Liburanku

Liburanku
2. Benarkah?


__ADS_3

"Fa'i apa yang kamu lakukan?" aku sedikit berteriak saat Fa'i berlutut di depanku.


"Rat, kamu tau aku sayang sama kamu dari dulu, aku tunggu sampai empat tahun! aku mohon beri aku satu kesempatan, jadi pacarku! aku mohon" Kata Fa'i memohon kepadaku.


kata seperti itu yang kutakutkan saat bertemu dengannya! belum sempat aku memberi jawaban, semua sudah pulang. Aku berhambur memeluk bibi dan saudara sepupuku, kucium punggung tangan mereka. "Ayo masuk jangan di luar!" kami masuk, Nenek, Paman dan Bibi istirahat, ya pasti karena kecapean!


"Aku buatin minum dulu ya!! kata dewi sambil melangkah pergi, saat dudukpun kulihat Fa'i masih menatapku.


DEG


.


DEG


.


DEG


Kok aku jadi gugup, Fa'i kamu ngapain ngliatin aku kaya gitu!!. Ayolah ini sudah empat tahun, aku ingin melihatmu jalan sama seseorang supaya aku bisa kubur perasaanku!! bukan malah menungguku!!! kulihat dia memang tidak bersuara, tapi dari gerak bibirnya aku bisa mengerti dia mengatakan aku mohon!! aku tidak tau apa yang ku rasakan sekarang, aku sayang sama dia tapi aku takut saat jauh malah menjadi pikiran yang bisa membuyarkan belajarku!! "Diminum dulu jangan cuma liat-liatan, tingfal pacaran kenapa sih!!" cetus Dewi seenaknya, "eh iya kok kamu nggak ngabarin aku? kan aku bisa jemput kamu!" tambahnya kemudian. Aku menjawab dengan senyum yang terpaksa.


"o. .iya, emang Hp kamu ada di mana manis?? aku nggak ngabarin?? lihat Hp kamu berapa kali aku coba telfon kamu!! kalau nggak ada berarti tadi aku telfon hantu yang namanya Dewi Windaryani. Puluhan kali aku telfon kamu sampe hp aku bossen!! ada kamu angkat?? ada kamu balas WA ku?? kataku penuh dengan kekesalan yang kurasa, dan tersangkanya hanya garuk-garuk kepala dia yang nggak gatal. "oo i am sorry my sister!!" celetuknya kemudian sambil memajukan bibirnya, dan aku berkata dengan ketus "nggak usah sok pake bahasa Inggris deh, ngomong pake bahasa nasional kita sendiri aja kadang lidah kamu masih suka kekilir!!" Dewi dan Fa'i yang mendengar omelanku hanya ceekikikan.


Dewi pergi ke belakang entah apa yang dilakukan, aku gugup ditinggal berdua, tapi berbeda dengan otakku yang berpesta ria karena ada waktu bersamanya.


"Rat, aku mohon!! aku menunggu empat tahun!"ucapnya memelas, aku menjadi tak enak hati karenanya. "Rat.."katanya lagi, aku mengalah, namun rasa maluku lebih besar, hanya tersenyum dan anggukan yang aku berikan, dan aku masuk kamar. Dia teriak-teriak saking senengnya, nggak ingat ini bukan rumah dia.


Aku tidak bisa mendengar suaranya. Apa dia sudah pulang? Tak berapa lama, ada yang melempar bola kertas ke kamarku, ku lihat tersangkanya eeemmm ya pacar baruku. ku ambil kertas dan kubaca, Terima kasih, besok kita kalan-jalan, ok!!


kubalas pesan itu, ok, ajak Dewi dan Adnan!! ku lempar lagi kertas itu, bukan membalas malah berteriak, "OK APAPUN YABG KAMU MAU!!" tentu saja aku terkejut dan malu mendengarnya, pasalnya banyak tetanngga di belakang rumahku.


"Maunya siapa Sal pacarnya?" tanya salah satu ibu, "Kamu udah punya pacar sal?" tukas ibu yang lain.

