LEGENDA CINTA PUTRI DUYUNG

LEGENDA CINTA PUTRI DUYUNG
KORBAN DARI NEGERI PERI.


__ADS_3

didalam perlajanan Ayana melewati sebuah desa didekat hutan emas yang sudah poraporanda. desa itu telah terbakar dan hampir rata dengan tanah, mayat berjatuhan tak terhitung jumlahnya.


Ayana tidak mengerti dengan apa yang terjadi kepada desa yang berada dinegeri peri itu. Ayana memasuki desa itu lebih dalam lagi dan mencari tau mengenai penyebab hancurnya desa itu.


Ketika sampai ditengah-tengah desa Ayana melihat Helena salah satu putri kerajaan peri turut menjadi korban dari pembantaian itu. Ayana bergegas mendekati jasad Helena dan memeriksanya. ditangan Helena ada sebuah luka seperti bekas cakaran dan saat Ayana memeriksa tubuh Helena dengan lebih teliti dia menemukan jarum beracun yang sama seperti yang telah membunuh Xiao ai.


Ayana pun membawa jasad Helena ke istananya. para prajurit yang melihat Ayana membawa jasad Helena mempersilahkannya masuk tanpa mempersulit langkah Ayana, sang ratu negeri peri yang melihat jasad putrinya terdiam dan membisu, dia hanya menitikan air mata menyambut kedatangan anaknya yang dibawa oleh Ayana.


saat pergi ke negeri peri Ayana menutupi wajahnya dan merahasiakan identitas aslinya.


"siapa kau?" ucap sang ratu negeri peri.


"paduka ratu aku hanyalah pendekar yang kebetulan sedang berkelana dan melihat salah satu desa dinegeri mu sedang poraporanda dan ketika aku memeriksanya aku menemukan jasad putri mu sudah tergeletak ditengah desa itu" sahut Ayana sembari meletakan tubuh Helena.


para putri dan pangeran negeri peri yang melihat jasad Helena menangis dan memeluk tubuh saudaranya. sementara itu ratu Yarika hanya bisa menangis tanpa suara dan kemudian berjalan mendekati Ayana.

__ADS_1


"siapa pelakunya?" tanya sang ratu kepada Ayana.


"dialah orang yang sama yang telah menghancurkan negeri Tabib" sahut Ayana sembari memanglingkan tubuhnya.


"apakah kau yakin mengatakan hal itu?" ucat sang ratu kembali bertanya.


"periksalah jasad putri mu dan kau akan menemukan jawaban atas keraguan mu" sahut Ayana sembari berlalu pergi.


Ayana kemudian menginggalkan istana peri dan meneruskan perjalanannya. hingga akhirnya perjalanan Ayana terhenti disebuah hutan bambu didekat air terjun.


dahulu ada begitu banyak senyuman, kebahagiaan, dan kedamaian tetapi semuanya lenyap begitu saja didepan matanya sendiri.


124 anggota keluarganya dibantai layaknya binatang buruan. tidak satupun dari mereka diperlakukan selayaknya manusia mereka dihabisi dengan sangat kejam, sebuah kerajaan yang selalu bersedia membantu kerajaan lainnya, sebuah kerajaan yang damai dan penuh cinta dirubah menjadi lautan darah dan hamparan jasad.


belum lagi para rakyat negeri Tabib yang dijadikan budak dan disiksa oleh raja biadab itu. semua orang yang tak berdosa dari kerajaan itu diperlakukan selayaknya binatang liar dan bukannya manusia.

__ADS_1


"seandainya saja hari itu aku tetap berada diistana mu kak, menangisi si kembar disamping mu pasti saat ini kita masih bersama walaupun dialam kematian... kakak kenapa kau meninggalkan aku?! kenapa kau tidak bertahan sebentar lagi dan menunggu aku?! mengapa semuanya terjadi kepada kita kak?... kita dipertemukan kembali disaat kita kehilangan anakmu dan kita terpisah kembali karena kematian mu dan seluruh anggota kerajaan mu, mengapa kau begitu menderita kakak?! mengapa kau diperlakukan layaknya hewan kakak?!... kembalilah kakak dan dampingi aku membalaskan dendam kepada raja berhati iblis itu kak" ucap Ayana dalam hati sembari berlinang air mata.


dibawah sinar sang rembulan Ayana menangis dan tak lama kemudian ada seseorang yang datang dari atas air terjun. Ayana segera masuk ke dalam air dan bersembunyi disana sembarimerubah ekornya menjadi kaki dan mengenakan pakaian lengkapnya.


Ayana tidak bisa mendengar apa yang di bicarakan oleh orang-orang yang ada diperahu itu karena jaraknya sangat jauh yang terdengar hanyalah mereka seperti melemparkan sesuatu kemudian mereka tertawa. saat itu mereka berada disungai diatas air terjun sementara Ayana berada disungai dibawah air terjun.


tak beberapa lama kemudian mereka semua pergi dan Ayana segera pergi ke daratan dan mengerikan pakaiannya menggunakan kekuatan exelirnya. ketika Ayana selesai mengikatkan pedang pada punggunya dia dia mendengar benda besar terjatuh dibelakangnya.


Ayana segera membalikkan tubuhnya dan dia melihat jika yang baru saja terjatuh ada manusia. Ayana segera menolong orang itu dan membawanya ke daratan, Ayana pun memeriksa luka orang itu dan ternyata lukanya cukup parah.


Ayana segera memberi pria itu obat tapi percuma saja karena itu sama sekali tidak membantunya. ketika Ayana memperhatikan wajah pria itu dia bisa tau jika pria itu seumuran dengan Xiao ai dan Xiao jin, karena kasihan dan teringat akan kedua keponakannya Ayana pun memberi pria itu biji lotus ajaib.


Ayana meminumkkan biji teratai itu kepada pria itu dan perlahan-lahan luka dalam pria itupun mulai membaik. meski luka luarnya juga cukup parah namun setidaknya luka dalamnya sudah dapat teratasi pikir Ayana saat itu.


ketika Ayana sedang mengobati luka tusukan yang ada dipinggang pria itu dia menyadari jika pria itu adalah manusia biasa dan tidak berasal dari keluarga kaum bangsawan.

__ADS_1


Ayana tau benar untuk manusia biasa bisa sembuh dari luka separah itu akan sangat sulit, sebab manusia biasa tidak memiliki exelir didalam dirinya yang dapat membantu penyembuhan dirinya jika terluka.


__ADS_2