Little Angel Brings Romance

Little Angel Brings Romance
Bab 10-Pakaian Maut


__ADS_3

Mohon dukungannya untuk karya ini, karena dukungan dari kakak semua sangat berarti bagi saya~


_______________________________________


Happy ReadingšŸ„€


Ketiganya itu masih saling terdiam dan hanya menatap dalam waktu yang cukup lama. Hingga akhirnya Sora membuka pembicara di tengah kecanggungan ini.


"Berdua? Berarti aku ditinggalkan?"


Dion menatap ke arahnya. Sorot mata yang sebelumnya terlihat jelas sedang gugup itu lantas berubah menjadi tatapan sinis setelah mendengar pertanyaan dari wanita itu.


"Ah, akun hanya bercanda Tuan. Jika kalian ingin makan berdua, aku akan pergi," ucapnya mencoba mengalihkan pembicaraan.


"Ah, begini saja. Karena Sora sudah mengajakku lebih dulu, jadi aku akan makan siang bersamanya. Bagaimana?" Jane memberi saran pada pria yang masih berdiri di depannya.


"Baiklah, tidak masalah jika itu maumu. Kita bisa makan siang bersama lain waktu," ujar Dion sedikit merasa kecewa.


Pria itupun lantas berlalu meninggalkan keduanya setelah Jane membalas ucapannya dengan senyuman tipis.


"Aku benar-benar merasa tidak enak. Ah, sudahlah tidak apa," gumam Jane pelan.


*****


Begitu tiba di kantin perusahaan, Jane dan Sora pun langsung memilih menu makanan yang terpampang di atas meja. Menu tersebut telah dijadikan menjadi satu dalam sebuah buku, tujuannya untuk memudahkan pengunjung memilih menu kantin.


"Aku pesan bola spaghetti dan minuman soda saja," kata Jane memberitahu pada seorang wanita yang bertugas sebagai pencatat menu pesanan pelanggan.


"Aku sup kimchi ya, dengan satu minuman soda," timpal Sora.


Lantas wanita itu segera mencatatnya, kemudian berlalu pergi meninggalkan meja tersebut.


Setelah hampir dua puluh menit lamanya menunggu, seorang wanita datang menghampiri letak meja mereka dengan sebuah nampan di tangannya. Dia meletakkan makanan yang telah dipesan ke atas meja.


"Selamat menikmati," ujarnya yang kemudian langsung pergi.


Saat hendak melahap suapan pertama, seorang lelaki yang tengah membawa segelas minuman di tangannya itu tak sengaja terjatuh. Akibatnya, percikan air yang telah tumpah mampu mengenai setelan kemeja dan rok yang tengah dipakai oleh Jane.

__ADS_1


"Astaga!" Jane bangkit dari kursinya, dia meletakkan sendok yang telah berisi nasi.


"Ma-- maafkan saya!" Pria itu beberapa kali membungkuk seraya mengucapkan permintaan maaf terhadap Jane.


Kini keduanya menjadi pusat perhatian orang-orang yang tengah menikmati makanan mereka masing-masing. Tatapan mata terus tertuju pada Jane, meskipun dia adalah korbannya.


"Tidak masalah, saya bisa mengganti pakaian saya nanti," sanggah Jane dengan raut wajah kecewa. Rasanya ingin sekali marah, namun tidak mungkin juga jika dirinya meluapkan amarah terhadap pria yang tak ia kenali.


"Jane, apa kau baik-baik saja?" tanya Sora merasa khawatir.


"Sora, apa kau bisa menemani ku ke ruang ganti?" balasnya dengan bertanya. Lantas Sora pun mengangguk. Kini keduanya berjalan menuju ruang ganti yang letaknya tak cukup jauh dari kantin perusahaan.


Selama di dalam ruang ganti, Jane terus berpikir keras. Bagaimana caranya agar ia bisa mendapatkan pakaian untuk menggantikan pakaiannya yang telah basah akibat tumpahan air.


"Sora, bajuku basah. Sepertinya tidak bisa jika terus dipakai. Apa aku boleh meminta tolong padamu untuk meminjamkan baju pada siapa saja?" tanya Jane seraya berteriak dari balik pintu.


"Baiklah. Tunggu di dalam, ya!"


******


Sementara itu, Sora berusaha mencarikan pakaian untuk Jane. Dia mencoba meminjamkan nya pada kenalan terdekat. Namun tak ada satupun dari mereka yang mampu meminjamkan nya untuk Sora.


