Liburanku

Liburanku
Antara Hidup dan Mati


__ADS_3


kepala dan mulut Ratna mengeluarkan darah, bibi pingsan, sementara paman berusaha menyadarkan keponakan yang paling dia sayangi.


"Ratna, sayang! bangun nak!" paman menangis dan menepuk wajah keponakannya yang sekarat, "cepat panggil ambulan!" perintah Pak RT.


tidak menunggu lama ambulan sudah datang dan ratna dilarikan ke rumah sakit, dewi menghubungi orang tua ratna.


Di Rumah Sakit


Paman berdoa, menunggu dokter keluar.


.


KLEK


.


"dokter bagaimana keadaan anak saya?" tanya paman dengan cemas, takut.


"terjadi pendarahan di kepala pak, kami harus secepatnya melakukan tindakan operasi, dan kedua kaki anak bapak patah".


Paman terduduk, "ya allah, cobaan apa lagi yang engkau berikan!" . Pak Yat yang sabar", kata Pak RT menenangkan paman.


"dek kenapa semua jadi seperti ini?" tanya ayah yang baru sampai bersama ibu ratna.


Paman berlutut dihadapan orang tua ratna."maaf mas, aku lalai, maafkan aku" kata paman sambil menangis.


.


.


Keesokan harinya Ratna dibawa ke ruang operasi, seluruh keluarga datang ke rumah sakit, teman-teman, dan kedua tersngka penculikan turut hadir, hanya saja paman belum mengetahui yang sebenarnya. operasi tersebut berlangsung selama berjam-jam.


.


kleek, pintu ruang operasi dibuka.


.


"dokter bagaimana anak saya?" tanya ayah ratna dengan cemas,


"alhamdulillah operasinya berjalan lancar, namun keadaan pasien sekarang sedang koma!"


Semua yang mendengar menitikkan air mata, tidak berapa lama Ratna dibawa ke kamar, beberapa alat menempel ditubuh mungilnya dia tidak bisa bertahan sendiri.


Di Alam Bawah Sadar


Ratna membuka mata, "gelap, aku takut!"

__ADS_1


Ratna berteriak memanggil orang yang dikenalnya.


"IBUUU!, AYAAAH!, PAMAAAN!" tidak ada yang mendengar, ratna menangis ketakutan.


Hingga suara itu terdengar, "siapa kalian? kenapa menangis? tolong aku?"


Ratna ketakutan, kemudian berbaring dan memejamkan matanya.


aku merasakannya, seseorang membelai wajahku, siapa dia? haruskah aku membuka mata?? tidaak aku takut, pasti sangat gelap!!.


Di Rumah Sakit


Paman mengajak Bibi dan orang tua ratna untuk makan, "mas, mbak makan dulu yuk!" kata Paman.


"Mbak nggak lapar yat, kamu saja! mbak mau nunggu ratna kasihan sendiri" kata ibu ratna sambil membelai lembut wajah pucat ratna.


"Biar nak-anak yang temenin mbak, kalau ratna bangun dan lihat mbak sakit, kan kasihan ratna!" bujuk paman, "ayo makan dulu!" ajak ayah, kemudian mereka pergi.


Fathur, Erna, Dewi, Wawan, Yudi, Faisal dan Adnan menunggu di dalam kamar, mereka berbagi cerita.


Dewi? itu kamu? fathur? wawan! Ratna memanggil mereka, namun mereka tidak mendengar.


.


.


entah mana yang akan dipilih, kembali bersama keluarga atau memilih meninggalkan mereka.


.


.


hari pertama masuk sekolah, orang tua ratna datang memberikan surat dari dokter, bagaimanapun juga sekolah tetap mempertahankannya karena Ratna adalah siswi yang cerdas.


Ibu dan bibi menjaga saat pagi hingga sore hari, sedangkan Ayah dan Paman berjaga saat sore hingga pagi hari.


Sesekali Dewi dan teman-temannya datang, menceritakan kegiatan mereka dengan bercucuran air mata, seperti yang mereka lakukan saat ini.


Kalian jangan menangis!! aku mendengar cerita kalian, aku juga ingin bercerita tapi aku takut untuk membuka mata, di sini sangat gelap, karena itu aku memilih untuk tidur!! tapi meskipun aku tidur, aku bisa mendengar cerita kalian.


Ratna mendenar suara langkah kaki menjauh, apa mereka akan pulang?, tidak lama kemudian seseorang membuka pintu.


