LEGENDA CINTA PUTRI DUYUNG

LEGENDA CINTA PUTRI DUYUNG
KESALAHAN.


__ADS_3

ketika Ayana dan Yamai sudah kembali ke penginapan Ayana melihat seorang utusan dari negeri duyung. melihat orang itu Ayana kemudian meminta Yamai pergi untuk membeli sesuatu ke pekan raya, Yamai pun menuruti keinginan Ayana.


setelah Yamai pergi Ayana segera mendekati wanita pembawa pesan itu.


"ikutlah dengan ku" ucap Ayana dengan lirih.


Ayana membawa wanita itu dan kemudian menutup pintu kamarnya. Ayana kemudian mempersilahkan wanita itu untuk duduk dan Ayana menanyakan pesan apa yang di bawa wanita itu.


"apa pesan yang kau bawa?" tanya Ayana dengan lirih.


"tuan putri anda harus kembali ke negeri duyung" sahut wanita itu.


"untuk apa?" tanya Ayana.


"untuk menyemayamkan jenazah keluarga kerajaan duyung dan membalaskan kematian mereka" sahut wanita itu suara yang bergetar.


"apa maksudmu?" tanya Ayana yang sangat terkejut.


"tuan putri. ratu Isabela, putri Diah, putri mayang, dan putri alesha sudah dibunuh oleh raja San bahkan seluruh anggota kerajaan negeri duyung juga sudah dihabisi putri... saat ini 279 jasad anggota keluarga anda sedang menanti untuk disemayamkan putri" sahut wanita itu sembari menitikan air mata.


keluarga Ayana dihabisi oleh raja San setelah raja kejam itu tau jika negeri duyung memiliki hubungan kekerabatan dengan negeri Tabib sehingga raja San merasa jika keluarga kerajaan negeri duyung pasti akan menuntut balas atas kematian kerabatnya karena itulah mereka juga ikut dihabisi tanpa ampun.

__ADS_1


ratu Isabela bersama dengan ketiga dibunuh dengan cara dipanah menggunakan panah beracun. selain itu sebagian dari anggota keluarga kerajaan duyung juga dibunuh dengan cara dilukai dengan pedang, tidak ada satupun anggota kerajaan yang selamat termasuk juga panglima elang.


mendengar hal itu Ayana terkulai lemas tak berdaya. hidupnya serasa hancur tak tersisa ingin rasanya dia mengakhiri hidupnya, akan tetapi amarah dihatinya tidak membiarkan dirinya melakukan hal itu.


wanita pembawa berita kemudian pergi meninggalkan Ayana. Yamai melihat wanita itu pergi dan mendengar tangisan Ayana, dengan segera Yamai memasuki kamar Ayana untuk memeriksanya.


Yamai melihat Ayana sedang menangis dan terduduk dilantai. Yamai mendekati Ayana dan menanyakan perihal apa yang terjadi namun Ayana tidak menjawab pertanyaan Yamai dan terus menangis.


Yamai pun pergi keluar untuk mencari wanita pembawa berita yang bertemu dengannya dan Ayana tadi. Yamai mencari wanita itu keseluruh tempat tetapi dia tidak menemukannya, hingga pada akhirnya Yamai memutuskan untuk kembali ke kamar Ayana.


ketika Yamai sampai ke kamar Ayana dia melihat Ayana mencoba mengakhiri hidupnya menggunakan pedang kematian miliknya. Yamai meneriaki Ayana dan mencoba merebut pedang itu dari tangan Ayana.


"bibi kenapa? kenapa bibi melakukan ini?" tanya Yamai sembari mencoba menghalangi Ayana agar tidak menyakiti dirinya.


"bibi sudah berjanji akan membawa ku kemanapun bibi pergi, kalau bibi ingin mengakhiri hudup bibi bunuhlah aku juga bi" sahut Yamai yang terus berusaha menghalangi Ayana.


Keinginan Ayana untuk mengakhiri hidupnya saat itu membuat Yamai sangat marah. Yamai terus berusaha menghalang Ayana agar tidak meyakiti dirinya sendiri namun juga sebaliknya Ayana pun juga sangat bersikeras untuk mengakhiri hidupnya.


karena keinginannya untuk mengakhiri hidup sudah menguasai hatinya Ayana pun mendorong Yamai menggunakan exelir dan mencoba melukai lehernya menggunakan pedang kematian. namun Yamai tetap mencoba menghalanginya dengan merebut pedang itu dari tangan Ayana, namun sayangnya insiden itu terjadi.


Ayana yang sangat menginginkan kematian untuk dirinya sendiri mencoba merebut pedang yang sudah ada ditangan Yamai dan tanpa sadar dia melukai lengan Yamai menggunakan pedang kematian itu.

__ADS_1


Ayana baru menyadarinya ketika melihat ada darah yang mengalir dari tangan Yamai.


"YAMAI" teriak Ayana sembari merangkul tubuh anak itu.


Yamai terjatuh didalam pelukan Ayana dan dia manatap Ayana dengan tatapan yang penuh harapan.


"Yamai" ucap Ayana sembari menangis dan menyesali perbuatannya.


"bibi... jangan mati" ucap Yamai dengan sangat lirih.


"Yamai... kenapa kau bodoh sekali?! harusnya kau biarkan bibi mati!" sahut Ayana dengan perasaan bersalah.


"bibi pernah bilang jika kita harus melindungi orang yang kita cintai" ucap Yamai sembari menahan rasa sakit disekujur tubuhnya akibat racun dari pedang kematian itu.


"aku mencintai bibi, aku ingin bibi tetap hidup" ucap Yamai yang perlahan mulai menutup matanya.


"Yamai jangan tutup mata mu, bibi mohon" ucap Ayana dengan hati yang terluka dan penuh penyesalan.


"Yamai bibi berjanji akan melakukan apapun untuk mu, tapi bibi mohon jangan pergi" ucap Ayana sembari memeluk tubuh Yamai yang sudah lemas tak berdaya.


saat itu Yamai sudah kehilangan kesadarannya dia juga sudah hampir tidak bernafas. Ayana hanya bisa menangis tanpa tau harus berbuat apa, dengan mengerahkan kekuatan exelirnya Ayana membawa tubuh Yamai yang lemah pergi dari tempat itu menuju sebuah sungai dihutan yang jaraknya jauh dari pedasaan.

__ADS_1


setelah dia sampai ke sungai yang mengalir. Ayana meletakan tubuh Yamai diatas sebuah batu besar. kemudian Ayana merubah kakinya menjadi ekor duyung.


__ADS_2