Liburanku

Liburanku
Siapa Yang Jatuh?


__ADS_3

Amarah Dewi memuncak mendengar jawaban dari Ratna, "dasar cacat nggak tau diri!" ucap Dewi.


"Emmm kak bukankah cacat dan tidak tau diri lebih baik dari serigala berbulu domba!", Daniel tersenyum mendengar jawaban adiknya, Danielpun mengangguk "ya kamu memang benar, dia bisa memakan kelompoknya sendiri" tukasnya.


BRAAAAAAAK!!!


Dewi menggebrak mejanya dan pergi diikuti teman dan tunangannya, "hati-hati, nanti menyesal lho!!" ucap Ratna saat Dewi sampai di pintu.


Daniel, Ratna dan mbak Roh tertawa bersama, "memangnya Dewi belum tau kalau mbak Ratna sudah bisa jalan?" tanya mbak Roh.


Ratna tersenyum dan menggeleng, "ya mana mungkin dia mau tau, dianya asik berduaan sama Fathur!" jawab Ratna.


Daniel menghabiskan minum dan cemilannya, "kita ke tempatnya Papa yuk!!" ajak Daniel, Ratna segera menghabiskan minumannya dan melangkah pergi.


Beberapa waktu lalu, aku sangat merindukan canda tawamu Wi, aku ingin kita bisa seperti dulu lagi, tapi sepertinya itu tidak mungkin dan tidak akan pernah terjadi, kata Ratna dalam hati.


Ratna dan Daniel berangkat ke kebun, tiba-tiba Daniel berkata, "aku takut mereka melukaimu!", Ratna memperhatikan wajah Daniel yang khawatir, "semua akan baik-baik saja! aku tau apa yang akan mereka lakukan!" kata Ratna.


Daniel mengernyitkan dahinya, "apa maksud kamu sebenarnya?" tanya Daniel, Ratna tersenyum, "dia nggak mungkin masuk rumah kita kan kak!!, kamu itu santai saja!!".

__ADS_1


Daniel hanya diam dan memilih fokus dengan jalan di depannya.


Daniel dan Ratna sampai di kebun, " PAPA?" Teriak Ratna saat melihat Papanya, Pak Wardhana tersenyum dan melambaikan tangannya, "Selamat siang semuanya!" ucap Ratna kepada beberapa pegawai yang berada dekat dengan Papanya.


"Selamat siang Mbak Ratna, senangnya mbak Ratna sudah kembali!" ucap Wira, "jangan godain anaknya Pak Bos! pacar kamu mau di kemanain?" tukas Felli.


Pak Wardhana tertawa mendengar celotehan para pegawainya, "Eh, kalian jangan seperti itu, Wira sama Iin jadi malu itu!" tukas Bu Lanny.


Ratna menahan tawa melihat wajah Iin yang memerah, "Ya ampun Bu, kirain mau bantuin saya! e malah didorong" kata Wira.


Daniel tertawa tiada hentinya, "Ha-ha-ha, ehem jangan gitu ma! kasihan yang jomblo seperti Ratna Ma!" ucap Daniel, Ratna melebarkan ke dua matanya, "Apa-apaan sih kamu! aku kan dari tadi diam saja, kok kamu bawa aku masuk sih" protes Ratna.


Bu Lanny tertawa, "Pa, ternyata putri kecil kamu jombo Pa!" ucap Bu Lanny.


Daniel melihat Ratna yang hendak berkeliling, "Rat, kamu lebih baik di sini, aku takut setelah kamu selesai ada yang bilang kalau semua buahnya sudah dihabiskan sama kamu" goda Daniel.


Ratna membuang muka dan pergi bersama Papanya, "emm Pa, kita akan datang di acara resepsinya Dewi kan?" tanya Ratna, Pak Wardhana melihat Ratna dengan tatapan tidak percaya.


"Untuk apa kita ke sana? nanti Papa akan bilang kalau kita ada urusan mendadak!" ucap Pak Wardhana, Ratna merasa kecewa dengan ucapan Papanya, "Papa aku mohon kita datang ya! kalau mereka memang berjiat mempermalukan aku, aku bisa tangani mereka!" tegas Ratna.

__ADS_1


Dalam hati Pak Wardhana Bagaimana Papa bisa melihat mereka berdua, kalau mereka bersikap buruk kepada anak Papa, dan kenapa kamu juga keras kepala.


Namun Pak Wardhana tidak bisa menolak keinginan Ratna, "ok kita pasti datang!" ucap Pak Wardhana kemuudian, "thank you Papa!" ucap Ratna memeluk Papanya dengan erat.


.


.


Hari minggu pagi, adalah hari H untuk Dewi dan Fathur mengikat janji suci, banyak orang yang datang ingin menyaksikan acara akad nikah, Ratna dan Daniel duduk di kursi deretan belakang.


"Mbak Ratna bisa maju ke depan? anda kan saudaranya Dewi, harusnya anda ikut berbahagia kan! atau saya harus ambilkan kursi roda anda?"" ucap Fathur diiringi tawa beberapa teman Dewi di barisan depan.


Semua mata menatap Ratna dengan tatapan kasihan karena dipermalukan dan beberapa mencibirnya, Dewi merasakan kemenangan melihat Ratna yang diam saja.


Tanpa disangka Ratna tersenyum dengan sangat manis, dia berdiri dan berjalan menuju barisan depan, Fathur dan Dewi kehilangan guratan senyum saat melihat Ratna berdiri.


.


.

__ADS_1


Selesai akad nikah Ratna mrnyalami ke duanya dengan gembira dan memeluk Dewi dan Fathur bersamaan, "Sepertinya kalian tidak bahagia, apa masih belum bisa menjatuhkan aku??" bisik Ratna.


Ratna turun dengan senyum yang masih mengembang, Ratna berpamitan meminta maaf karena tidak bisa mengikuti acara resepsi, kepada Paman dan Bibinya karena harus pergi.


__ADS_2