"Selamat sore manis!" katanya, "maafkan aku rat membuat kamu terbaring disini, maafkan aku, maafkan aku! hiks,hiks"


*Suara ini, aku mengenalnya, kamu, kamu. .TOLONG, TOLONG, SIAPAPUN DISANA TOLONG AKU!! DIA ORANG JAHAT, APA ADA YANG MENDENGARKU?? BAWA ORANG INI JAUH DARIKU, TOLONG!!! hiks, hiks.


Ayah Ibu dia Fa'i, dia menculikku dia juga ingin menodaiku, ibu apa ibu mendengarku, ayah! ayah dimana!! pamann!! bibi, dewiii*.


"Ratna, ini ayah sama paman! ayo berusaha sayang, buka mata kamu nak!" kata ayah rtna sembari mengusapnair matanya.

__ADS_1


Ayah! ayaah!! aku takut yah, paman nyalakan lampunya!! siapa dia yah? dia memegang tanganku!!


"Bagaimana dok? apa sudah ada perubahan?" tanya paman


"Belum pak, kita masih harus berusaha!" kata dokter


"Kamu pasti bisa sayang!" kata Ayah mencium kedua pipi dan keningku.


"Selamat hari minggu pagi Ratna, aku tidak sendiri lho Rat! aku ditemani Fathur, Windi, Erna, Wawan, Yudi, Adnan dan Faisal!, kita semua kangen sama kamu Rat!, aku yakin kamu pasti mendengar kata-kata aku, ayo rat berusahalah, gerakkan jari kamu Rat!" kata Dewi diiringi tangis mereka yang tidak terbendung.


Iya, aku dengar, aku dengar kamu wi, meskipun pelan aku masih bisa mendengar suara tangisan mereka, aku sudah menggerakkan jariku wi, apa kamu melihatnya?? wi?? kamu mau kemana? kenapa kalian lari??


"DOKTER, DOKTER" teriak Dewi, "ah sus j-jari Ratna bergerak!" kata dewi dengan bergetar.


Suster segera memanggil dokter kemudian mereka berlari menuju kamar ratna.


Dokter segera memeriksa keadaan Ratna, "benerapa sarafnya mulai aktif kembali, namun kita masih harus berusaha hingga ratna benar-benar membuka matanya, bisa jadi Ratna sudah bisa mendengar apa yang kita bicarakan, hanya belum bisa merespon, cobalah ajak bicara sesering mugkin".


Ibu menangis haru, "mbak! Ratna sudah berusaha dengan keras, kita juga harus berusaha membuatnya bahagia, menjadi pelengkapnya saat dia terpuruk nanti"


Paman? paman! siapa yang terpuruk? apakah aku? terpuruk karena apa, apa kalian bisa menjelaskan kepadaku? ceritakan semuanya paman!! ayah!! ibu!! jelaskan kepadaku!! aku bisa mendengarnya!! bagaimana dengan Adnan dan Fa'i? apa kalian sudah tau kalau mereka jahat? apa mereka pergi melarikan diri? kapan kalian akan mendengarku!


Ratna putus asa, semua yang dia katakan tidak di dengar sama sekali, ayah, ibu aku ingi pulang, aku igin bersama kalian, aku takut membuka mataku!!


Apakah aku bisa kembali? apa aku bisa pergi jalan-jalan lagi? aku ingin banyak hal, aku ingin tertawa bersama mereka.


Sudah tiga minggu Ratna berada di Rumah Sakit, sesekali dia menggerakkan jari tangannya.


"Ratna, kami datang sayang! bukan hanya ayah dan paman, tapi ada teman-temanmu juga!" kata ayah dengan mencium kening dan pipi.


Ceritakan kepadaku, apa yang kalian lakukan saat aku tidak ada!! apa kalian membawa sesuatu untukku?? jangan menangis!! apa yang akan kalian ceritakan??.


Sementara itu. .


"cucu eyang kenapa disini?" tanyanya sambil membelai rambut ratna yang menyembunyikan wajahnya,,


"si-siapa kamu?" tanya ratna tanpa membuka mata.


"ini eyang kakung! masa lupa sama eyang sendiri, ayo buka mata kamu, di sini sangat indah" kata eyang sambil tertawa.


"tidak, tidak, di sini gelap! aku takut gelap" kata ratna lirih.


"percaya sama eyang, disini terang, pemandangannya sangat indah sayang!"


Ratna membuka mata perlahan, ahh iya, tapi kemarin sangat gelap, kenapa sekarang tidak??


ratna melihat keluarga dan teman-temannya sedang berkumpul di tempat yang lumayan jauh.


Ayah? Ibu? ratna ingin berlari mengejar mereka namun dia teringat akan eyang-nya, "sana kejar, eyang kakung sudah sama eyang putri" katanya. Ratna berlari mengejar keluarganya.

__ADS_1


__ADS_2