Liburanku

Liburanku
1. Liburan


__ADS_3

Libur telah tiba telah tiba telah tiba yuuuuuhuuuuu, aku bersorak dengan semangat menyambut libur panjangku, tak ku pedulikan orang-orang yang menatapku sambil menggelengkan kepala. Kenapa? karena aku senang dan sangat senang.


Aku pulang dengan senyum mengembang sempurna, "Anak perempuan kita itu buk pulang-pulang kok malah jadi kaya gitu!" kata bapak yang melihatku seperti orang gila. Tentulah, siapa yang akan menyebutku waras kalau aku senyum dan tertawa sendiri. Ku hampiri bapak dan ibuku.


"mmm pak, buk, akukan liburnya satu bulan penuh, boleh nggak kalau aku liburan di rumah nenek?" tanyaku sambil tersenyum saaaangat manis!! ku lihat bapak sama ibu cuma saling pandang, "Ayolah pak, kan cuma satu bulan! aku janji nggak akan nyusahin!" kataku sambil memohon kepada kedua orang tuaku.


"ya sudah, lagian kamu juga nggak setiap liburan ke sana!" kata bapak yang mengalah karena desakanku.


"YES, YES, YES WONOSOBO AKU DATANG!" teriakku begitu senangnya. bapak hanya geleng-geleng melihat reaksiku. sedangkan ibu berkata, "Anak SMK kok kaya anak TK!". "Kan aku lagi seneng buk" jawabku. Aku tidur lebih awal agar tidak bangun kesiangan.


Aku bangun tidur jam lima pagi dan langsung mandi, "Alah-alah, di sana cuma ketemu Dewi sama Adnan kok ya harus mandi, biasanya juga nggak pernah mandi!" kata ibu sambil tersenyum, ibu memang selalu berkomentar dengan apa yang tidak pernah kulakukan, belum sempat aku menjawab bapak sudah nyahut duluan, "Ibu nggak ingat, kan di sana ada Faisal, mungkin dia mandi karena sudah janjian sama Mas Fa'i". sahut bapak sambil tertawa.


"Wooooh Bapak sama Ibu ini, anaknya mandi jam segini kok masih dikoment, siang dikoment juga, nggak mandi juga kena omel, aku mandi biar bisa dandan lama, jadi cantik!" tukasku sambil tertawa.


"Katanya cantik kok jomblo?" Ledek bapak, "BAPAAAAAK" teriakku sambil mencubit lengan bapakku yang sangat suka meledekku. "Ya udah kalo cantik bapak tanya, biasanya cantik itu identiknya bedak sama lipstik, kamu punya?" tanya bapak sambil tertawa, akupun kaget dan mengatakan "E. .e kok bapak tau lipstik? hayo sering beli'in siapa? Ibu suka dibeliin lipstik buk?" tanyaku sambil tertawa, sedangkan ibu hanya tersenyum melihat tingkah anak dan suaminya.


"Aku mau masuk kamar ah" kataku, tapi karena kurang hati-hati. .


.


GUBRAAAAAAAAAK


.

__ADS_1


Aduuuuuh. .Rintihku, Bapak dan ibu malah tertawa melihatku jatuh. "Karena Mas Fa'i itu buk! jadi jatuh, haaah berangkat saja belum sudah jatuh, kalo cantiknya hilang gimana sama Mas Fa'i?" kata bapak meledekku untuk yang kesekian kalinya. Aku membuang napas kasar "Bapak ini, tau anaknya jatuh bukan ditolang malah diledekin!" ucapku kemudian.


Flash Back on


Tiga tahun lalu aku mengunjungi Nenek, "Kamu tidur di sini ya nduk!" kata Bibi menunjukkan kamarku, "Oke bi" jawabku. Ku buka jendela kamar dan kulihat seorang melihat kearahku, dia melambaikan tangan kepadaku dan kubalas dengan satu anggukan dan tersenyum, Itulah awal pertemuanku dengan Faisal. Tadinya kupikir dia anak aneh karena setiap pagi saat aku membuka jendela dia selalu ada di kamarnya sambil melihatku, setelah melihat dan melambaikan tangan dia pergi, dan hal itu juga terjadi saat aku menutup jendela.


