LEGENDA CINTA PUTRI DUYUNG

LEGENDA CINTA PUTRI DUYUNG
PENGORBANAN


__ADS_3

"aku bingung Ranum. aku memang mencintai kakak mu, aku juga menyimpan dendam kepafa keluargamu, tetapi menyelamatkan anak ini juga penting bagi ku" ucap Ayana sembari menghapus air matanya.


saat itu meski Ayan sudah mengetahui keadaan Hanan dia tetap berusaha untuk tegar dan tidak menangis. Ayana hanya menginginkan keadilan bagi dirinya dan semua orang tercintanya, dan bagi Ayana sudah tidak ada gunanya lagi menyimpan semua perasaan sakit hati itu karena pada akhirnya dia akan segera mati dan bertemu dengan semua orang yang dia cintai.


Ayana menutup matanya dan ingin segera mengeluarga mutiara kehidupan miliknya. tetapi untuk sejenak dia teringat akan senyuman Hanan.


"Hanan jika memang kau sudah tiada maka kita akan segera bertemu namun jika kau masih hidup akan ku tunggu kau dialam keabadian." ucap Ayana dalam hati.


disaat Ayana sudah hampir berhasil mengeluarkan mutiara kehidupan miliknya air matanya kembali menetes ketika dia teringat kepada saudari-saudarinya.


dalam ingatan Ayana ada bayangan wajah kakak-kakaknya yang tersenyum manis mengenakan pakaian serba putih disaat hari lentera satu malam sebelum pengangkatannya sebagai putri mahkota, Ayana tidak menyangka hari lentera itu akan menjadi perayaan terakhir yang dia hadiri bersama dengan ketiga kakak perempuannya.

__ADS_1


"aku tidak pernah menyesali pertemuan kita Yamai, semoga kau akan hidup dengan lebih baik meski tanpa aku" ucap Ayana dalam hati.


ketika Ayana sudah mengalirkan mutiara kehidupan kedalam tubuh Yamai. Ranum menyerang Ayana dengan exelirnya dan mengembalikan mutiara kehidupan milik Ayana ke dalam tubuhnya.


"Ranum apa yang kau lakukan?!" tanya Ayana yang marah karena tindakan Ranum.


"putri Ayana kau harus membalaskan kematian keluarga mu, dan hidup bersama dengan kakak ku" ucap Ranum dengan penuh harapan.


"hidup pun aku sudah tidak punya semangat, hanya kematian yang aku inginkan" sahut Ayana dengan berurai air mata.


Ayana tersentak kaget dengan ucapan Ranum. dia merasa bingung kenapa Ranum ingin melakukan hal itu, apakah kasih sayangnya kepada kakaknya memang sebesar itu? sehingga dia rela mengorbankan nyawanya demi kebahagiaan kakaknya.

__ADS_1


"putri Ayana aku sangat berterimakasih kepada mu karena kau sudah menandai ku dan menerima ku sebagai orang terdekatmu, aku mohon kepada mu akhiri kejahatan ayah ku dan hukum dia atas segala perbuatannya... dan tolong selamatkan kakak ku" ucap Ranum memberikan pesan kepada Ayana.


"anak ini akan kehilangan ingatannya saat dia terbangun nanti... aku harap kau dan kakak ku akan menjaganya karena mutiara kehidupan ku kini akan menjadi miliknya dan dia akan menjadi keluarga bangswan" sambung Ranum memberikan pesan terakhir kepada Ayana.


Ranum kemudian mengumpulkan exelirnya dengan cepat dan mengalirkan mutiara lehidupan miliknya kepada Yamai. Ayana hanya bisa menangis ketika melihat Ranum mengorbankan nyawanya demi kebahagiaannya dan Hanan.


Ayana pun segera berjalan mendekati Ranum berdiri dibelakangnya. setelah Ranum selesai memberikan exelirnya kepada Yamai tubuhnya menjadi lemas tak berdaya.


dan Ranum pun terjatuh ke air dipelukan Ayana. kemudian Ayana menidurkan Ranum didalam pangkuannya.


"aku akan menunggu kalian dialam keabadian" ucap Ranum yang kemudian perlahan mulai berubah menjadi butiran cahaya.

__ADS_1


perlahan-lahan tubuh Ranum mulai berubah menjadi cahaya terang dan mulai menghilang. Ayana hanya bisa menangis dia tau jika setiap kaum bangsawan yang mengorbankan mutiara kehidupannya maka dia akan tewas dan jasadnya akan berubah menjadi cahaya dan menghilang untuk selamanya.


"Ranum pengorbanan mu tidak akan pernah sia-sia" ucap Ayana sembari memeluk erat kalung milik Ranum sekaligus satu-satunya kenangan Ranum yang masih tersisa.


__ADS_2