
"Tadi itu, aku lihat kak Andri Ma, tapi mereka mengingatkan aku kalau kakak sudah meninggal!" ucap Ratna.
"Ceritakan semuanya sama kami Rat!" kata Pak Wardhana.
Flash Back On
Mereka begitu ketakutan, Ratna memeluk Ana yang berada di sebelah kanannya, "sudah jangan nangis! kita pasti bisa keluar dari sini!" kata Ana, Faisal masih berdiam diri menyembunyikan ketakutannya.
Mereka mendengar suara hewan malam yang membuat bulu kuduk merinding.
.
PLAAKK!!
.
Mereka melihat kaca depan.
.
Aaaaaaaa
.
Sepasang tangan berlumur darah menempel di kaca, Ratna memeluk Ana dengan sangat erat, "Mbak aku takut mbak!" mereka menangis bersama.
Tidak berapa lama mobil mereka bergoyang dan Ratna menangis, "m-mobil, mobilnya kenapa Sal, hiks,hiks!" kata Ratna, "kenapa sama mobilnya!" kata Felli dengan wajah pucatnya.
Mereka menangis ketakutan, tidak lama kemudian mobilnya berhenti bergerak, Ratna melihat sekeliling mobil, "Mbak lihat, si-siapa perempuan itu?" tanya Ratna, mereka melihat keluar mobil.
"Mana?". "Mana?". "Mana?". tanya mereka kompak
.
DEG
.
DEG
.
Mereka melihat sosok perempuan putih itu terbang menjauh,
__ADS_1
"i-itu Kuntilanak!" kata Felli lirih, Ana dan Felli memeluk Ratna, sedangkan Faisal berkomat-kamit entah apa yang dia baca.
"Mbak aku takut mbak! jangan bersembunyi sendiri" kata Ratna menggoyangkan tubuh kedua temannya.
.
BUKK
.
Mereka melihat ke belakang
.
AAAAA
.
Bruugh, Ratna pingsan setelah melihat sosok di belakang mobil.
"Faisal itu apa Sal! Ratna jangan pingsan dong, ini gimana Sal!" kata Ana, Faisal sendiri takut karena banyaknya hal yang mengganggu mereka, "aku nggak tau!" kata Faisal.
.
.
"Mas, ada yang mengetuk jendela mas!" ucap Felly, Faisal ikut duduk di kursi belakang bersama yang lain, "kok kamu ke sini Sal! ini kan jadi sempit!" kata Ana.
Faisal menempelkan jari telunjuknya, dia kelihatan sangat ketakutan, itu bisa dilihat dari tangannya yang bergetar "me-menunduk saja, jangan lihat apapun! aku juga takut tau" kata Faisal.
Felly melihat sesuatu di belakang Ana, "An po-poc..hmmpf" Faisal menutup mulut Felli agar tidak berteriak, mereka menundukkan kepalanya.
.
DUAAARRR
.
Mereka melihat kaca depan mobil, mobil mereka mulai bergoyang kembali, "POCOOOONG MAAAAS!" Felli berteriak melihat pocong yang berada di atas kap mobil.
.
Tiba-tiba tubuh Faisal bergetar, "mas kamu kenapa mas? jangan buat kita berdua takut mas!" kata Felli, tiba-tiba Faisal pingsan membuat Felli dan Ana berteriak histeris.
__ADS_1
"MAS! BANGUN MAS! KAMU KENAPA!" kata Felli.
.
tok, tok, tok
.
Felli dan Ana melihat ke belakang mobil, melihat sosok hitam besar dan bermata merah, pandangan mereka kabur dan kehilangan kesadaran seketika.
.
.
Ratna mencoba membuka kedua matanya, tangannya memegang kepalanya yang agak pusing "ahh" rintihnya, Ratna melihat ke kanan dan kiri, Mbak Felli, Mbak Ana, Faisal, gumamnya.
"Mbak! mbak!, bangun mbak! Sal bangun!" kata Ratna sambik menggoyangkan tubuh mereka bergantian, mereka mengerjapkan mata dan terkejut, "hah!" kata mereka kompak, "ki-kita di mana? apa dia sudah pergi?" tanya Faisal dengan wajah pucatnya.
Ratna melihat sekeliling mobilnya, "kita di mana Mbak? kok kaya hutan!" tanya Ratna, mereka ikut melihat sekeliling, "Iya An kaya hutan!" kata Felli membenarkan.
"Lihat, kayu yang tadi kita lihat sudah tidak ada!" Ratna membaca tulisan di papan, Kebun ****, "bukannya tadi tulisannya Desa ya!" ucap Ratna.
"ikuti jalan bebatuan mas! biar kita cepat pulang!" kata Ana, Ratna masih menggenggam tangan ke dua perempuan yang berada di sampingnya, "kamu yakin ini jalannya mbak?" tanya Ratna.
Ana mengangguk pelan, Faisal menjalankan mobil dengan pelan karena medan yang dilalui cukup sulit, pohon besar di kanan kiri, dan Faisal belum pernah ke jalan itu.
Suara binatang malam membuat nyali mereka semakin ciut, "Sal kalian ngerasa nggak sih kalau mobil kita dilempari sesuatu?" tanya Felli, Faisal menghentikan laju mobil dan melihat kiri kanan mobil, "iya, tapi nggak ada siapa-siapa!" kata Faisal.
"Ayo jalan Sal!" kata Ana, Faisal mengangguk dan menjalakan mobil kembali.
Faisal melihat seseorang yang berjalan dan meminta pendapat dari Ana yang mengenal tempat itu, "An di depan ada Bapak-bapak yang jalan, perlu kita tanya enggak?", Ana melihat orang yang dimaksud Faisal kemudian melihat jam tangannya, "Jangan, kita lanjut saja soalnya ini sudah jam sembilan lebih!" kata Ana.
"Ngapain dia jalan di tempat kaya gini, sepi, horor!" kata Felli, Ana menghela nafasnya, "dia bukan orang Fell! lihat saja mereka sudah nggak ada!" kata Ana.
"Bukan orang? apa hantu? jangan dipikir Rat, hilangkan. Tapi Mbak Ana tau banyak tentang tempat di sini, kok Mbak Felli nggak tau ya? kan mereka dari sini. kata Ratna dalam hati.
"Ja-jangan lihat-lihat, aku takut itu membuat kita nggak bisa pulang!" kata Ratna, "emm kok kayanya Mbak Ana lebih tau tentang seluk beluk dan cara menghadapi situasi seperti ini!" Ratna bertanya karena penasaran.
Ana hanya tertawa kecil, "mungkin di luar sini nggak akan ada yang percaya, tapi di sini tempatnya masih alami kanan kiri kia ladang bukan rumah-rumah mewah!" kata Ana.
"Emang Mbak Felli nggak asli sini?" tanya Ratna kepada Felli, Felli menggelengkan kepalanya, "Sebenarnya aku dari K*** karena orang tua aku meninggal aku ikut orang tua Ana karena kami saudara!" kata Felli menjelaskan.
Ratna menganggukkan kepalanya, "Kita masih jauh Mbak?" tanya Ratna, Ana duduk di depan bersama Faisal untuk menunjukkan jalan, ada rasa takut saat Ratna hanya berdua dengan Felli.
__ADS_1
"Mbak! bisa nggak kamu duduknya deketan sama aku! aku takut ni" kata Ratna, Felli mengangguk dan mendekat, mereka berdua berpegangan tangan.