Dia selalu menunggu aku membuka jendela? ayolah Rat jangan ga-er, dia juga nggak tau siapa kamu!!. Kataku pada diri sendiri, selesai sarapan aku masuk ke kamar, dia tidak ada di sana. "Hai, boleh kenalan?" tanyanya


.


AAAAAAAAA


.


Flash Back off


Aku duduk di bis menuju rumah Nenek, tak bisa ku pungkiri perkenalan pertama dengan Fa'i memang bisa membuatku selalu tersenyum.


Rat aku ingin membuat kamu tersenyum seperti ini, aku ingin kamu jadi pacarku! kamu mau nggak? itu yang membuatku bersalah padanya, kutolak dia dengan alasan takut konsentrasi belajarku terganggu, dia memang nggak marah tapi aku sendiri yang nggak enak hati.


Empat jam naik bis membuat pantat berasa terbakar, belum lagi perjalanan sampai rumah Nenek. Ku lihat kanan kiri, biasanya ada ojek tapi sekarang nggak ada, apa mereka ikut liburan? ada liburan sekolah ada liburan ojek! aku tersenyum sendiri, kuhampiri warung untuk membeli air mineral dan bertanya, "Bu, biasanya di parkiran sana ada ojek kok sekarang nggak ada? lagi libur?" tanyaku "Kayaknya tadi ada dek, mungkin pergi" jawab ibu itu. Aku cuma mangut-mangut, ku bayar air mineral yang ku beli dan pergi. Kucoba telfon Dewi lama tak ada jawaban, terpaksa aku harus jalan kaki.


Aku berjalan perlahan, sambil terus mencoba menghubungi Dewi dan sama saja. Kemana tu anak di telfonbnggak di jawab, WA nggak di bales, kakiku udah capek batinku menjerit karena siksaan ini. Dari jauh ku lihat orang-orang berkerumun, karena rasa ke-kepo-anku yang terlalu tinggi kudatangi mereka, "Maaf bu mau tanya, kok ramai-ramai ada apa ya?" tanyaku sopan "Oh itu dek ada orang goblok mau gantung diri, tapi gagal". Jawab ibu yang lain

__ADS_1


Orang goblok (bodoh)? ku lihat korbannya dan aku langsung menutup mulut, takut tawaku menjadikan mereka emosi, kemudian aku meninggalkan menjauhi kerumunan, sepertinya sudah jauh! batinku


.


HAHAHAHAHAHAHAHAHAHHA


.


Keluarlah tawaku yang tertahan sedari tadi. Pantas ibu tadi bilang orang goblok (bodoh). setauku orang gantung diri itu yang dijerat lehernya pake satu tambang, ini pake dua tambang yang diikat kaki pula! kan selang******nya yang sakit aku senyum-senyum sendiri mengingat kejadian itu. Kemudian nasib sial menimpaku


.


TIIIIIIIIINNNN


.


Aku terkejut dan lompat ke pinggir jalan, dan sayangnya jalannya sudah habis, alhasil aku terjun ke saluran irigasi. "Kamu apa-apaan sih, ngagetin orang! kalau aku mati jantungan gimna?" kataku dengan nada tinggi, pengendara itu diam saja. Siapa sih ni orang? kurang ajar *banget sombong lagi*! gerutuku.


"Kamu kalau ketemu aku yang dibilang cuma mati jantungan aja! lupa sama aku?" katanya sambil membuka helm. Kulihat wajahnya, "Fa'i?" tanyaku, si pemilik nama hanya mengangguk. "Ayo aku anter pulang, mereka lagi pergi" kata Fa'i.


Setelah sampai aku hanya bisa duduk di kursi luar samping kamar yang biasa ku tempati, "Kok kamu bisa tau orang rumah lagi pergi?"tanyaku begitu bodohnya, dan kulihat Fa'i tertawa melihatku. Apa yang aneh dengan pertanyaanku? tiba-tiba kedua tangannya menyentuh pipiku dan mengarahkan wajahku kedepan, "Rumahku di samping rumah keluargamu, bagaimana aku tidak tau kalau mereka pergi?katanya. Alamaaaak, tepok jidat aku!!!! kok ya aku nggak ingat kalau rumahnya di sebelah rumahku!! gerutuku menyesali pertanyaan bodoh yang ku ucapkan. Tiba-tiba


"Fa'i kamu ngapain?"

__ADS_1


__ADS_2