Little Angel Brings Romance

Little Angel Brings Romance
Bab 16-Terjebak Dalam Kamar


__ADS_3

Mohon dukungannya untuk karya ini, karena dukungan dari kakak semua sangat berarti bagi saya~


___________________________________________


Happy Reading 🥀


Suasana hening tampak terasa di lantai atas. Jauhnya kerumunan orang-orang serta suara bising membuatnya sedikit merasa tenang. Langkah kaki Jane terseret menuju sebuah ruangan yang tak asing bagi sebagian banyak orang. Suara sepatu terdengar ngilu menggesek lantai dengan matanya yang mulai memandang ke sembarang arah.


"Apa, kamar ini?" pikir Jane seraya membuka kenok pintu kamar tersebut.


Deg?!! Ia terkejut, tak menyangka bahwa ada sosok sang tuan yang tengah terduduk di ranjang. Tampaknya, suasana hati Louis begitu tenang jika sedang menyendiri.


"Permisi, Tuan?" ucap Jane yang sontak mampu mengejutkan pria itu. Dia menoleh dan melihat Jane yang sedang berjalan menghampirinya di dalam kamar.


"Hai, berhenti!" tegas Louis. Tangannya itu di todongkan pada Jane yang masih berjarak cukup jauh dengannya.


"Hah?" Jane yang tidak tau apa-apa lantas menjadi bingung, dia menghentikan langkahnya dan berdiri tepat di balik pintu yang telah terbuka lebar.


Brak!


Sebuah pintu tiba-tiba tertutup, mampu mengejutkan dua orang tersebut. Jane menolehkan kepalanya, dan melihat sebuah pintu yang sudah tertutup rapat. Entah karena angin, atau karena hal mistis di ruangan tersebut.


"Ke-- kenapa pintunya?" tanya Jane dengan terbata-bata.


Bulu kuduk nya merinding dan tampak kakinya yang ber gemetar lantaran dress yang ia pakai tidak memiliki panjang selutut. Lebih tepatnya, di atas lutut.


"Sial, kenapa pintunya tertutup sendiri?" tanya Louis dalam benaknya.


Jane yang masih berdiri di tempatnya semula lantas membalikkan badan. Ia mencoba membuka pintu kamar tersebut. Namun sudah berapa lama ia mencoba, hasilnya tetaplah nihil karena pintu itu telah terkunci dari luar.


"Pintunya terkunci," kata Jane seraya menatap Louis. Wajahnya terlihat panik setengah mati.


"Huh, apa ini bagian dari rencana mu?" tanya Louis. Sontak Kata-kata nya mampu menyinggung wanita di hadapannya.


"Apa maksud mu? Kenapa Tuan selalu menuduh ku begitu??" Jane memalingkan wajahnya, dia duduk di sebuah kursi karena tak kuasa menahan rasa pegal di kakinya.

__ADS_1


"Sepertinya bukan Jane. Wajahnya jelas terlihat serius ketakutan."


Louis meraih ponselnya di dalam saku, ia membuka layar ponsel dari beralih menuju WeChat untuk menghubungi seseorang yang dapat diandalkan.


Namun tiba-tiba, suatu keanehan tak terduga terjadi. Sinyal di ponselnya hilang dalam sekejap dan membuatnya tidak dapat menghubungi seseorang. Suasana canggung lantas menyelimuti keduanya lantaran Louis sibuk dengan sebuah ponsel di tangannya.


"Dimana ponselmu?" tanya Louis dengan nada suaranya dingin. Jane menoleh, ia lalu memberikan ponselnya pada pria itu.


"Kenapa tidak ada sinyal juga?" ucapnya heran setelah melihat ponsel milik Jane juga kehilangan sinyal.


Louis lantas mengembalikan ponselnya pada Jane. Tatapan jengkel jelas terlihat pada wajah wanita di hadapannya.


Sementara itu, Alfred yang sudah selesai dari kamar kecil terlihat sedang berlari menuju sebuah ruangan yang jarang orang kunjungi. Yap! Tepat sekali, bisa dibilang itu adalah ruangan rahasia si pemilik hotel.


"Bagaimana? Apa berjalan sesuai rencana?" tanya Alfred bersemangat. Kini dirinya tengah duduk berhadapan dengan seorang wanita, yang tak lain adalah pelayan di kediamannya.


"Berhasil, Tuan Muda. Semoga saja mereka bersenang-senang di dalam sana," ungkap nya dengan tersenyum licik.


