Liburanku

Liburanku
Secercah Harapan


__ADS_3

Pak Wardhana menemui Ratna yang berada di dalam kamar bersama teman-temannya, "Papa akan tebus obat, kamu mau di beliin apa sayang?", Ratna tersenyum mendengarnya, "aku mau martabak manis, sate, roti bakar, sammmph" Ratna tidak melanjutkan pesanannya karena Bu Lanny membekap mulut Ratna.


"Kamu itu kapar apa rakus! kenapa nggak minta durian aja, kan deket carinya" kata Bu Lanny sambil tertawa, "NOOOO!!, mama nggak tau baunya aja udah hampir buat aku mati" kata Ratna.


"Ok, kita bisa cari waktu untuk makan durian bersama! jadi kamu mau apa?" kata Pak Wardhana memecah percakapan Ibu dan anak itu, "martabak manis dan roti bakar saja! semua rasa ya pa!" kata Ratna sambil tersenyum.


Pak Wardhana memperlihatkan ibu jarinya, sedangkan bu Lanny pergi ke dapur membuat minum, "kamu baik-baik saja? wajah kamu lebam!" kata Ratna yang melihat Faisal.


Faisal tersenyum dan mengangguk, "tadi sudah di komores sama Erna!" katanya, Dewi masuk membawakan teh yang sudah dibuat Bu Lanny, "Tehnya diminum dulu!" kata Dewi.


"cuma tiga Wi? buat Faisal nggak ada?" tanya Ratna, Dewi mengangkat kedua bahunya dan pergi, Ratna memberikan minumannya kepada Faisal, "nggak usah Rat, aku sudah minum tadi".


Bukan Ratna namanya kalau cepat kalah begitu saja, "aku mohon!", kata Ratna dengan memasang wajah memelasnya, dan itu berhasil membuat Faisal menerima minumannya.


"Rat udah hampir maghrib, kita pulang dulu ya!" kata Erna, Ratna melihat keluar jendelanya, "oh ok, terima kasih karena sudah mau nemenin aku!".


"biar aku tutup jendelanya!" kata Faisal, Ratna mengangguk pelan, "terima kasih!". Faisal tersenyum melambaikan tangannya dan pergi.


.


.


Ratna menyalakan mp3 untuk mengusir rasa bosannya, "hallo sayang! ayo makan!" kata Bu Lanny, Ratna mengangguk, "ma, boleh tutup pintunya? ada sesuatu yang mau aku bicarakan!" kata Ratna, "tentu!" kata Bu Lanny.


Setelah pintu ditutup Ratna bertanya kepada Mamanya. "Ma, ada apa dengan Dewi? aku melihatnya sangat aneh tadi!"

__ADS_1


"Dia tidak terima Fathur dimarahi oleh Papa kamu sayang!" Kata Bu Lanny.


"Bisakah kita pulang? aku tidak mau di sini" kata Ratna, "nanti kita bicara dengan Papa ya!, bilang sama Papa!" Kata Bu Lanny, Ratna hanya mengangguk pelan.


Ratna masih terjaga menunggu kepulangan Ayahnya, "Assalamu'alaikum", kata pak Wardhana saat memasuki rumah, "Wa'alaikumsalam," jawab Bu Lanny kemudian mencium punggung tangan suaminya.


"Pa, Ratna sudah menunggu!" kata Bu Lanny dengan mengedipkan satu matanya, Pak Wardhana tau bahwa istrinya mengisyaratkan sesuatu yang penting.


"Dek, ini ada roti bakar sama martabak manis!" kata Pak Wardhana, "Kok repot-repot mas! Buat Ratna saja!" kata Pak Yat, Pak Wardhana tertawa kecil, "Ini punya Ratna, masa sama keluarga sendiri repot!, ingat kita saudara, harus saling membantu dan tidak ada kata merepotkan".


Pak Wardhana membuka pintu kamar Ratna, "wah sudah ada yang menunggu Papa ya! Apa takut pesanannya dilupakan", Ratna tersenyum, "enggak! Aku tau Papa pasti beli, emmm ada yang mau Ratna sampaikan Pa!",kata Ratna lirih.


