Little Angel Brings Romance

Little Angel Brings Romance
Bab 28-Malam Menyenangkan


__ADS_3

Mohon dukungannya untuk karya ini, karena dukungan dari kakak semua sangat berarti bagi saya~


__________________________________________


Happy Reading🥀


Deg?!!! Dia seketika terdiam, melihat wajah Louis yang terpejam begitu tampan. Tanpa sadar ia telah kehilangan rasa takutnya hanya karena menatap wajah tampan pria itu.


Ketampanannya itu mampu membuat Jane nekat untuk semakin mendekati wajah Louis. Kedua bola matanya kini tepat berada di sebelah wajah pria yang tengah terbaring di lantai.


"Apa yang kau lakukan?" tanya Louis tiba-tiba, sontak mampu mengejutkan Jane. Dirinya hanya dapat mendengar sekilas detak jantung pria itu.


"Ti-- Tidak! Memangnya apa yang akan kulakukan?" ucap Jane memutar balikkan fakta.


Pria itu lantas berdiri dan berusaha sekuat tenaga menjaga keseimbangan tubuhnya yang masih sempoyongan. Jane yang merasa kasihan pun ikut membantu Louis untuk berdiri.


Tidak lama-lama, keduanya langsung mencari pintu jalan keluar. Mereka benar-benar sudah tidak sabar ingin segera keluar dari dalam sana.


Setelah beberapa saat berjalan mondar-mandir mencari jalan keluar, Jane tiba-tiba tak sengaja menginjak sebuah tombol asing di lantai. Yap, itu adalah tombol untuk membuka sebuah pintu rahasia di balik hordeng. Rasa syukur lantas menyelimuti keduanya.


"Kita berhasil?" gumam Jane merasa tidak percaya dengan apa yang dilihatnya di depan mata.


Tidak menggubris ucapan wanita itu, Louis pun berjalan cepat menuju arah pintu keluar tersebut. Tampak sorot cahaya telah berada di luar sana.


Jane membawa Louis menuju sebuah kursi panjang yang terbuat dari kayu. Namun ia sedikit kerepotan lantaran tangan pria itu merangkul pada pundaknya.


Flashback off


Awan cerah menyambut hari baru. Dengan langit yang dihiasi oleh warna merah muda serta beberapa burung yang berada di tangkai pohon sukses memikat perhatian para pengunjung wisata pemandian air panas.


Mereka menjalani aktivitas pertama di pagi hari yaitu dengan merendam tubuh mereka di dalam kolam panas. Apalagi dengan suhu kota yang masih cukup dingin, sangat cocok jika di dampingi dengan segelas teh hangat.


Jane berjalan menuju ruang sebelah, ia melihat Louis yang baru saja keluar dari dalam ruang penginapan nya. Lantas wanita itu pun segera berlari menghampiri Louis.


"Tuan!" teriaknya sukses mendapat perhatian orang-orang di sekitar.


"Jangan terlalu keras, kau benar-benar membuatku malu," cakap Louis masih sibuk dengan benda di tangannya.

__ADS_1


Yah, benda itu membuat Jane menjadi penasaran lantaran tidak pernah ia lihat.


"Boleh ku lihat benda apa itu?" tanya Jane seraya meraih benda tersebut.


"Huh," hembus Louis pasrah.


Dilihatnya sebuah benda berbentuk pohon natal dengan cairan berwarna emas di dalamnya. Wanita itu semakin penasaran, ia menatap Louis sembari tersenyum lebar.


"Ini, apa?" tanya Jane.


"Jika ingin, ambillah. Aku tidak butuh itu," balasnya dengan langkah kaki yang berjalan meninggalkan wanita itu.


"Terima kasih!" lontar Jane kegirangan.


Waktu telah menunjukkan pukul 08.22. Jane dan Sora memutuskan agar pergi ke cafe terlebih dahulu untuk sarapan pagi, lalu setelahnya mereka akan kembali pulang ke rumah masing-masing.


"Kau mau pesan apa?" tanya Sora seraya menatap buku menu di tangannya.


"Sandwich saja, dengan minuman coklat panas."


"Bibi Lil!!" teriak Alfred dari pintu masuk cafe. Dia melambaikan tangannya lalu berlari menghampiri dua wanita itu.


"Alfred? Kau mau sarapan juga?" tanya Jane pada Alfred yang sudah berada di sebelahnya.


