Liburanku

Liburanku
Kekecewaan


__ADS_3

Faisal menyembunyikan wajah Ratna di dadanya, "Aku sudah berjanji tidak akan mengecewakan orang tua Ratna.!" kata Faisal melepaskan Ratna dari pelukannya.


Ratna tidak menyangka bahwa Faisal akan datang dan melindunginya, Faisal tersenyum "aku mohon jangan sakiti Ratna!" kata Faisal dengan lembut kepada Dewi.


"KAMU PIKIR KAMU ITU SIAPA! KAMU SADAR NGGAK, KAMU YANG SUDAH BUAT DIA NGGAK PUNYA KAKI" teriak Dewi dengan bangganya.


Ratna melihat Faisal yang hanya diam, "dia memang buat aku hancur Wi, tapi aku juga beruntung karena aku jadi tau mana kawan dan mana lawan!" balas Ratna.


"Cih, dasar cacat!" ujar Fathur.


.


DEG


.


DEG


.


DEG


.


Hati Ratna sakit mendengar kalimat itu, "tidak apa-apa kamu jadi orang cacat sayang! yang penting hati kamu sempurna!" kata Pak Wardhana yang keluar dari dalam rumah.


Dewi dan Fathur terkejut dengan keluarnya keluarga Ratna, "dek kami pulang dulu ya! soalnya besok hari penting untuk Ratna!" kata Pak Wardhana.


"Selamat malam Fathur, Wi" ucap Ratna dengan tersenyum, "o iya I besok berangkat pagi ya!" tambah Ratna, Faisal menganggukkan kepalanya.


Sesampainya mereka di rumah, Daniel menjadi uring-uringan, ke dua orang tuanya hanya diam dengan wajah sayu, "apa yang terjadi dengan kalian! kenapa seperti ini?" tanya Ratna.


Bu Lanny menangis, Daniel memeluk Ratna dengan erat, "Dia tidak akan merendahkanmu lagi, tidak akan pernah!" kata Daniel.


Ratna tersenyum, "Jangan menangis, aku tidak akan kalah dari apapun!! lusa aku akan belajar jalan kan!!" kata Ratna dengan bahagia.


Akhirnya mereka berpelukan bersama, Ratna melihat ketiga teman Daniel yang menatap mereka dengan haru, "emm apa kalian juga ingin seperti teletubbies!! ayo kita berpelukan bersama!".


Mereka tertawa bersama, Ratna menjadi lega candaannya berhasil mencairkan suasana hati keluarganya yang semrawut.


Mereka masuk ke kamar masing-masing, sedangkan Ratna ditemani oleh kedua orang tuanya, "kamu lebih kuat dari yang Papa kira sayang!" kata Pak Wardhana dengan tersenyum.


"Siapa dulu orang tuanya!" balas Ratna dengan tertawa dan memeluk Bu Lanny dengan erat, "sudah ayo tidur, bukankah besok harus berangkat pagi" kata Bu Lanny.


Ratna menganggukkan kepalanya, "Selamat tidur Pa, Ma!" kata Ratna saat melihat kedua orang tuanya keluar kamar.


.

__ADS_1


.


Drrrrt, drrrrt, drrrrt


.


.


*I stand here waiting for you to bang the gong


To crash the critics saying, "is it right or is it wrong?"


If only fame had an IV, baby could I bear


Being away from you, I found the vein, put it in here


I live for the applause, applause, applause


I live for the applause-plause, live for the applause-plause


Live for the way that you cheer and scream for me


The applause, applause, applause*


.


.


"Ratna Faisal menelfon kamu! kok nggak diangkat!" kata Bu Lanny sambil membangunkan Ratna.


"iya Ma!" kata Ratna.


Ratna \=> (Kenapa I, malem-malem telfon aku!).


Faisal \=> (hah malem? kamu bilang mau berangkat pagi ini sudah jam setengah lima! aku udah didepan rumah kamu!)


Ratna \=> (What??? aku emang bilang pagi Fa'i, tapi nggak sepagi ini juga keleesss!!! bentar aku turun)


.


Tuut, tuut, tuut


Ratna menutup telfonnya, "Ma anterin aku turun! Fa'i sudah di depan rumah!" kata Ratna, Bu Lanny terkejut mendengarnya.


Bu Lanny membantu Ratna mandi dan Daniel yang membuka pintu untuk Faisal.


.

__ADS_1


.


Mereka sarapan bersama, tadinya Faisal menolak tapi karena paksaan dari Bu Lanny akhirnya dia bersedia untuk sarapan.


"Lain kali datang jam dua belas! jangn cuma jan setengah lima!" cibir Ratna.


Semua orang tertawa karena omelan Ratna, sementara Faisal hanya menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


.


.


"Kita berangkat ya Ma, Pa!" kata Ratna menyalami kedua orang tuanya, kakak dan teman-temannya, "eh kakak hari ini kemana?" tanya Ratna.


Daniel tersenyum, "kita akan ke kebun durian!" kata Daniel berbinar, Ratna melebarkan matanya, "kalian bertiga harus hati-hati, aku takut buah itu akan membunuh kalian! karena aku pernah sekarat karena baunya!" kata Ratna.


"Ayo pergi" kata Ratna kepada Faisal.


Faisal mengangguk, mereka berdua pergi menggunakan kibil Pak Wardhana.


Daniel


"Ayo, kita juga harus pergi" kata Daniel.


Angel dan Charlotte menjadi tidak yakin untuk pergi ke kebun durian, Daniel bingung dengan mereka berdua.


"Hei ayo kita pergi", kata Daniel dari dalam mobil, "A-aku merasa tidak yakin Dan!" kata Angel.


"Angel, Charlotte!! Ratna tidak suka dengan durian sejak kecil, itu sebabnya saat mencium aromanya dia sekarat!!" kata Daniel meyakinkan kedua teman perempuannya.


Alex mengecup pipi Charlotte, "semua akan baik-baik saja, honey!", kata Alex.


Charlotte memarahi Alex yang mencium pipinya, "jangan pernah lakukan itu Alex, aku tidak suka!" kata Charlotte.


"Ok, aku minta maaf honey, aku tak akan mengulanginya!" kata Alex dengan wajah sendunya, sedangkan Daniel dan Angel hanya cekikikan melihat pasangan kekasih yang super lucu itu.


Daniel mengatahui Angel yang sedang menatapnya, "Ayolah, angel aku tau aku ini tampan sekali, jadi jangan menatapku seperti itu" kata Daniel.


Angel menghembuskan nafasnya kasar, "huh, aku melihat kamu tidak ada miripnya dengan keluarga kamu Dan! bukan yang lain" kata Angel sinis.


Daniel tertawa, "bagaimana aku mirip dengan mereka kalau aku hanya anak angkat mereka!" kata Daniel.


Sontak saja ucapan Daniel membuat ketiga temannya terkejut.


"Benarkah? maaf aku tidak tau" kata Angel menyesali pertanyaannya.


"Tidak apa-apa Angel, aku beruntung mereka menjadi orang tua ku, mereka menyayangiku seperti anaknya sendiri" kata Daniel.

__ADS_1


Charlotte yang masih penasaran dengan keluarga Danielpun bertanya, "tapi Dan, aku ingat kamu menyebutkan dengan nama Ratna Dwi kan, itu artinya dia anak kedua, lalu anak pertama mereka?" tanya Charlotte.


Daniel menghembuskan nafas perlahan, "akan ku ceritakan dari awal agar kalian tau!" kata Daniel.


__ADS_2