Liburanku

Liburanku
Penculikan


__ADS_3

kamu cari brokoli rat?" tiba-tiba bibi memeluk Ratna sambil memperlihatkan brokoli yang dipegangnya, "AAAA NOOO!" teriaknya dan berlari ke kamar, sementara paman dan bibi tertawa bersama.


Ratna mondar-mandir di warung mbak roh untuk memikirkan kegiatan apa yang akan dia lakukan hari ini.


"Rat, kamu nggak pusing mondar-mandir!" kata erna dengan wajah ditekuk, "eeemmm enggak!" jawabnya singkat.


"tapi aku pusing lihat kamu kaya seterika tau!" timpal windi sambil tertawa.


"kegiatan apa yang seru, dan kita belum pernah lakuin!ini sudah jam dua belas dan aku belum pergi kemana-mana!" kata Ratna sambil memijat keningnya.


"jalan-jalan ke desa sebelah sambil beli salad buah!" kata wawan dan fathur bersamaan.


"boleh juga, ayo berangkat" kata ratna keluar mendahului.


desa yang dituju ternyata lumayan jauh, membutuhkan waktu empat puluh menit untuk sampai, "kalau aku tau desanya jauh, aku pastinya bilang tidak!" kata ratna dengan kesal.


sementara anak-anak yang lain hanya tersenyum, "eh rat kenapa dewi tidak ikut?" tanya fathur, "emm tadi mau pergi ke puskesmas" jawabku sambil membalas pesan dari bibi.


"yaaa kita sampai" wawan merentangkan tangannya, ratna berjalan berkeliling, kok sepi banget, emang kalau buka usaha di sini ada yang beli?, kataku dalam hati.


singkat cerita kami sampai di rumah jam empat sore karena terlalu banyak selfi, kami tidak lupa membawa pesanan masing-masing untuk keluarga dirumah.


"assalamu'alaikum!!"


"wa'alaikumsalam, kok baru pulang rat!" kata paman dengan khawatir, "maaf sudah membuat paman khawatir, tadi kebanyakan selfi, jadi pulangnya terlambat!", ratna memberikan salad buah yang sudah dibeli.


"bibi mau kemana?" tanya ratna yang melihat bibi keluar.


"mau beli gula!". "emmm biar aku saja bi" katanya mengambil uang di tangan bibi.


drrrt, drrrt ratna melihat ponselnya, pesan dari ibu.


Rat kamu sehatkan? perasaan ibu tiba-tiba tidak enak!


ratna baik-baik saja bu! ibu tenang saja! balasku dengan tersenyum.


ratna menyebrang jalan, namun


.


.


BUK


.


.


ARRRGH!!!


.


.


di rumah Paman


Bibi mondar-mandir di teras, "kenapa bu? kesana kemari nggak jelas!" kata Paman penasaran.

__ADS_1


"pak, ratna belum pulang pak! tadi beli gulanya kan sebelum maghrib, ini sudah adzan isya' pak!" jawab bibi dengan berderai air mata.


"ya allah, wi kita cari ratna!" dewi bergegas mengambil jaket, dan senter.


paman dibantu beberapa warga dan fathur, wawan, erna dan windi jua ikut mencari keberadaan temannya yang entah sekarang ada dimana.


.


.


ilustrasi



Ratna membuka matanya, "akhh!" rintihnya merasakan sakit di tengkuknya.


"emmmmph, emmmmmph" dimana aku! kenapa aku diikat.


"selamat malam sayang, sudah bangun ya!" katanya dengan tersenyum, "oh aku lupa, kamu tidak bisa bicara sekarang!".


"emmmmph" ratna berusaha berteriak namun ikatan kain di mulutnya lebih kuat.


"ssst jangan berisik manis, sebentar lagi makan malam kamu akan datang!"


tidak lama kemudian seseorang datang membawa tiga bungkus makanan, aku melihatnya!


d-dia, adnan!! apa dia faisal??


