
Bu Lanny membangunkan Ratna yang masih tidur karwna kelelahan, "Rattna ayo bangun dan mandi!" kata Bu Lanny, Ratna mengucek matanya dan melihat jam di pergelangan tangannya, "OH TIDAK! AKU KESIANGAN!" Ratna berteriak saat sadar dirinya sudah kesiangan.
Bu Lanny tersenyum, "nggak usah teriak-teriak sayang! Papa sudah berangkat, lagipula kamu cuma menggantikan Papa tiga hari saja!" ucap Bu Lanny.
Dalam hati Ratna Oh iya, aku kan menggantikan Papa tiga hari, bukan seumur hidup!!.
Setelah mandi dan sarapan yang kesiangan Bu Lanny mengantar Ratna ke belakang rumah, Daniel dan kawan-kawannya sudah menunggu.
Daniel mendekati Ratna dan bertanya, "sebelum kita mulai, apakah ada yang mengganggu pikiran kamu?" tanyanya.
Ratna menghapus air matanya yang akan mengalir, "aku merindukan Dewi Kak! lihatlah, rumah kita begitu dekat namun kita terasa sangat jauh!" ucap Ratna.
Daniel memberikan dorongan untuk Ratna, "Jangan sedih, kamu harus buktikan kalau kamu mampu bangkit dari keterpurukan kamu saat ini, kamu harus menjadi kuat sekuat Kak Andri, kamu harus buktikan kepada semua orang kalau kamu Ratna Dwi Wardhana putri dari keluarga Wardhana yang tangguh dan tegar!" kata Daniel.
Ratna tersenyum bahagia, "terima kasih kakakku, kau kakak yang luar biasa, pantas saja kak Angel jatuh cinta padamu!" ucap Ratna membuat Angel salah tingkah.
Angel mendekati Ratna, "o-ok, sebelum belajar jalan kamu harus bisa menggerakkan kakimu dulu!" kata Angel, Ratna tersenyim melihat wajah Agel yang merona.
Ratna tersenyum, "Jangan grogi seperti itu dong! masa sama calon adik ipar grogi", wajah Angel menjadi semakin merah bagaikan kepiting rebus dan membuat Ratna tertawa.
"Ayo kamu harus berusaha! jangan membuat Angel lebih malu lagi!" timpal Charlotte, "emm kalian tidak punya pikiran untuk memotong salah satu jari kaki ku kan?" Kata Ratna yang melihat Alex membawa sebuah pisau.
__ADS_1
Alex tertawa, "Sorry Ratna, akan ku potong buah ini saja!" kata Alex mengambil buah apel di meja.
Sebelumnya Ratna sudah mampu menggerakkan jari kakinya, namun untuk menggerakkan kakinya dengan sempurna sangatlah sulit dan membutuhkan waktu yang sangat lama.
.
Satu Tahun
.
Ratna sedang duduk bersama Daniel, "Kakak mau makan?" tanya Ratna, Daniel menggeleng pelan, "Kakak bisa ambil sendiri kalau sudah lapar! kakak ke kamar dulu ya!" ucap Daniel.
Sampai di kamar ke dua mata Daniel tertuju pada sebuah kotak kecil dan surat di bawahnya, Daniel membukanya sebuah foto kebersamaan mereka dengan Andri,, Daniel membaca suratnya.
Terima kasih atas semua waktu yang sudah kamu berikan untukku! memberikan aku semangat dan juga kehidupan yang baru untukku, aku berjanji tidak akan ceroboh dalam melakukan segala kegiatan apapun itu, aku akan berusaha keras untuk menjaganya, tidak akan pernah ku biarkan pengorbanan kakak dan semuanya berakhir dengan penyesalan dan juga lukaku, dan maafkan aku yang tidak mengatakannya secara langsung karena kakak pasti tau aku tetap adikmu yang cengeng! mudah sekali menangis!! terima kasih kakakku.
Dari Adikmu yang imut*
Daniel mengusap air matanya yang mengalir di pipi, "aku akan lakukan semua yang bisa aku lakukan untukmu!!" ucap Daniel lirih.
.
__ADS_1
.
Ratna mengetuk pintu kamar Daniel, tok, tok, tok "Kak ayo kita ke warungnya mbak Roh!" ucap Ratna, Daniel keluar dan merangkul Ratna, "Ayo! aku akan makan banyak siang ini!" kata Daniel.
Ratna dan Daniel sudah sampai, warung itu sangat sepi tanpa pembeli, "punya warung kok ditinggal pergi, kalau ada pencuri bisa ludes makanannya!" ucap Daniel.
Ratna tertawa kecil mendengar kakaknya menggerutu, "mungkin mbak Roh lagi di dalam kak!", dan benar saja mbak Roh keluar dari dalam, dia terkejut melihat Ratna dan Daniel sudah duduk dengan tenangnya.
"e eh, ada mbak Ratna sama mas to! mau pesen apa ini?" tanya mbak Roh, Ratna tersenyum "ini kakak saya mbak namanya Daniel, kita minta soto sama jus alpukat ya mbak!" kata Ratna.
Mbak Roh segera membuatkan pesanan pelanggan setianya, meskipun Ratna tidak selalu datang ke warung, Ratna sering pesan.
Pesanan Ratna sudah datang, mereka segera melahapnya dengan tenang, "pantas kamu sering beli! sotonya enak!" kata Daniel, Ratna melihat mbak Roh yang teesenyum mendengar perkataan Daniel.
"Wah, wah, hei sayang ternyata kita sudah keduluan sama si cacat!" ucap Fathur kepada Dewi, "Di mana kursi roda kamu? kenapa tidak membawanya kemari?" tambahnya.
Dewi mengusap kepala dan pipi Ratna, "tentu saja saudaraku ini ingin menjadi sempurna! dengan cara digendong kakaknya! menurut kalian bagaimana?" kata Dewi.
Ke dua temannya pun ikut merendahkan Ratna, "kasihan! CCC (Cantik Cantik Cacat), harusnya di depan ditulis ORANG CACAT DILARANG MASUK!" mereka tertawa dengan bahagia karena bisa mempermalukan Ratna.
Ratna dan Daniel masih makan dengan lahapnya tanpa terganggu sedikitpun, dan itu membuat mereka semakin gusar, sedangkan Ratna melihat Mbak Roh yang mengusap air matanya.
__ADS_1
Ratna menghabiskan sotonya, "mbak Roh tolong bungkus jus Alpukatnya empat ya!" ucap Ratna kemudian melihat Dewi dan yang lain.
Ratna tersenyum, "kalian tadi bilang apa? maaf ya tadi aku sedang makan! jadi tidak menjawabnya, tadi aku ke sini dan mbak Roh tidak mengusirku! apa karen merasa tidak enak dengan ku dan kakakku ya?" ucap Ratna dengan ketus.