"Wah, Bibi memang bisa diandalkan! Ini untuk Bibi." Alfred memberikan sebuah amplop berupa uang di dalamnya. Lantas wanita itu dengan girang langsung menerima uang pemberian dari Alfred.


Di lantai utama, tampak beberapa orang yang tengah menatap setiap sudut ruangan dengan heran. Mereka mencari seseorang, yang tak lain adalah si pemilik perusahaan atau si penyelenggara pesta perusahaan.


Pasalnya, mereka tak melihat sosok Louis sejak acara pestanya di buka. Bahkan mereka sempat beranggapan bahwa Louis sedang merencanakan suatu hal yang dapat membahayakan nyawa mereka.


Suara langkah kaki terdengar jelas, ketika empat orang pria tengah menuruni tangga. Penampilannya yang serba hitam sontak mengejutkan banyak tamu undangan.


"Maaf, kami kemari hanya ingin memberitahu sesuatu," ucap salah seorang pria tersebut. Lantas mereka yang sempat heboh langsung terdiam, begitu mendengar pria itu berbicara.


"Tuan Louis tidak bisa hadir malam ini, dikarenakan sedang ada masalah pribadi. Jadi, mohon pengertiannya untuk para tamu undangan. Meskipun demikian, kalian masih bisa menikmati pesta malam ini. Kalian bebas bersenang-senang, karena ada seseorang yang akan menggantikan posisi tuan Louis untuk sementara," jelas pria itu.


"Baguslah kalau begitu," timpal seorang wanita dengan paras yang cantik dan menawan. Dia mengenakan sebuah pakaian kurang bahan yang dapat memikat hati banyak pria.


Namun, lain hal nya dengan Dion. Pria itu terlihat khawatir karena tidak melihat Jane di waktu yang cukup lama.


Awalnya dia mengira, kalau Jane memang sedang sibuk di dapur untuk mengurus hidangan pesta. Namun begitu melihat sendiri bahwa wanita itu tidak ada di dapur, ia menjadi cemas dan kepikiran dengan sosok Jane.

__ADS_1


"Apa sesuatu terjadi padanya?" Diok bertanya dalam hati.


Lantaran tidak tenang dengan sahabatnya yang pergi entah kemana, Dion pun mencoba untuk menghubunginya. Namun setelah berusaha cukup lama untuk menghubungi Jane, hasilnya tetaplah nihil. Wanita itu tidak menjawab telepon darinya.


Mau tidak mau, Dion pun berlari menuju lift. Dia berhenti di setiap lantai untuk mencari keberadaan Jane.


Saat hendak melangkahkan kakinya di lantai dua, pria itu tersentak kaget setelah melihat bahwa lantai itu telah ditutup untuk sementara.


"Uh, sial!" decak nya kesal seraya menutup pintu lift. Dia beralih menuju ruangan di lantai tiga, namun tetap sama. Ruangan di lantai tiga juga sedang di tutup untuk sementara.


Yah, begitulah selanjutnya hingga tiba di lantai sebelum akhir. Hanya lantai paling ujung saja yang tidak di tutup. Dion akhirnya mengurungkan niat untuk masuk ke dalam ruangan Louis yang berada di lantai tersebut.


Brak!


Dion membuka pintu itu dengan keras, tampak beberapa orang tengah memandangnya dari dalam ruangan itu. Yah, maun bagaimana lagi? Pria itu sudah terlanjur malu setengah mati.


"Ah, maaf. Saya kita tidak ada orang," ucapnya seraya menutup kembali pintu tersebut.


"Apa Jane akan baik-baik saja?"


〰︎〰︎〰︎〰︎〰︎〰︎〰︎〰︎〰︎〰︎〰︎〰︎〰︎〰︎〰︎〰︎〰︎〰︎〰︎〰︎


Dap!


Lampu di dalam kamar tiba-tiba padam, mampu mengejutkan dua orang sekaligus. Wajah Jane terlihat panik dan hampir seluruh tubuhnya ber gemetar. Sensasi dingin lantas menyelimuti nya.


"Tu-- Tuan, apa anda ada di sana?" tanya Jane dengan langkah kaki yang berjalan ke sembarang arah, lantaran tidak dapat melihat jelas seisi ruangan.


"Jangan berjalan, kau bisa jatuh nanti," tegur nya.


Bersambung🍁


Jangan lupa untuk dukungannya, dengan cara like, komen, vote, and fav ya!


Apa kalian tau? Membuat karya itu tidak semudah kelihatannya, maka dari itu Author senantiasa berharap pada kakak semua untuk mendukung karya novel ini.

__ADS_1


Terima kasih~


__ADS_2