Liburanku

Liburanku
Mereka Temanku


__ADS_3

Aku mendengar suara banyak orang, "Assalamu'alaikum pak yat!". "wa'alaikum salam, masuk saja!" kata paman.


Tidak lama kemudian, "hai Rat, sudah kangen sama kita?" tanya Wawan yang masuk terlebih dahulu, aku memandang mereka dengan perasaan heran.


Mereka mau ngapain bawa selimut, bantal cemilan! kseperti pindah rumah saja.


"kalian mau main, pindah rumah, apa mau jadiin kamarku jadi tempat pengungsian?" kataku sambil menyilangkan tangan di depan dada, "tadinya kita cuma mau main sebentar, tapi karena ajakan si fathur, kita semua akan menginap semalam di sini, sambil nonton film!" kata erna sambil menunjukkan kaset dvd yang dibawa, "cemilannya juga sudah ready!" tambah windi.


Aku hanya melihat barang-barang mereka, "aku bisa pastikan besok pagi kamarku pasti lebih mengerikan dari perang dunia kedua!" aku tersenyum, dan mereka tertawa mendengar ucapanku.


sebenarnya aku sudah menahan kantuk sedari tadi, namun aku tidak tega melihat bibi yang sudah susah payah memasak untukku, "ayo makan dulu nanti dilanjutkan lagi ceritanya" kata bibi. "wah bu, sepertinya enak banget sayur punya ratna! emangnya apa sih?" kata dewi dengan bahagia.


"kamu ini, ibu cuma buat bubur sama sayur brokoli" aku terkejut mendengar kata bibi, apaaaa? bro-ko-li??? tidaaaak aku tidak suka brokoli. kataku dalam hati, aku berbaring dan memejamkan mata, "ayo rat bangun, makan dulu!" kata bibi memaksaku untuk bangun.


aku makan dengan pelan, "nggak suka sayurnya rat?" tanya bibi, "suka bi, tapi besok jangan masak brokoli dong!" kataku memohin kepada bibi, bibi tersenyum dan mengangguk.


selesai makan kami nonton dvd bersama, mataku semakin berat, tanp terasa ku sandarkan kepalaku dibahu fathur yang berada disebelahku.


.


aku terbangun karena haus, kulihat sekelilingku, mereka beneran tidur disini? anak laki-laki tidur di kamarku? rame-rame lagi. gumamku yang melihat anak-anak tidur di kasur bawah, sedanhkan fathur tidur di kursi sebelah tempat tidurku.

__ADS_1


"kamu mau ambil apa rat?" tanyanya mengejutkanku, "ehh bu-bukannya kamu tidur, huft, aku mau ambil air!" kataku lirih, "ini, jangan turun!", aku tersenyum dan mengambil gelas yang dia berikan, "thank you!", fathur tersenyum dan membantuku untuk tidur.


aku mengambil ponselku, jam satu! kantukku hilang karena aku tau fathur berada diekat denanku, aku mau tidur yang puas!!!


aku berusaha untuk tidur, haaah aku tidak bisa tidur, kataku dalam hati, aku mencoba menutup mataku namun tetap saja tidak bisa, aku menghembuskan nafas perlahan, setidaknya itu mengurangi sedikit emosiku, aku takut karena ada laki-laki di kamarku, sedangkan fathur melihatku dengan raut muka heran karena belum tidur, "tidak bisa tidur?" aku mengangguk pelan.


"rat, sebenarnya aku ingin tau banyak tentang kamu!, tapi aku bingung mau memulai darimana!" katanya sambil menunduk, "memangnya apa yang mau kamu tau dari aku?" tanyaku dengan penasaran.


"ya apa aja!!" aku memutar bola mataku, "aneh kamu! dasar nggak jelas!" kataku.


"ok ceritakan semua tentang kamu!!", aku mendekatkan wajahku, kusentuh dagunya dengan telunjukku dan aku berkata, "aku tidak akan menceritakan sedikitpun tentangku!".


aku terlalu asik menggoda fathur, sampai wawan terbangun saja aku tidak tau, bahkan dia tersenyum.


"kenapa ke kamar mandi? terangsang karena lihat ratna tidur?" kata wawan dengan tertawa, aku melebarkan mataku, namun wawan sama sekali tidak merespon, "kalian menjijikkan, sana kalian tidur di ruang tamu!" kataku, "ah harusnya tadi aku nggak ngomong gitu!" sesalnya.


wawan mengajak yudi tidur diluar, kemudian aku membangunkan Dewi, dan menyuruhnya untuk mengunci pintu.


Sudah tau aku tidur duluan, kenapa juga dewi mengijinkan anak laki-laki tidur di kamarku!! pikirannya kemana sih!! kalau terjadi yang enggak-enggak gimana jadinya nasibku.


aku senang mereka bertiga sudah keluar, kemudian kulanjutkan tidurku yang sempat tertunda.

__ADS_1


jam enam pagi aku sudah bangun, aku tertawa melihat posisi tidur teman-temanku, ku ambil ponselku dan mengambil foto yang menurutku langka, kemudian aku membangunkan mereka bertiga"bangun wooy! tidur kaya kuda!" kataku, mereka bangun.


.


"weee, ngapain kaki kamu di muka aku er!" seru dewi saat tau disampingnya kaki erna, sedangkan kepala erna nyasardibawah tempat tidurku, aku melihat windi, "win kok kamu malah turun dari kasur?" kataku sambil tertawa.


"o iya, kok bisa kita tidur sama anak laki-laki, kok kalian nggak suruh mereka tidur diluar?" tanyaku dengan hati-hati, dewi menghembuskan nafas kasar, "wawan sama yudi maunya gitu, tapi fathur pengen disini, makanya mereka bertiga ikutan tidur disini! maaf ya!" mau bagaimanapun juga aku tidak bisa marah, "nggak apa-apa, lain kali jangan sampai deh kaya gitu lagi, takut terjadinsesuatu yang tidak diinginkan saja!".


"rat, kamu sudah sehat?" tanya bibi yang melihatku keluar membawa handuk dan pakaian ganti, "sudah bibi, aku sudah sehat sesehat-sehatnya", aku memeluk bibiku, "terima kasih sudah menjagaku", bibi tersenyum dan membawakan air hangat, "eh bi aku pakai air di.....", aku tidak melanjutkan kalimatku karena paman menempelkan telunjuknya di bibirku.


paman ini kebiasaan deh!! tapi nggak apa-apalah, air hangat aku datang, kataku dalam hati, belum sampai lima belas menit aku dikamar mandi.


.


tok, tok, tok


.


"rat kamu lagi ngapain?" tanya dewi setengah berteriak, "AKU LAGI MAKAN!" teriakku dari dalam, "setreeees" katanya, kemudian meninggalkan pintu. Namanya dikamar mandi ya mandilah!! masa ngopi.


Aku keluar dan melihat paman sedang sarapan, "sarapan rat, sama brokoli", paman tertawa melihatku, "paman ini jangan usil dong, lagian paman kan tau aku nggak suka brokoli, kok suruh bibi masak brokoli" aku melihat lauk dan sayur di meja makan, huuft, untung brokolinya sudah nggak ada, gumamku.

__ADS_1


"kamu cari brokoli rat?" tiba-tiba bibi memelukku sambil memperlihatkan brokoli yang dipegangnya, "AAAA NOOO!" teriakku dan berlari ke kamar, sementara paman dan bibi tertawa bersama.


__ADS_2