Liburanku

Liburanku
6. Aku tidak Sendiri


__ADS_3

"Eeheem eeheem" suara salah seorang tetangga yang lewat, mereka memang selalu lewat samping rumah, karena hanya itu akses jalan mereka.


Entah sudah berapa kata Eeheem itu keluar dari setiap orang yang lewat, Fa'i tidak memegang tanganku lagi, karena takut aku akan digunjingkan oleh tetangga yang tidak suka, Adnan dan Dewi juga berada di kamarku.


Aku menhhela nafas panjang, "Kenapa? Kamu mau apa? Tanua Fa'i kepadaku , "aku bosan, sangat bosan" keluhku kemudian.


Fa'i mengambil kursi roda, dan membawaku keluar, orang tuaku sedang pergi bersama paman, sedangkan bibi ada di belakang rumah bersama tetangga yang lain.


"Mbak Ratna kok ke sini? Istirahat aja dulu", bibi menoleh mendengarnya, "Saya bosan buk, dan jangan panggil saya mbak, Ratna saja!" jawabku kemudian.


"Tapi udah baikan kan?tanyanya lagi, "Ya sudah to mbak, kan yang nemenin Mas Isal" celetuk ibu di sebelahnya, tentu aku merasa malu,


"E mbak kenapa mukanya? Kok merah" aku memegang pipiku, "masa sih buk?" tanyaku balik, Fa'i juga melihat wajahku, tiba-tiba ibu itu bilang "pasti malu yaa".


"Aaa apaan buk, enggak!" jawabku yang akhirnya tertawa bersama-sama, bibi hanya tersenyum melihatku, "ke-kenapa bi?" tanyaku curiga kepada bibi. "Tidak apa-apa, bibi cuma seneng lihat kamu bisa tersenyumlagi", jawab bibi sambil memelukku.


Aku pergi ke taman dekat jalan depan rumah, taman yang baru saja di buat, mungkin empat bulan yang lalu.


Ku lihat Adnan dan Dewi bergandengan tangan, entah mereka pergi kemana, "Mereka pacaran?" tanyaku kepada Fa'i, dia hanya mengangguk.


Sebenarnya aku ingin bersama Dewi, tapi aku tidak mau egois mengganggu kebahagiaannya. Aku menghembuskan nafas perlahan dan melihat seseorang di belakangku, aku tersenyum padanya.


"ayo jalan-jalan!" ajaknya, aku mengangguk dan tersenyum, dia bisa membuatku tersenyum pagi ini, tanpa terasa hari sudah semakin panas, "ayo nonton film!" ajaknya kemudian.


"Film? bioskop?" kataku berbinar, "yaaa....bioskop sederhana, murah lagi!"katanya kemudian, "kamu yakin?" Fa'i hanya tersenyum dan mengangguk.


Aku diantar ke kamarku, di kamarku memang ada tv, karena paman tidak mau aku kecape'an keluar masuk untuk nonton tv, yaa itulah pamanku super protektif mengingat keadaanku.


"Katanya nonton?" tanyaku kemudian, "iya kita akan nonton di bioskop sederhana" katanya sambil memperlihatkan beberapa kaset. "DVD?" dia mengangguk pelan, aku berbaring dan mengatakan, "aku merasakan kekecewaan yang amat mendalam!!".


"hahahahahah, ayolah ini akan menyenangkan, aku bawa semua kaset milikku, mau pilih?" akupun mengangguk. Fa'i pergi mengambil cemilan dan air minum.

__ADS_1


Aku melihat sebuah kaset, aku suka menjahilinya, dia kembali


"hahaha, Mas kamu punya kaset kaya gini?"kataku sambil tertawa, ya itu kaset teletubbies dan juga tom and jerry, dia mencoba merebutnya, "jangan itu punya adekku" katanya berkilah.


"adek? adek dari mana kamu kan anak tunggal!". "iya-iya itu punyaku", dia mengalah dan mengatakannya dengan lirih, aku jadi merasa bersalah padanya.


"ayolah aku cuma bercanda" kataku sambil memberikan kaset kepadanya, "jangan nonton ini, ini horor, yang ini saja" dia mengganti kasetnya.


