
"Ratna pulang Pa!" kata Ratna saat memasuki rumah, Pak Wardhana melihat Faisal dan tersenyum, "terima kasih sudah mengantar Ratna pulang", kata Pak Wardhana.
"Sama-sama Pak!" kata Faisal, Ratna mengatakan kepada Papanya tujuannya membawa Faisal ke rumah.
"Pa, sebenarnya Ratna mengajak Faisal untuk menemani Ratna mengurus usaha Papa, apa boleh?" tanya Ratna, Bu Lanny agak terkejut mendengarnya, "Mama pikir kamu akan mengajak Dewi" kata Pak Wardhana.
Ratna membuang nafas kasar, "tadinya Pa! tapi nggak jadi karena ini", Rayna mengeluarkan ponselnya memutar rekaman yang sudah di simpannya.
*Ratna itu hidup enak Fathur! dia punya Ayah yang kaya, kamu tau kebun durian Ayahku itu sebenarnya milik Ayahnya Ratna belum lagi yang lain, dia bisa beli segalanya!! dan yang paling aku benci dia lebih dari aku!! lebihdari segalanya, dia bisa berbicara bahasa asing bukan hanya bahasa inggris, spanyol, jerman, perancis, belgia. Aku ingin menghancurkannya bukan fisik tapi mentalnya, Dan salah satuny sudah dikerjakan oleh Faisal!! dia berhasil membuatnya tidak his berjalan kan!! hahahaha.
Tapi Wi, bagaimana kalau Ratna tau?
Fathur, Fathur!! Ratna itu penakut, kalau dia tau malah bagus kan, dia kebih terpuruk*!!
Pak Wardhana dan Bu Lanny memeluk Ratna yang berurai air mata, "maafkan Papa dan Mama sayang, kami pikir Dewi akan menjadi teman terbaik untukmu!" kata Pak Wrdhana sembari menghapus air mata putrinya.
"Bukankah orang yang menyadari kesalahannya lebih baik dari pada orang yang menutupi kesalahannya Pa!" kata Ratna pelan, ke dua orang tuanya mengangguk.
"Faisal, tolong jaga Ratna dengan baik saat bersama kamu, saya tidak ingin seseuatu terjadi kepadanya!" kata Pak Wardhana kepada Faisal.
Faisal menangis di depan keluarga Ratna, dia berlutut dan meminta maaf, "Pak maafkan saya karena membuat Ratna menjadi seperti ini, saya benar-benar menyesal!! saya berjanji, saya akan menjaga Ratna dengn baik, saya tidak akan mengecewakan Bapak dan Ibu!, dan terima kasih sudah mempercayai saya" kata Faisal dengan sesenggukan.
Pak Wardhana membantu Faisal berdiri, "lupakan itu, Ratna sudah memaafkanmu nak!!, jadi kami sebagai orang tua selalu mencoba untuk memberikan yang terbaik kepada Ratna, tolong jangan buat kami kecewa!" kata Pak Wardhana.
Faisal mengangguk dan berpamitan kepada kedua orang tua Ratna dan pulang ke rumahnya, sebelum pergi Faisal berlutut, "Rat, apakah masih ada kesempatan untuk menebus semua kesalahanku?" tanya Faisal.
Rayna menghembuskan nafas pelan, "entahlah" jawabnya, Faisal menggenggam tangan Ratna, "Rat maukah kamu memberikan kesempatan yang dulu pernah kamu berikan Rat? aku berjanji, aku akan menjaga kepercayaan itu!" kata Faisal.
Ratna menganggukkan kepalanya, Faisal sangat bahagia "terima kasih, aku akan menjaganya!" katanya, Ratna tersenyum.
Bu Lanny memeluk Ratna dari belakang, "mungkin dia bisa berubah sayang! jadikan dia orang baik!" kata Bu Lanny.
"Papa dan Mama akan pergi ke rumah Paman setelah kakak kamu datang!" kata Bu Lanny, Ratna merasa takut karena bagaimanapun juga dia tidak bisa melawan Dewi.
Pak Wardhana mengecup kepala Ratna, "Kamu pasti bisa! kamu anak Papa yang pandai, bijaksana, berhati lembut! tidak perlu memiliki hati sekeras batu untuk mengalahkan seseorang!" kata Pak Wardhana, Ratna mengangguk pelan.
__ADS_1
.
.
Malam hari keluarga Wardhana sudah bersiap untuk pergi ke rumah Pak Yat (Paman Ratna) hanya saja mereka masih menunggu Daniel.
