LEGENDA CINTA PUTRI DUYUNG

LEGENDA CINTA PUTRI DUYUNG
KEADILAN TIDAK AKAN PERNAH MATI.


__ADS_3

Ayana terduduk disamping sang anak yang sedang tertidur karena pengaruh obat yang diberikan oleh para tabib kerajaan. Ayana memandangi wajah Xiao wen dan tiba-tiba dia teringat kepada Xiao Jin, Xiao Ai, Feisa dan Ranum. Ayana bisa melihat bayangan wajah keempat anak itu diwajah Xiao wen.


Ayana teringat kepada ucapan Yuri dan dia merasa bimbang. haruskah dia mementingkan dendamnya atau hatuskan dia mengutamakan keadilan dan kedamaian?, apapun pilihan yang akan diambil oleh Ayana pada dasarnya dia memang harus menghabisi raja San. hanya raja San bukan keluarga ataupun keturunannya.


hal yang paling ditakutkan oleh Ayana adalah apabila dia terbawa oleh api dendam. karena jika hal itu sampai terjadi bukanlah tidak mungkin jika Ayana akan membantai seluruh anggota keluarga raja San dengan keji, sebagaimana yang telah diperbuat oleh raja San kepada seluruh anggota keluarga Ayana.


apabila hal itu sampai terjadi maka apa bedanya dirinya dan juga raja keji itu?, itulah yang didalam pikiran Ayana. namun disisi lain apabila dia membawa nama keadilan didalam tujuannya untuk menghabisi raja San maka bukan tidak mungkin jika pada akhirnya maka hal itu akan memicu peperangan yang selama ini sangat dihindari oleh Ayana.


Ayana memang sangat membenci peperangan. karena peperangan ada banyak orang yang terluka, ada banyak orang yang kehilangan anggota keluarga mereka, dan ada banyak orang yang akan kehilangan orang yang sangat mereka cintai. Ayana sama sekali tidak menginginkan hal itu karena dia tau betapa pahitnya kehilangan orang-orang yang sangat dia cintai.


~di Negeri Angin~

__ADS_1


ketika Hanan sedang menatap kearah fentilasi udara yang ada didalam penjara dia melihat ada cahaya matahari pagi. Hanan pun tersenyum dia teringat dulu setiap hari ketika pagi tiba maka Ranum akan mengajaknya duduk ditaman yang ada dibelakang istana untuk menikmati hangatnya mentari, biasanya Ranum akan bertanya kepada sang kakak apakah cuaca hari itu cerah atau tidak. "kakak apa cuacanya cerah?" ucap Ranum bertanya kepada Hanan dengan tersenyum.


tetapi Hanan menyadari jika hal itu hanyalah sebuah kenangan. kini dia tau dimana adiknya berada bahkan dia tidak tau apakah sang adik masih hidup atau sudah tiada.


Hanan bertanya-tanya didalam hatinya apakah Ranum sudah bertemu dengan Ayana? atau belum? jika memang mereka sudah bertemu lalu kenapa mereka belum datang ke negeri Angin?. semua pertanyaan itu selalu ada didalam kepala Hanan.


tak lama kemudia raja San datang menemui Hanan. dia datang bersama beberapa pengawal, salah satu diantara mereka terlihat sedang membawa makanan untuk Hanan.


"Hanan ayah datang menemui mu untuk mengatakan jika hari ini adalah hari pengangkatan selir Deia untuk menjadi permaisuri dan pangeran Rui akan menggantikan mu menjadi pangeran mahkota negeri angin" ucap raja San dengan angkuh dan tak berperasaan.


"aku tidak perduli! kau bunuh ibu ku, kau bunuh mereka yang tidak berdosa, dan kau hukum orang yang ingin menegakan kebenaran. tindakan mu sungguh rendah" sahut Hanan sembari tersenyum sinis.

__ADS_1


"lancang sekali kau! harusnya aku membunuh mu bukannya memelihara mu!" ucap raja San yang terlihat marah.


Hanan pun tertawa saat mendengar jawaban ayahnya. Hanan memang sudah kebal dengan cacian, hinaan, ancaman, bahkan siksaan yang diberikan oleh sang ayah karena selama ini dia memang tidak lagi menyimpan rasa hormat ataupun kasih sayang kepada sang ayah semenjak kematian ibu dan kerabatnya. yang telah dihabisi dengan keji dan jasadnya diperlakukan seperti penjahat oleh raja San padahal sebenarnya mereka adalah orang-orang yang baik.


"penjaga jangan beri dia makan ataupun minum. biarakan dia mati karena kelaparan setelah itu buang mayatnya ke sungai" ucap raja San tanpa rasa belas kasih.


"sayangnya aku tidak akan mati sebelum aku melihat kau dihabisi oleh adik dan kekasih ku" ucap Hanan sembari tertawa lepas seakan meremehkan kekejaman sang ayah.


raja San yang meradang dengan ucapan Hanan kemudian membalikan tubuhnya dan mencengkram leher Hanan dengan kuat.


"akan ku bunuh kau sekarang juga!" ucap raja San sembari mencengkram leher Hanan sekuat-kuatnya.

__ADS_1


"uhuk. uhuk. uhuk. kau bisa menyakiti ku tapi kau tidak akan bisa membunuh ku, karena keadilan... tidak akan pernah mati!" ucap Hanan yang sudah kesulitan bernafas sembari tersenyum sinis menandakan keyakinan dan keberanian yang ada didalam hatinya jauh lebih besar dari pada ketakutannya kepada kematian.


__ADS_2