"ayo makan, akan aku suapi," katanya sembari membuka ikatan kain di mulutku,


dia mendekat, dengan sekuat tenaga kutendang kakinya hingga kehilangan keseimbangan dan jatuh, ku lihat topi yang dipakainya terlepas, rambut itu!


"LEPASKAN AKU!" ratna berteriak sekencangnya, sementara Fa'i dan Adnan hanya tertawa. "percuma kalau kamu berteriak rat! lihat ini" Faisal membuka empat jendela yang berada di setiap dinding.


Hanya ada pohon-pohon besar dan tinggi, ratna melihat kesamping ada jalan tanah, itu adalah jalan yang dilalui ketika bersama bangkit.


"Ayo makan, nanti sakit!" kata faisal dengan tersenyum.


Bagaimanapun juga aku harus keluar dari sini, aku harus menunggu mereka lengah!! kata ratna dalam hati.


.


.


di rumah Paman


"bu jangan menangis, polisi pasti bisa menemukannya", kata paman menenangkan bibi, dewi masih berkeliling bersama anak-anak lain berharap bisa menemukan keberadaan ratna.


sudah empat hari ratna disekap, kini ratna sudah tidak di ikat, namun ruangannya selalu dikunci, karena ratna mencoba kabur saat faisal tidak ada.


hingga sore hari itu, faisal masuk ke dalam ruangan dengan marah, "kenapa kamu mau pergi manis!" katanya sembari mengunci pintu.


"mau apa kamu!" ratna sangat panik karena faisal membuka satu persatu pakaian yang dikenaknnya.


Ratna meronta ketika faisal memelukkya, "ayo kita senang-senang!, kamu harus jadi milikku!" kata faisal dengan seringai jahatnya.


faisal menarik paksa dan menciumi tengkuk dan leher gadis di depannya, Ratna menangis mencoba memukulnya, namun kekuatannya tidak sebanding, ratna hanya berharap tuhan menyelamatkannya.

__ADS_1


faisal menarik paksa jaket yang dikenakan ratna.


"ayo manis! kamu akan jadi wanitaku!"


"jangan I, aku mohon!". tiba-tiba mata ratna tertuju pada kunci di sebelah celana jins milik fa'i yang berada di lantai.


fa'i mendekat, ratna mundur hingga terpojok, "kamu tidak bisa lari dari aku manis, di sini hanya ada kita!"


faisal semakin mendekat, ratna memberanikan diri menendang **** fai dengan sekuat tenaga hingga dia tersungkur dilantai, "AKKKHHH!! RATNA, JANGAN LARI KAMU!!, EMMMPHH!" teriaknya.


Ratna mengambil kunci dan berusaha membuka pintunya.


KLEEK


Ratna hendak membuka pintu, namun faisal lebih dulu menarik kaos yang dipakainya.


"kamu tidak bisa lari dari aku rat! aku cinta kamu!" kata faisal sambil memegang area vitalnya.


Ratna menangis, faisal mendekatkan wajahnya, dan...


.


.


BUUUGH


.


.


"AKHHH RATTTT!" teriaknya tersungkur mendapatkan pukulan untuk kedua kalinya.


Ratna keluar dan berlari secepat mungkin agar cepat sampai di rumah.


.


sementara Paman, dan yang lain sedang berkumpul di teras rumah, dewi melihat ratna terlebih dahulu.


"ratna? RATNAAA!" dewi berteriak mengejutkan yang lain, paman melihatnya, "YA ALLAH RATNA!" pamanpun berlari.


Ratna berlari sambil sesekali menengok ke belakang, faisal masih mengejarnya, tanpa disadari ratna sudah menginjakkan kaki di jalan beraspal. .


.


TIIIIIIIIIIIIIIIIIIIN, CKIIIIIIIT


.


"AAAAAAAAA" Ratna terlambat untuk menghindar.


.


BUUUUGHH


.


"RATNAAAA" Teriak bibi dan yang lainnya.

__ADS_1


__ADS_2