LEGENDA CINTA PUTRI DUYUNG

LEGENDA CINTA PUTRI DUYUNG
KARENA BUNGA LIAR CINTA BERJUMPA


__ADS_3

saat Ayana sedang berjalan menuju kudanya Nord tiba-tiba muncul dihadapanya. Nord kemudian memberikan Ayana seikat bunga yang indah namun Ayana menolaknya dan menjauh dari Nord.


"nona yang cantik terimalah bunga yang cantik ini untuk mu" ucap Nord dengan berlutut dihadapan Ayana.


"siapa kau?" tanya Ayana yang kebingungan dan berjaga-jaga.


"aku adalah orang yang merawat semua bunga ini... tadi aku melihat mu memetik beberapa tangkai bunga ku dan kemudian membuangnya, sepertinya kau sangat menyukai bunga ku jadi aku membawakannya untuk mu" sahut Nord sembari berjalan mendekati Ayana yang terus menghindar darinya.


"maaf apa kita saling mengenal?" tanya Ayana yang masih terlihat kebingungan.


"kita memang tidak saling mengenal... tetapi aku sangat menyukai mu" sahut Nord sembari merentangkan kedua tanganya berusaha untuk memeluk Ayana. Ayana pun menghindarinya dan Nord tersungkur ditanah.


"kau terluka?" tanya Ayana dengan ramah.


"ah... wanita cantik memang sulit untuk ditaklukan" ucap Nord dihadapan Ayana dengan wajah kecewa sembari membersihkan pakaianya.


"pria gila macam ini datang dari mana?!" gerutu Ayana sembari memalingkan wajahnya karena merasa geram pada Nord.


"maaf aku sudah memetik bunga mu, tapi aku tidak bisa menerima pemberian orang asing" sahut Ayana dengan senyuman yang terpaksa diwajahnya.


"ayolah cinta ku... terima saja bunga ini nona ku yang cantik" ucap Nord sembari menggoda Ayana dengam mengedipkan satu matanya.

__ADS_1


Ayana sebenarnya sudah mulai merasa tidak nyaman pada sikap Nord tetapi setiap kali Ayana menghindar maka Nord akan mengikutinya, jika Ayana menjauh dia akan mengejarnya, dan jika Ayana tidak menjawab perkataannya maka Nord akan semakin menggodanya.


"nona apakah kau tau... wajah mu itu berseri bagaikan mentari pagi, suara mu sehalus alunan musik istana, senyuman mu semanis dan marah mu membuat diri mu terlihat semakin cantik... bagaikan bunga mawar ini yang cantik meski dia berduri" ucap Nord sembari mendekatkan rangkaian bunganya pada Ayana.


"apa kau tidak punya pekerjaan?" tanya Ayana dengan suara pelan dan senyuman tanda keterpaksaan diwajahnya.


"aku punya pekerjaan. pekerjaan pertama ku merawat bunga dan yang kedua memberikan bunga pada mu" sahut Nord dengan wajah yang terlihat sangat mengesalkan.


"apakah jika aku terima bunga ini kau akan berhenti mengganggu ku?" tanya Ayana kepada Nord dengan tatapan setajam elang.


"eum.... mungkin iya tapi mungkin juga tidak" sahut Nord sembari mendekatkan bunga itu ke wajah Ayana dan mengedipkan salah satu matanya.


tak lama setelah itu Ayana dikejutkan dengan kedatangan Arow yang sangat tiba-tiba untuk menjemputnya. Arow mendaptkan pesan dari Xiao wen jika Ayana melakukan perjalanan rahasia menuju perguruan Naga Emas tetapi Ayana tidak sampai tepat waktu dan membuat Arow khawatir akan keselamatanya karena itulah Arow pergi untuk menjemput.


tetapi ketika Arow sedang dalam perlajanan tanpa sengaja dia melihat kuda Ayana dan dia segera mencari keberadaan Ayana yang ternyata tidak begitu jauh dari tempat dimana Arow melihat kuda itu sebelumnya.


melihat Ayana yang sedang berbicara dengan orang asing Arow bergegas turun dark kudanya dan memberikan salam hormat kepada Ayana.


"Pangeran mengirim pesan jika paduka sedang menuju perguruan, tetapi paduka tidak kunjung tiba dan saya merasa khawatir" ucap Arow yang terlihat cemas dengan suara yang lirih berbisik pada Ayana.


"jangan lagi mencemaskan aku seperti itu Arow... karena aku bisa menjaga diri ku sendiri" sahut Ayana dengan tersenyum lembut.

__ADS_1


Arow kemudian menyadari jika Ayana sedang memegang seikat bunga dan Arow bingung dari mana Ayana mendapatkannya sedangkan dia tau benar jika disekitar tempat mereka berada saat ini tidak ada penjual bunga ataupun orang yang mengembang biakan bunga.


"dari mana paduka mendapatkan bunga itu?" tanya Arow dengan lirih.


"pria itu yang memberikanya" sahut Ayana sembari menunjuk kearah Nord.


Arow kemudian memerhatikan wajah Nord dengan seksama.


"siapa kau? dari mana asalmu? dan kenapa kau menutupi wajah mu?" tanya Arow yang mulai curiga kepada Nord.


"aku adalah orang yang merawat semua bunga ini, aku hanyalah seorang keturunan campuran antara negeri tabib dan negeri peri..." sahut Nord memalsukan semua identitas aslinya.


"terimakasih atas pemberian bunga mu... tapi sekarang kami harus pergi" ucap Ayana berpamitan kepada Nord dengan sopan.


"Ah... aku sangag kecewa ku kira kau belum punya kekasih" sahut Nord dengan wajah yang berpura-pura marah.


"dia bukan kekasih ku.... tapi dia adalah adikku" sahut Ayana dengan ramah.


Nord kemudian memberikan salam kepada Ayana dan Arow kemudian dia berpura-pura mengambil air disungai untuk menyiram tanaman. ketika Ayana dan Arow berjalan menuju kuda mereka Nord meniupkan jarum beracun kepada Arow dengan menggunakan alat yang terbuat dari bambu yang berukuran sangat kecil, setelah meniupkan jarum itu Nord langsung melemparkan bambu itu ke seberang sungai.


"maafkan aku Ayana. hanya dengan cara inilah aku bisa melindungi mu dan memabntumu untuk mengahancurkan raja terkutuk itu" ucap Nord dalam hati sembari terus mengiri tempat airnya, berpura-pura seakan tidak mengetahui apa-apa.

__ADS_1


__ADS_2