LEGENDA CINTA PUTRI DUYUNG

LEGENDA CINTA PUTRI DUYUNG
DATANGNYA SANG PUTRI MAHKOTA.


__ADS_3

fajar telah tiba, sinar sang mentari pagi mulai menyinari kerajaan putri duyung. Ayana telah bersiap sebagaimana yang seharusnya dilakukan oleh seorang putri mahkota.


Ayana telah bertekat untuk merubah sikapnya dan lebih mementingkan kerajaannya. kini dia telah bisa berfikiran dewasa, dia tau apa yang harus dilakukannya demi kemajuan kerajaanya.


kejadian 1 malam ketika dia berbincang dengan panglima elang menyadarkan dirinya betapa pentingnya posisi sebagai seorang putri mahkota dan juga betapa besar tanggung jawabnya kepada rakyat dan kerajaanya.


ketika Ayana membuka pintu kamarnya dan melangkah keluar menuju ibundanya, semenjak hari itu dia sepenuhnya telah siap untuk memikul tanggung jawabnya sebagai seorang putri mahkota.


ketika menghadap sang ibunda.


"Ayana?" ucap ratu Isabela yang terkejut dengan penampilan dan sikap putrinya.


"salam ibunda" sahut Ayana memberikan salam hormat dengan sangat formal.


"kau terlihat sudah sangat dewasa putri ku" ucap ratu Isabela memberikan pujian.


Ayana kemudian menekuk kedua kakinya dan berlutut dihadapan ibunya sembari menekuk kedua tanganya memberikan penghirmatan.


"Ayana?" ucap ratu Isabela keheranan.


"mulai hari ini aku berjanji akan menjadi seorang putri mahkota yang bertanggung jawab, melaksanakan setiap peraturan dan perintah sang ratu, berjanji tidak akan lagi melampaui batasan ku, dan berjanji akan menjadi contoh yang baik bagi semua bangsa putri duyung" sahut Ayana dengan sangat formal.


semua tamu dan anggota kerajaan yang ada diruangan merasa keheranan dengan sikap sang tuan putri. mereka merasa sangat bingung karena mereka semua tau jika Ayana adalah seorang putri yang selalu mencintai kebebasannya, namun hari ini mereka melihat Ayana didalam sosok yang jauh berbeda.


para tamu yang memandang Ayana saat itu merasa sangat terkesima akan kecantikan dan juga kesopanannya. merekapun juga mengakui kecerdasan dan kebijaksanaan Ayana yang memang sudah dia tunjukan semenjak masih remaja.


perubahan Ayana adalah karena dia menginginkan kebebasan yang nyata bagi negerinya, dan dia tidak menginginkan adanya peperangan sebab dia tau akibat dari suatu perang adalah kehilangan, luka, kesedihan, dan air mata.

__ADS_1


yang diinginkannya hanyalah kedamaian bagi negerinya dan kebahagiaan semua orang disekelilingnya.


setelah ratu Isabela mempersilahkan Ayana kembali ke singgahsananya. beliau juga mempersilahkan para tamu untuk duduk kembali, jamuan untuk para tamu memang dilakukan mengingat para tamu akan segera meninggalkan kerajaan putri duyung dan kembali ke negeri asal mereka.


ketika semua tamu sedang menikmati jamuannya meminta sesuatu kepada sang ibunda. dia ingin panglima elang menjadi gurunya, dan mengajarkan mengenai strategi perang serta banyak hal kepadanya.


keinginan Ayana sempat mendapatkan penolakan dari sang ibunda namun kemudian Ayana mendapatkan izin atas permintaanya tersebut dan kemudian panglima elang pun dipanggil untuk menghadap ke istana dan menemui Ayana secara pribadi.


setelah acara perjamuan selesai semua tamu kemudian berpamitan untuk kembali ke negeri asal mereka satu persatu. ketika Hanan dan Ranum berpamitan kepada Ayana dan ratu Isabela disitulah tercipta suatu perasaan kesedihan yang amat dalam karena suatu perpisahan.


"kami pamit putri" ucap Hanan dan Ranum memberikan salam perpisahan.


ketika kedua pangeran sudah berjalan menjauhi gerbang istana putri duyung Ayana menghentikan langkah kedua pangeran negeri angin itu.


"tunggu" ucap Ayana menghentikan langkah kedua pangeran itu.