__ADS_1


Aku malu lebih baik sembunyi, aku ke luar kamar menemui Dewi dan ngobrol dengannya. Haaaah sudah sore akupun kembali masuk,


Aku akan menutup jendela dan dia ada di sana melambaikan tangannya seperti biasa sambil mengatakan, "Selamat sore manis!" aaaaaa dia menyebutku manis!! kenapa aku bisa seperti orang gila!!.


. . . . .


Pagi Hari


Aku bergegas mandi, dan berganti baju. Jam enam tepat kubuka jendela kamarku dan dia sudah menantiku dengan lambaian tangannya, "Pagi manis! cepat sarapan dan kita akan berangkat!" dia selalu mengingatkan aku "Ok" balasku seraya tersenyum. "Ooooh jadi betah di kamar karena sudah ada temennya to, eh pacarnya!! Uppss kan jadi mali" goda Dewi yang tiba-tiba muncul tanpa mengetuk pintu, "Ayo sarapan!" ajaknya kemudian.


Setelah selesai sarapan aku kembali ke kamar, aku masih melihatnya. "Ka-kamu udah sarapan?" tanyaku yang dijawab dengan anggukan, sedangkan matanya melihatku.


Kami keluar berempat memulai perjalanan untuk melihat daerah di sana, tak lupa kubawa power bank, hp dan kamera. Ketika berangkat kulihat anak kecil masuk dari lantai dua.


"Rumahnya nggak dijaga banget sampai kotor kaya gitu!" ucapku melihat rumah yang bagus namun kotor. "Rumah itu koson nis, udah lama!" kata Fa'i halus, "Nis? kamu pikir aku kucing?" kataku kemudian.


Kosong? tadi ada anak yang lari di lantai dua, tapi keadaan rumahnya memang sangat kotor. Kami mulai berjalan sampai di kolam renang yang kotor sepertinya lama nggak kepakai, ku berikan tasku kepada Dewi, aku berkeliling saat aku melihat-lihat aku seperti di dorong oleh seseorang, dan jatuh ke kolam


.


.


Dewi yang melihat berlari dan berteriak kepada Fasial dan adnan yang agak jauh dariku, "FAISAL TOLONGIN RATNA NGGAK BISA BERENANG". Faisal lompat ke kolam untuk menolongku, di pinggir kolam Adnan mengulurkan tangannya membantuku naik, sedangkan Dewi menangis.


Aku berhasil naik, wajahku pucat, tubuhku bergetar. Hanya satu yang kurasakan. TAKUT!!


Kami memutuskan pulang, Fa'i merangkulku, aku tidak merespon, aku masih takut dengan apa yang kualami, "Nggak pa-pa, kita pulang dan nggak akan ke sana lagi." katanya menenangkanku. Hari ini sangat panas, baru setengah perjalanan pakaian ku dan Fa'i sudah kering.


Aku berlari mendekati tempat pengrajin kaulyu disusul Adnan dan Dewi, sedangkan Fa'i membelikan kami minum. Ku mainkan kameraku untuk memotret kerajinan yang menurutku bagus. . .


Ku lihat seorang anak melambaikan tangan ke arahku, siapa dia? aku mendekatinya dan dia masuk ke dalam rumah. Dewi melihatku pergi, dia pikir aku ingin berkeliling.

__ADS_1


Anak itu terus melambaikan tangan, ku datangi dia dan masuk ke dalam rumah saat kudengar


.


.


CEKLEK


.


.


Aku tersadar, ku coba untuk membuka pintunya tapi tidak bisa terkunci? aku panik, ayo main sini, ayo!! kudengar suara dari lantai atas, aku naik mataku terbelalak saat kulihat boneka bergerak sendiri.


Aku berlari turun, kucoba untuk menggedor pintu berharap ada yang mendengar, aku berteriak memanggil teman-temanku, Kulihat Fa'i lewat di depan rumah, ku gedor lagi pintunya dan dia mendengarnya, dia mendekat mengintip dari jendela melihatku menangis.


Fa'i berlari meminta bantuan, ku dengar tawa anak-anak mendekat.


ayoo main ayoo main


.


Tiba-tiba


.


.


BRUUUUK


.

__ADS_1


.


Aku pingsan


__ADS_2