Sora membuka lemari di ruang kerjanya, dan menemukan sebuah pakaian mini yang dirasa cocok untuk temannya itu.


"Jane, ini ada pakaian," ucap Sora setelah kembali tiba di ruang ganti.


Selang beberapa waktu, Jane pun keluar dari dalam ruangan tersebut dengan sebuah pakaian mini yang telah menempel di tubuhnya. Sejujurnya, wanita itu merasa risih menggunakan pakaian ketat dan terlalu mini.


"Pakaian siapa ini?" tanya Jane merasa penasaran. Lalu Sora menjawabnya dengan jari telunjuk yang menunjuk ke arah dirinya sendiri.


"Ah, pantas."


Kedua wanita itu berpisah setelah waktu bekerja kembali dimulai. Jane yang mendapat utusan agar menemui Louis pun berjalan memasuki lift. Setibanya di lantai tujuan, wanita itu langsung masuk ke dalam ruang pribadi sang tuan.


Deg?!!! Jantungnya berdetak kencang, tak kuasa menatap wanita yang tengah berdiri di pintu masuk dengan pakaian ketat yang tengah dikenakannya.


"Astaga, siapa yang menyuruhmu memakai pakaian seperti itu?" tanya Louis dengan pandangan menatap ke arah lain. Pipinya lantas memerah dan mencoba untuk menahan hawa nafsu yang telah menyelimuti dirinya.

__ADS_1


"I-- ini, tadi pakaian saya terkena air. Jadi saya terpaksa meminjamnya pada Sora," ucapnya lirih dengan menahan rasa malu.


"Bagaimana jika Alfred melihatnya? Aku tidak akan membiarkan anakku melihat penampilan wanita seperti itu," gumamnya pelan namun sepertinya terdengar oleh Jane.


"Ah, malu sekali. Tidak seharusnya aku mengenakan pakaian ini."


Pria itu tengah mencari sesuatu di dalam saku jas nya. Dia berjalan mendekati Jane setelah menemukan benda yang baru saja ia cari.


"Pakai ini untuk membeli pakaian baru." Sontak Jane membulatkan kedua bola matanya, tak percaya bahwa Louis memberinya sebuah Balckcard.


"Apa anda sedang bercanda?" tanya Jane merasa tidak percaya akan sesuatu yang telah terlihat di depan matanya sendiri.


"Tidak."


"Permisi Tuan," seorang lelaki tiba-tiba masuk ke dalam ruangan tersebut sebelum mengetuk pintu. Hal itu sontak membuat keduanya terkejut secara bersamaan.


Dengan pakaian ketat yang tengah dikenakan oleh Jane, membuat lelaki itu terbayang-bayang akan rasa curiga dalam benaknya. Dia berpikir bahwa mungkin saja Jane baru menggoda tuan pemilik perusahaan.


"Maaf saya tiba-tiba masuk. Saya sudah mencoba mengetuk pintu, namun sepertinya kalian tidak mendengarnya," ujar lelaki itu dengan kepala sedikit tertunduk.


"Apa dia mendengar obrolan kami barusan?" tanya Jane dalam hati dengan perasaan khawatir.


Wanita itupun keluar dari ruangan. Sepasang mata banyak menatapnya lantaran pakaian yang dikenakan oleh Jane melebihi batas wajar. Jane dengan perasaan malu yang besar berlari menuju ruangannya.


Yah, dirinya akan membeli pakaian setelah taxi yang di pesannya tiba. Karena dia tidak ingin berlama-lama menunggu di halaman perusahaan.


"Permisi." Dion masuk ke dalam ruangan Jane secara tiba-tiba. Membuat wanita itu terkejut tak tertolong.


"Hai, kenapa penampilanmu begitu sih?" tanya Dion kesak dengan tangan yang menutupi kedua bola matanya. Bisa-bisa matanya itu ternodai oleh penampilan Jane.


"Makanya keluar dulu sana! Aku sedang menunggu taxi untuk membeli pakaian!" tegas Jane berusaha mengusir pria itu dari dalam ruangannya.


BersambungšŸ


Jangan lupa untuk dukungannya, dengan cara like, komen, vote, and fav ya!


Apa kalian tau? Membuat karya itu tidak semudah kelihatannya, maka dari itu Author senantiasa berharap pada kakak semua untuk mendukung karya novel ini.

__ADS_1


Terima kasih~


"


__ADS_2