Pak Wardhana mengernyitkan dahinya, "sepertinya ada yang mengganggu pikiran putri kecil Papa!, ada apa sayang?" tanya Pak Wardhana.


Ratna tidak bisa menahan tangisannya lebih lama, Pak Wardhana segera memeluk Ratna, "ceritakan semua kepada Papa sayang!".


Pak Wardhana memeluk Ratna dengan sangat erat dan menghembuskan nafasnya perlahan, "Papa belum mempunyai jawaban dari semua pertanyaan kamu sayang! Tapi Papa berjanji akan mencari jawabannya untukmu!" kata Pak Wardana.


Ratna mengusap air matanya dengan kasar, "Hiks, hiks apa kita bisa pulang Papa? Aku sudah tidak nyaman di sini! hiks, hiks".


Pak Wardhana melepas pelukannya dan mengusap kepala putri semata wayangnya, "kalau kamu ingin pulang kita akan pulang sayang, kita akan pindah ke rumah yang ada di samping warungnya mbak Roh", bisik Pak Wardhana.


Ratna melebarkan kedua matanya, "itu rumah Papa? Kenapa Papa tidak beritau Ratna sebelumnya?" Ratna melipat kedua tangannya.


Pak Wardhana tertawa kecil dan menatap kaki Ratna, "maafkan Papa sayang! Sebenarnya Papa ingin meberikan kejutan saat liburanmu, tapi kesempatan itu hilang!".

__ADS_1


Ratna mengetahui ada kesedihan di mata Papannya, "maaf Papa! Ratna tidak bermaksud mengingatkannkejadian itu! Mau kapan waktunya ini terap menjadinkejutan kan!" kata Ratna mengumbar senyumnya.


Pak Wardhana tersenyum putrinya sudah mulai tegar menghadapi kenyataan, "sudah ceritanya! Ayo dimakan! Karena kamu yang minta kamu harus makan yang banyak!" kata Bu Lanny membawa dua piring berisi martabak manis dan roti bakar.


Ratna makan dengan lahapnya, "pelan-pelan sayang, nggak akan ada yan merebutnya darimu!" kata Pak Wardhana,


Ratna teringat Paman dan Bibinya, "eh iya, Paman sam..".


Dengan cepat Pak Wardhana memotongnya, "sssst, Papa beli dua untuk mereka sayang!".


Ratna mengangguk-anggukan kepalanya, "Papa ingin memberitaukan sesuatu sayang, tapi kamu harus makan banyak dulu!" kata Bu Lanny.


Papa mau ngasih tau apa sih? Kenapa harus makan banyak dan setelah makan, kenapa nggak sekarang saja! batin Ratna.


Ratna mengambil air mineral yang ada di samping tempat tidurnya, "huh, akhirnya perut aku penuuuuh!" kata Ratna dengan senangnya, "jadi, Papa mau ngasih tau apa?".


Pak Wardhana tersenyum, "emmm satu minggu lagi kamu bisa belajar berjalan! Dan kakak kamu yang akan nemenin kamu!" bisik Pak Wardhana.


Ratna melebarkan kedua matanya, "Papa serius? Aku latihan jalan minggu depan? Sama kak Daniel?" Ratna tidak oercaya dengan apa yang dia dengar.


Pak Wardhana tersenyum melihat putrinya yang begitu bahagia mendengar berita tersebut, secercah harapan yang di tunggu-tunggu oleh keluarga kecilnya selama lima tahun akhirnya muncul.


Bu Lanny masuk, "ayo kamu harus istirahat sayang!" Bu Lanny mengecup kening Ratna.


"Selamat tidur putri kecil Papa!" kata Pak Wardhana, Ratna mengerucutkan bibirnya, "selamat tidur Papa, Mama, dan aku bukan putri kecil lagi Papa!" kata Ratna.

__ADS_1


Ratna tidur dengan sangat nyaman, jika dihitung-hitung, ini adalah kali pertamanya bisa tidur tanpa kedatangan mimpi buruk yang selalu singgah di setiap malamnya.


__ADS_2