
Ratna sudah bangun dari tidurnya, namun dia masih asik memandangi langit kamarnya hingga Pak Wardhana masuk.
"Sudah bangun ya, ayo mandi sudah sore!" kata Pak Wardhana, Ratna mengangguk dan mencoba menggeser posisinya.
Pak Wardhana menahan Ratna karena tidak ingin Ratna jatuh, "Sudah biar Papa bantu, jangan melakukan hal-hal yang bisa memperlambat kesempatan yang ada!".
Ratna mengangguk, "iya Pa!" katanya.
Pak Wardhana membawa Ratna ke kamar mandi, "Ma! Ratna sudah datang!!" kata Pak Waedhana kepada Bu Lanny yang memang sudah menunggu Ratna di kamar mandi, Bu Lannya tersenyum dan mngecup kepala Ratna.
.
.
Selesai mandi Ratna berada di ruang keluarga bersama ke dua orang tuanya, "Ratna, sebenarnya Papa punya kebun strawberry di desa A, mini market dan juga beberapa rumah makan, karena kamu anak Papa satu-satunya apa kamu mau meneruskan usaha keluarga kita?" tanya Pak Wardhana dengan hati-hati.
Kebun strawberry di desa A?? bukannya itu kebun yang pernah aju datangi bersama Bangkit!! kata Ratna dalam hati.
Ratna mengutarakan pendapatnya, "emm nggak apa-apa Pa, tapi kan kondisi Ratna masih seperti ini, apa Ratna bisa mengajak teman Ratna? ya setidaknya bisa menemani Ratna Pa!" , Pak Wardhana menganggukkan kepalanya, "boleh saja, mau siapa?".
Ratna menganggkat kedua bahunya, "Ratna belum tau Pa, Ratna boleh ke warungnya mbak Roh? sambil mencari teman".
Pak Wardhana mengernyitkan dahinya, "Papa antar ya!".
Ratna menggeleng pelan, "Ratna bisa sendiri Pa, Ratna juga nggak akan pergi jauh kok, nanti kalau Ratna ada sesuatu, Ratna akan telfon Papa atau Mama!", kata Ratna dengan memelas.
Bagaimanapun juga Ratna ingin pergi sendiri, karena sangat tidak enak kalau pergi ditemani orang tua, apalagi cuma di samping rumah.
Pak Wardhana mengalah, "ya sudah kamu boleh pergi, tapi jangan jauh-jauh ya!", Ratna sangat senang mendapatkan ijin dari Papanya, "terima kasih Pa, Ma!" kata Ratna.
Ratna mengambil ponselnya dan mengirim pesan kepada mbak Roh, (Mbak, saya sedang OTW ke situ, tolong buatin jus alpukat ya, minta ruangan yang di dalam!). Tidak lama kemudian mbak Roh mengirim balasan (Ok mbak Ratna).
__ADS_1
Ratna melihat ke dua orang tuanya, "Ratna pergi dulu Pa, Ma!", Pak Wardhana dan Bu Lanny mengangguk dan melambaikan tangan.
.
.
Sesampainya di warung, Mbak Roh menghampiri Ratna "sini biar mbak bantu!" kata Mbak Roh yang mulai mendorong kursi roda Ratna menuju ke dalam, "terima kasih mbak!" kata Ratna, mbak Roh tersenyum dan keluar karena ada beberapa pembeli.
Yang membatasi ruangan tersebut hanya sebuah sekat yang tidak terlalu tebal, dan di sekat itu terdapat sebuah jendela kecil tepat di sebelah Ratna duduk.
Ratna meminum jusnya dan memakan beberapa gorengan di depannya, apa setelah ini aku ke taman saja ya!! lagipula di sana kan sejuk bisa jadi spot selfi yang bagus, kata Ratna dalam hati.
tiba-tiba Ratna mendengar percakapan beberapa orang diluar, kok aku seperti kenal dengan suaranya ya!! sangat tidak asing di telingaku. Gumamnya.
Ratna mengintip dari jendela itu, "Dewi, Fathur!!" kata Ratna lirih, Ratna mengeluarkan ponselnya dan merekam semua yang mereka bicarakan.
Air matanya menetes.
mereka menbicarakan Ratna dari ujung kepala hingga ujung kaki, semua akan baik-baik saja Rat, jangan dengarkan omongan mereka, jadi diri kamu sendiri dan berusaha menjadi lebih baik lagi, dan sepertinya Dewi dan Fathur tidak bisa di ajak kerja sama,Erna dan Windi sudah bekerja, Wawan Dan yudhi juga baru saja diterima kerja, mungkin aku harus mengajaknya.
Ratna keluar membawa gelasnya yang sudah kosong, "Mbak Roh toling buatkan aku jus alpukat dan jus mangga ya!, eh kok ada kalian!! Wah ada pasangan yang serasi di sini, bahagia sekali kalian aku jadi iri dengan kalian berdua!", kata Ratna dengan menunjukkan senyum terbaiknya.
Dewi dan Fathur terkejut melihat Ratna,wajah mereka pucat.
Ratna tersenyum dan berkata,"Kalau kalian sakit sebaiknya jangan keluar rumah dulu, nanti pingsan di sini lho!".
.
.
Mbak Roh hanya tersenyum, "Mbak Ratna ini minumnya!", Ratna menjauh, "oh terima kasih mbak Roh!" kata Ratna.
__ADS_1
Ratna mengirim pesan kepada seseorang.
Ratna \=> Bisa datang ke warungnya mbak Roh nggak? ada sesuatu yang ingin aku bicarakan!
Faisal \=> Di sana ada Fathur Rat! aku takut dia berbuat seperti kemarin!
Ratna \=> 😒😒 Laki-laki kok penakut!! aku mau bicra penting ini.
Faisal \=> Iya aku ke sana!! tunggu ya!!
Ratna \=> 👏👏 thank you!!!!
.
.
Tidak berapa lama Faisal datang, "maaf ya lama!" katanya agak takut, Ratna tersenyum "nggak apa-apa! sini duduk" kata Ratna.
Faisal dan Ratna dduk berhadapan, "kamu mau ngomong apa?" tanya Faisal.
Ratna meminum jusnya sedikit, "emm kamu sudah kerja?", Faisal menggeleng, Ratna melanjutkan perkataannya, "Papa minta aku ngurus beerapa usaha Papa, karena kondisi aku yang nggak memungkinkan aku mau kamu menemin aku, ya setidaknya kamu juga bisa kerja kan!!" kata Ratna.
Faisal terkejut Ratna memberikan kesempatan kepadanya, "Tapi Rat aku.....".
"Ssst, rejeki nggak boleh ditolak lho!" kata Ratna dengan memainkan kedua alisnya, Faisal mengangguk.
Ratna bertepuk tangan, "ok kita mulai kerja besok ya!!"
"Iya, terima kasih kamu mau membantuku Rat!" kata Faisal, Ratna tertawa, "apaan sih, udah lupain semuanya, kita oikirin ide untuk memajukan tempat itu besok, emm kamu bisa antar aku pulang nggak?".
Faisal tersenyum, "tentu, ayo!". Faisal mendorong kursi roda Ratna menuju Rumahnya.
__ADS_1