"pangeran Hanan... semoga kita bisa bertemu lagi suatu hari nanti" ucap Ayana dengan mata berbinar.


kemudian Ayana mendekati Ranum dan menyentuh wajahnya. Ayana menutup matanya sejenak dan membukanya kembali setelah dia melepaskan tangannya dari Ranum.


"Ranum tanda yang aku berikan ditangan mu memiliki suatu arti yang sangat mendalam, nama Xiao Ai adalah nama seseorang yang sangat berarti bagi ku. dan kau telah mengingatkan aku kepadanya aku harap kita dapat bertemu lagi dilain waktu" ucap Ayana yang kemudian membalikan tubuhnya dan berjalan menjauhi kedua pangeran itu.


ketika dia mulai menjauh Ranum mendekatinya dan menggenggam erat tangannya.


"aku berharap disaat kita bertemu nanti... kau akan menjadi kakak ipar ku" ucap Ranum dengan lirih.


putri Ayana melepaskan genggaman tangan Ranum dengan lembut dan kemudian kembali ke kerajaannya. tak lama ketika sang putri kembali ke istana bersama sang ratu dan rombongannya panglima elang datang menghadap.

__ADS_1


putri Ayana meminta panglima elang mengikutinya ke ruang belajarnya dan ingin berbicara empat mata dengannya.


"putri kenapa anda meminta saya menjadi pembimbing anda?" tanya panglima elang dengan sangat hormat.


"setelah pembicaraan kita kemarin malam jujur aku menjadi sangat menyadari kesalahan ku selama ini, dan aku mengerti jika semua yang aku lakukan adalah salah" sahut Ayana memberikan alasan.


"lalu?" tanya panglima elang meminta kejelasan.


"aku ingin anda menjadi guru pembimbing ku dan mengajari ku segalanya, ilmu pedang, setrategi perang, exelir semuany" sahut Ayana menjelaskan.


"putri Ayana... aku adalah seorang panglima dan seorang penjaga perdamaian, aku bukanlah seorang penasehat ataupun seorang ahli ilmu tanpa mengurangi rasa hormatku kepada mu aku tidak bisa menjadi pembimbing mu" ucap panglima elang menolak dengan hormat permintaan putri Ayana.


"aku dapat mengeri keputusan mu panglima... dan aku sangat menghormati hal itu" sahut Ayana dengan hormat.


"tapi panglima izinkan aku bertanya kepada mu saat aku membutuhkan nasehat mu" sambung Ayana berucap.


panglima elang pun tersenyum mendengar ucapan sang tuan putri. kemudian dia melepaskan sebuah pedang beserta sarungnya yang terikat di punggungnya dan memberikannya kepada Ayana.


Ayana dengan hormat menerima pedang itu dengan hati yang penuh tanda tanya, mengapa sang panglima memberikan pedang itu kepadanya?.


"dipedang itu tertulis sebuah nama yaitu Arinida, dia adalah gadis yang sangat aku cintai dan seorang wanita kehormatan dari bangsa putri duyung... pedang itu adalah pedang Arinida atau pedang kematian siapapun yang terluka oleh pedang itu pasti akan mati meski pun dia hanya tergores dia akan tetap mati karena peng itu aku buat dengan tangan ku sendiri aku membuatnya dari ratusan mutiara emas raksasa yang beracun dengan tambahan dendam dan amarah sebagai pelengkapnya..." ucap panglima elang menjelaskan.


"putri Ayana aku ingin kau memiliki pedang itu dan menjaganya, gunakanlah dengan sebagaimana mestinya akan tetapi aku berharap pedang itu tidak akan terlepas dari kerangkanya. karena aku tidak menginginkan terjadinya peperangan" sambung panglima elang menasehati Ayana.


Ayana pun tertegun, terdiam tanpa kata dan kemudian berlutut dihadapan sang panglima memberikan penghormatan sebagaimana seorang murid kepada gurunya.


"aku akan menjaga perdamaian negeri ini panglima, dan aku tidak akan membiarkan pedang ini ternodai oleh darah... namun akan ku jadikan pedang ini sebagai tanda kebesaran ku sebagai seorang putri mahkota" sahut Ayana dengan tegas.

__ADS_1


"kau memang seorang putri mahkota... kau adalah lambang perdamaian putri, dan aku sangat bangga kepada mu" ucap panglima elang sembari berlalu pergi meninggalkan Ayana.


__ADS_2