"kakak tidak akan melepaskan tangan mu bahkan untuk menari dengan putri Ayana" sahut Hanan dengan tegas.


tak lama kemudian putri Ayana kembali mendekati kedua pangeran.


"menarilah bersama ku pangeran Hanan, dan adik mu dia akan menari bersama kita."


ucap Ayana membujuk.


"tarian apa yang bisa dibawakan oleh tiga orang dan bukannya dua orang?" tanya pangeran Hanan.


semua orang pun terkejut dengan pernyataan sang putri yang ingin melakukan tarian pedang bersama dengan kedua pangeran.


ditambah lagi salah satu dari pangeran itu buta, hal itu membuat banyak orang terkejut dan juga cemas.


"tarian pedang adalah tarian penyambutan yang dibawakan oleh tiga orang ksatria, tarian ini menandakan keberanian, kedamaian, cinta, dan mengajarkan kasih sayang kepada sesama" ucap Ayana mengumumkan.


"tapi saya tidak bisa." ucap Ranum dengan ragu.


"mengapa tidak bisa? apakah hanya karena kamu tidak bisa melihat?" tanya Ayana kepada Ranum.


"pangeran Ranum saya yakin meskipun anda tidak bisa melihat namun anda bisa membawakan tarian ini, sebeb semua keturunan kerajaan pasti pernah diajari tarian ini..." ucap Ayana meyakinkan.


"tapi saya buta" ucap Ranum dengan lirih.


"yang buta adalah mata anda bukan hati anda..." ucap Ayana meyakinkan Ranum.

__ADS_1


"kami akan menari bersama mu" sahut Hanan dengan tegas.


ketiganya pun menari dengan indah dan seirama. mereka menyatukan ujung pedangnya, dan mengawali tarian dengan suara detingan pedang.


tarian yang begitu anggun nan indah. pangeran Hanan dan putri Ayana terua saja beradu pandangan, dan ketika berada di pengujung tarian keduanya menggenggam tangan Ranum dan mengarahkan pedang Ranum ke langit kemudian putri Ayana menggenggam pedang Sang pangeran kecil.


"Ranum tariklah pedang mu" ucap putri Ayana dengan lembut.


"tapi tangan anda..." sahut Ranum dengan ragu.


Hanan yang melihat hal itu segera menarik tangan putri Ayana. namun sang putri tidak melepaskan genggamannya, sehilangga tangannya terluka dan berdarah...


dari darah yang keluar dari tangannya itulah sang putri kemudia menuliskan sesuatu ditangan pangeran Ranum.


dia menulis kalimat "Xiao Ai" dan kemudia darah itu meresap kedalam kulit sang pangeran dan berubah menjadi seperti lukisan ditangan sang pangeran.


luka ditangan sang putri pun seketika menghilang. semua orang merasa cemas sekaligus kagum kepada kemampuan sang putri negeri duyung itu.


"apa maksud semua ini?" tanya Ranum kebingungan.


"kelak jika kau sedang berada dalam kesulitan datanglah ke negeri ini dan tunjukan tanda ini kepada penjaga, maka mereka akan membawa mu kepadaku dan aku akan membantu mu" sahut Ayana menjelaskan.


"mengapa anda melakuan ini untuk saya?" ucap Ranum kembali bertanya.


"karena aku tidak ingin melihat mu datang ke laut hanya untuk mengakhiri hidup mu seperti kemarin malam" sahut Ayana sembari memegang tangan dingin pangeran muda itu.


"apakah anda yang sudah menyelamatkan saya kemarin?" tanya Ranum kepada Ayana.


Ayana hanya membalasnya dengan senyuman manis kemudian dia mendekati pangeran Hanan.


"kelak kita pasti akan bertemu kembali" ucap Ayana kepada pangeran tampan itu.


"aku harap begitu" sahut Hanan sembari tersenyum dan meraih tangan sang adik.

__ADS_1


__ADS_2