Romance, aku tidak begitu suka film seperti itu, beberapa ibu yang lewat juga ikut nonton, aku merasa tidak enak, "mari masuk bu, biar rame!" kataku mempersilahkan mereka masuk.


Aku pikir mereka nggak akan masuk, ternyata banyak yang ikutan masuk, "kan jadi nggak romantis" kata Fa'i berbisik kepadaku, aku tersenyum padanya, "sorry", kataku lirih.


"ngak pa-pa". kita nonton ramai-ramai, kemudian Fa'i duduk di sebelahku dan melingkarkan tangannya ke pinggangku, dia melihatku, aku hanya tersenyum dan kupehang tangannya, kusandarkan kepalaku di pundaknya.


Ku lihat tissue milikku ke sana ke mari, mereka menangis aku hanya tersenyum melihatnya, tanpa terasa aku tertidur, tak berapa lama Fa'i menepuk pipiku pelan, agar tidak ada yang tau aku tidur bersandar di pundaknya.


Fa'i mengambilkan nasi untukku, "makan siang, minum obat", dia menyuapiku, aku tersenyum karena dia begitu perhatian kepadaku. tiba- tiba salah satu dari mereka berteriak.


"suapi to mbak!" katanya meledek, "ya sini to mas, kan jauh kalau di situ!"jawabku dismbut sorakan dari ibu-ibu, dan Fa'i cemberut mendengarnya. "kamu itu nonton aja" katanya kemudian dan kami tertawa.


Berhari-hari aku berada di kirsi roda, huft beruntung tidak sampai akhir liburanku, gumamku, orang tuaku sudah pulang kemarin, apa yang akan kulakukan hari ini? Anak-anak desa pergi ke kolam renang, mereka mengajakku, sebenarnya aku ragu, tapi Fa'i mengatakan, "kita hilangkan rasa takutmu!" katanya kemudian. Paman hanya mengangguk, "tolong dijaga dengan baik!".


Belum masuk tanganku bergetar, ku genggam tangan Fa'i, dia melihatku dan tersenyum, "ada aku" katanya, kami masuk bersama.


kolam umum itu tidak ramai, bagiku lebih menyenangkan berada di luar kolam, Fa'i turun terlebih dulu dan menuntunku, membantuku turun ke dalam kolam, anak-anak lain melihat wajahku yang pucat pasi.


"Sal, Ratna pucat lho, nanti malah sakit!" katanya, "dia phobia Ren" jawabnya kemudian, Rendi hanya mengangguk pelan.


Aku menghembuskan nafas perlahan dan turun, Fa'i menuntunku dan aku berhasil, dia ingin melepaskan tanganku, "jangan" kataku lirih, dia tersenyum, aku mencoba berjalan.


.

__ADS_1


.


SLRUUUUUUUUUUT


.


.


Aku terpeleset,


AA. . .teriakku, dan dengan refleks memeluk Fa'i yang berada di depanku, tubuhku gemetar dan aku di bawa ke pinggir kolam, Dewi membantuku naik dan aku berganti baju.


Flash Back On


"mas Andri cepetan, belum ada orang lho!!" kataku mengajak kakakku untuk segera berganti baju renang, ya dulu aku sangat suka renang.


"dek hati-hati" katanya saat melihatku berenang, aku hanya tertawa.


Kakakku pandai dalam hal berenang dan menyelam, ku lihat dia berenang di kolam yang paling dalam, aku hanya ada di kolam sedang.


Kami bereenang cukup lama, hingga orang yang datang setelah kami pergi, kucari kakakku kesana kemari, "KAKAK!" tapi aku tidak menemukannya.


"Pak tolong cari'in kakak saya, dari tadi saya nggak lihat, tasnya juga masih ada di sana!" kataku kepada petugas kolam.


Mereka segera mencarinya, salah satu dari mereka turun ke kolam, "Hey!" kata orang itu dan menyuruh semua rekannya mendekat, aku tidak tau apa yang mereka bicarakan.


Tiba-tiba kulihat mereka mengangkat seorang anak dari kolam, aku mencoba mendekat untuk mencari tau siapa yang mereka angkat.


.


.

__ADS_1


Dia. . .


__ADS_2