Anak itu datang ke cafe bersama ayahnya. Louis terlihat memakai pakaian tebal yang bahkan belum pernah Jane lihat sebelumnya. Langkahnya itu tampak mendekati ketiga orang tersebut.


"Duduklah, kita sarapan bersama saja!" timpal Sora bersemangat. Alfred pun mengangguk setuju. Lalu diikuti oleh Louis yang sepertinya merasa terpaksa.


"Kak! Kami pesan lagi!" teriak Sora pada seorang wanita yang tengah melayani pengunjung lain. Wanita itupun berjalan menuju tempatnya.


"Ingin pesan apa?" tanya wanita itu dengan sebuah buku dan pulpen yang sudah siap di tangannya. Hanya perlu menunggu Louis dan Alfred mengatakan pesanan saja.


"Aku pesan sama dengan bibi ini, dua porsi ya!" kata Alfred. Wanita itu mengangguk lalu pergi.


"Sial, aku bahkan tidak suka dengan coklat hangat ... " batin Louis merasa sedikit jengkel.


"Apa Tuan baik-baik saja?" tanya Jane yang sedari tadi sibuk memperhatikan raut wajah pria itu.

__ADS_1


"Hmmm."


〰︎〰︎〰︎〰︎〰︎〰︎〰︎〰︎〰︎〰︎〰︎〰︎〰︎〰︎〰︎〰︎〰︎〰︎〰︎〰︎


Seusai mengisi perut dengan kenyang, mereka berempat memutuskan untuk pulang bersama-sama. Untungnya Jane dan Sora sudah siap mengemas barang-barang mereka ke dalam sebuah tas besar pagi tadi, begitu pula dengan Louis dan Alfred.


Kini mereka telah siap dengan sabuk pengaman yang telah di pasang, Sora dan Louis pun menginjak gas mobil secara bersamaan. Louis mengendarai mobilnya di depan mobil Sora, tentu saja itu pantas dilakukan sebagai alasan bahwa Louis adalah atasan mereka.


Sepanjang perjalanan, Jane hanya sibuk menatap sebuah benda yang sebelumnya di berikan oleh Louis padanya. Benaknya terisi penuh oleh kejadian semalam saat Louis tengah terbaring pingsan. Sora pun menyadari hal itu dan membuatnya menjadi penasaran.


"Darimana kau mendapatkan itu?" tanya Sora seraya menatap Jane dengan tatapan curiga.


"Anu, tuan memberikannya padaku," balasnya tersenyum kecil, sontak membuat Sora kalang kabut. Dia tak habis pikir dengan kejadian singkat yang menimpa keduanya, ternyata mereka bisa akrab hanya dalam waktu semalam.


"Apa semalam mereka melakukan sesuatu? Uh, aku jadi semakin penasaran. Apa nanti aku tanya saja apa yang telah mereka lakukan semalaman penuh?" Sora bertanya-tanya dalam benaknya.


Setelah hampir empat jam berada di perjalanan, mereka pun akhirnya tiba di kediaman masing-masing. Jane langsung merebahkan tubuhnya di atas ranjang begitu tiba di rumahnya. Sedangkan Sora harus melanjutkan perjalanannya menuju rumahnya yang terletak cukup jauh dari tempat Jane tinggal.


"Astaga! Bukankah seharusnya aku mendapatkan hadiah karena berhasil keluar dari dalam wahana rumah hantu semalam?" Jane menoleh, menatap ponsel yang ia letakkan di atas lemari kecil.


Wanita itu meraih ponselnya lalu menghubungi sang tuan untuk menanyakan soal hadiah yang belum sempat mereka terima kemarin malam.


"Halo, Tuan?" sapa Jane setelah Louis mengangkat panggilan dari nya.


"Apa kau sudah menerima hadiah kemarin setelah kita keluar dari dalam wahana?" tanya Jane dengan nada yang semakin tinggi di akhir kalimat.


"Memangnya kau pikir, benda yang sudah kuberikan padamu itu apa?"


Bersambung🍁


Jangan lupa untuk dukungannya, dengan cara like, komen, vote, and fav ya!


Apa kalian tau? Membuat karya itu tidak semudah kelihatannya, maka dari itu Author senantiasa berharap pada kakak semua untuk mendukung karya novel ini.


Terima kasih~


Maaf Author baru update lagi, dikarenakan akun author sempat terkena hack. Maaf~

__ADS_1


__ADS_2