.
.
Tiin, tiin
.
.
Daniel datang tidak sendiri, dia bersama tiga temannya. "akhirnya anak Papa datang juga!" kata Pak Wardhana.
Daniel menyalami dan memeluk ke dua orang tuanya setelah itu Dniel berlutut di hadapan Ratna, "Ayoo tunjukkan kepada dunia kalau seorang Ratna Dwi Wardhna tidak akan hancur oleh apapun! kamu siap kan?" tanya Daniel kepada Ratna.
"selamat malam Pak, saya Angel, mereka Carllotte dan Alex, kami akan berusaha semaksimal mungkin untuk Ratna!" Kata Angel dengan sangat ramah.
Pak Wardhana tersenyum mendengarnya, "Terima kasih karena kalian mau membantu putri kami satu-satunya!" kata Pak Wardhana.
Mereka bertiga cepat akrab dengan keluarga Ratna yang dikenal ramah, setelah mereka masuk ke kamar Pak Wardhna beserta keluarga pergi ke rumah Pak Yat.
Daniel menggenggam tangan Ratna, "Kamu pasti bisa!" katanya dengan tersenyum, Ratna tersenyum mendengarkan kata penyemangat dari kakaknya.
.
Pak Yat mempersilahkan mereka masuk, "dek apa Dewi ada di rumah?" tanya Pak Wardhana.
Pak Yat menghembuskan nafas kasar, "tidak ada mas, dia belum oulang sejak siang tadi".
Pak Wardhana mengangguk kepada Ratna, Ratna mengerti yang di maksudkan Papanya.
__ADS_1
"Paman, tujuan kami datang kemari yang pertama yaitu bersilaturahmi untuk mempererat persaudaraan kita, dan yang ke dua saya ingin memberitaukan bahwa saya akan ikut membantu usaha Papa, jadi saya pribadi minta do'anya kepada Paman agar diberi kelancaran dalam menjalankan pekerjaan. Saya juga minta maaf tidak mengajak Dewi karena ada hal pribadi antaa saya dan Dewi yang membuat saya harus memilih orang lain". kata Ratna dengan tegas.
Dalam hati Pak Wardhana.
Wah, wah ternyata Ratna sudah tumbuh menjadi pribadi yang hebat, bijaksana, mampu melihat situasi dan kondisi.
Pak Yat, Bu Lanny dan Daniel tersenyum, "Paman selalu mendoakan kamu Rat, dan masalah Dewi itu Paman sudah tau dari Mbak Roh!, Paman bangga sama kamu, meskipun Dewi begitu menyakiti kamu, tapi kamu sama sekali tidak menyebutkan satu kesalahannya kepada Paman, siapapun yang menjaga kamu, Paman berharap dia bisa diandalkan!" kata Pak Yat.
Ratna minta ijin untuk keluar, sebenarnya Danel ingin menemani Ratna namun Ratna menolaknya.
Tidak lama kemudian Dewi dan Fathur datang, Pak Yat ingin keluar namun dicegah oleh Pak Wardhana, "biarkan Ratna mengurusnya sendiri dek!" kata Bu Lanyy.
Ratna tersenyum, "kebiasaan deh jam segini baru pulang!" kata Ratna, saat Ratna mengangkat tangannya Dewi menepisnya.
Dewi menggebrak meja di depan Ratna dan berterian, "KAMU NGGAK USAH SOK BAIK SAMA AKU! AKU TAU KAMU BENCI SAMA AKU!" teriakan Dewi membuat beberapa orang keluar dan melihatnya.
Namun tanpa Dewi sadari, bentakannya malah disambut senyuman Ratna yang begitu manis dan tanpa rasa takut, "apa yang membuat aku benci sama kamu?" tanya Ratna dengan santai.
Dewi menjadi semakin geram, "AKU TAU KAMU MAU MEREBUT FATHUR DARIKU!!".
Ratna masih setia dengan senyumnya, "aku tidak akan pernah merebut pasangan orang lain Wi, apalagi saudara sendiri, karena aku lebih suka seseorang yang mengakui, menyadari, dan menyesali kesalahannya, dari pada menutupinya agar semua orang tidak tau".
.
.
PLAK
.
.
Dewi menamparnya, "Faisal!" kata Dewi lirih.
Faisal menyembunyikan wajah Ratna di dadanya, "Aku sudah berjanji tidak akan mengecewakan orang tua Ratna.!" kata Faisal melepaskan Ratna dari pelukannya.
__ADS_1