
Daniel menghela nafas pelan dan mulai mengenang masa lalunya.
Flash Back On
Pak Wardhana mempunyai istri bernama Lanny Wajdaniah dan mempunyai dua orang anak yang supel, pandai bergaul dan pandai dalam akademis, anaknya bernama Andri Putra Wardhana dan Ratna Dwi Wardhana.
Daniel Arga adalah sahabat Andri sedari duduk di sekolah dasar, Andri selalu mendapat rangking satu, disukai oleh semua teman-temannya, Andri meninggal saat dia duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama.
Daniel sendiri tidak tau apa yang sebenarnya terjadi, namun kabarnya Andri meninggal karena tenggelam di sebuah kolam renang umum, saat itu dia pergi bersama Ratna. Dan kabar itu dibenarkan oleh keluarga Wardhana.
Sejak saat itu Daniel sering datang ke rumah keluarga Wardhana untuk menghibur Ratna adik sahabatnya yang mengalmi trauma, setelah satu tahun Pak Wardhana menginginkan Daniel untuk menjadi kakak pengganti untuk Ratna karena beliau tau bahwa Daniel adalah anak yatim piatu dan Ratna sendiri merasa lebih ceria saat ada Daniel bersamanya.
Ketika Ratna terbaring tak berdaya di Rumah Sakit Daniel selalu ada untuknya.
"Suatu hari nanti, kakak akan jadi dokter agar bisa merawat kamu dan menyembuhkanmu!" kata Daniel di sela tangisnya.
Ratna tersenyum, "Kan kakak ingin jadi tentara untuk membela negara! kenapa sekarang jadi dokter!" ucap Ratna lirih.
"emm enggak deh, kalau jadi tentara dan tertembak aku nuat kedua orang tua dan adikku ini nangis kan!!" kata Daniel dengan tertawa.
Sebenarnya Daniel menjadi dokter agar lebih dekat drngan keluarganya dan sebagai ucapan terima kasih karena mereka menjadi orang tua baru baginya.
Flash Back Off
"Ya begitulah kisah dari keluarga Wardhana!" kata Daniel mengakhiri ceritanya.
"Bagaimana dengan Ratna?" tanya Alex.
__ADS_1
"Dia adalah seorang perempuan yang sangat kuat, sejak lahir mengidap jantung koroner, dan lima tahun lalu dia kecelakaan dan kedua kakinya patah!, dia masih punya semangat yang besar" kata Daniel.
Angel menganggukkan kepalanya, "Sepertinya kita tidak bisa meremehkannya! sebagai anak yang abal-abal" ucapnya.
Daniel tertawa, "Hei asal kamu tau, dia fasih berbahasa Inggris, Spanyol, Prancis, Belgia!"
Mereka bertiga terkejut mendengarnya, "Wow!, keren sekali" kata Charlotte.
"Ok, kita sudah sampai!" kata Daniel, Angel menutup hidungnya, "sepertinya Ratna benar!" kata Angel.
Daniel tertawa, "semua akan baik-baik saja!" ucapnya, namun sepertinya hanya Angel yang terlalu sensitiv, dia benar-benar tidak bisa menghirup aroma buah tersebut.
Daniel meminta buah yang kecil untuk dimakan dan lima buah untuk dibawa pulang.
"Ayo kalian harus makan ini, sudah jauh-jauh kok nggak cobain!" kata Daniel.
Angel hanya mencoba satu suapan dan mengeluarkan semua yang ada dalam perutnya, "Dan, aku nggak bisa!" kata Angel mulai lemas.
"Kalian bisa makan!" tanya Daniel, mereka mengangguk dan meminta satu buah yang lebih besar dan menghabiskannya, entah berapa buah yang dimakan oleh Daniel, Alex dan Charlotte.
Daniel melebarkan matanya, "Wow, kita hebat ya!, bisa mengahabiskan ini" kata Daniel.
Daniel dan kawan-kawannya pulang, "kalian berdua baik-baik saja?" tanya Daniel yang melihat Alex dan Charlotte memegangi kepalanya.
Alex menyandarkan kepalanya, "Yang jelas aku merasa sangat buruk saat ini", jawabnya dan Charlotte tidak merespon, Daniel hanya tertawa.
Ratna Pov
__ADS_1
Ratna baru saja sampai di kebun Strawberry milik Papanya dan mengumoulkan seluruh pegawai.
Emm jangan sampai mereka tau kalau aku anak Papa
"Selamat pagi semua, perkenalkan nama saya Ratna Dwi, saya akan bertugas menggantikan Bos untuk tiga hari, mohon bimbingan dan kerja samanya!" kata Ratna sambil menundukkan kepalanya.
"Wah selamat pagi Mbak Ratna, saya Fahri salah satu pegawai di sini dan yang paling tua, Hahaha!" kata Pak Fahri.
Ratna tersenyum melihat bahwa dia diterima dengan baik, namun eberapa pegawai juga ada yang mencibirnya, (Kok bisa sih Bos suruh orang cacat yang menggantikannya, kita kan sudah lama kerja di sini, pasti kita lebih pantas dong!). Itulah yang di dengar oleh Ratna.
"Harusnya kamu bilang kalau kamu anaknya Pak Wardhana Rat, supaya mereka hisa sedikit menghargai kamu!" bisik Faisal.
Ratna menempelkan telunjuk di bibirnya agar Faisal diam, "Kalau aku bilang sekarang pasti mereka akan berkerja keras dan aku tidak bisa mengetahui mana yang kerja benar dan enggak!, kalau mau semuanya jadi bagus kita harus menyelesaikan semua permasalahan dari akarnya dong!" Ucapnya.
Faisal mengangguk-anggukkan kepalanya, Ternyata kamu memang tidak hisa diremehkan Rat, gumam Faisal.
Ratna mengabaikan cibiran pegawai yang tidak menyukainya, "Baiklah semuanya, misi saya adalah untuk memajukan kebun ini agar lebih dikenal orang luas, dan saya bukan hanya ingin kebun saja yang dikenal, tapi para pegawai yang ramah dan sopan, kalau kita punya karakter itu tentu banyak orang yang akan datang!" kata Ratna.
Pak Fahri menganggukkan kepalanya, "Kami akan bekerja lebih keras lagi Mbak, iya kan semuanya!" kata Pak Fahri.
"YA!!!", Seru yang lain kompak dan kami bertepuk tangan bersama.
.
.
Pak Wardhana, Bu Lanny dan Daniel mendatangi kebun dan disambut oleh Pak Fahri, "Selamat siang Pak, Bu!"Kata Pak Fahri.
__ADS_1
"Selamat siang Pak, bagaimana Ratna?" tanya Pak Wardhana, "wah, Bapak tau saja pilih pegawai yang pandai, Mbak Ratna sedang mengerjakan sesuatu di sana Pak!" kata Pak Fahri menunjukkan Tempat Ratna.
"Selamat siang honey!" kata Bu Lanny, Ratna terkejut karena kedatangan Mamanya.