Little Angel Brings Romance

Little Angel Brings Romance
Bab 15-Anniversary Perusahaan


__ADS_3

Mohon dukungannya untuk karya ini, karena dukungan dari kakak semua sangat berarti bagi saya~


_________________________________________


Happy Reading 🥀


Suasana ramai orang-orang dengan segelas wine dan obrolan menghangatkan atmosfer ruangan. Jane yang baru saja tiba menjadi kebingungan dan tidak tau harus berbuat apa. Matanya menatap sekeliling, dan melihat sosok sahabatnya tengah menuang wine ke dalam gelasnya.


"Dion!" teriaknya seraya menghampiri pria tersebut. Dion menoleh, ia tersenyum menatap Jane yang berlari menghampirinya.


"Kau, baru datang?" tanya Dion setelah Jane berada tepat di hadapannya. Wanita itu mengangguk, wajahnya yang cantik rupawan dengan senyuman lebar mampu menghipnotis lelaki manapun.


"Dress mu indah, apa kau meminjamnya?" ledek Dion. Hal itu membuat Jane cukup kesal dan wajahnya tampak sedikit murung.


"Tidak, aku hanya becanda. Mana mungkin kau meminjam, kan?" Pria itu beralih menuangkan air wine ke dalam gelas, lalu memberikannya pada Jane.


"Terima kasih,"


Tak berselang lama, acara anniversary perusahaan yang ke lima tahun pun dibuka oleh seorang pembawa acara. Tampak orang-orang yang sangat asyik menikmati segelas wine. Namun, lain hal nya dengan Jane yang tidak terlalu suka dengan alkohol itu.


Hampir satu jam lamanya, Jane masih bersenang-senang bersama Dion. Namun ia merasa sedikit heran dengan ketidakhadiran sang pemilik perusahaan, Louis Hanshen.


"Nona Jane!" teriak salah seorang pria dari balik tubuhnya. Jane lantas menoleh bersamaan dengan Dion. Tampak pria tersebut tengah berlari dan menghampiri keduanya.


"Tuan meminta anda menemuinya di lantai terakhir," ujarnya yang sontak mampu mengejutkan dua orang sekaligus.


Yah, acara anniversary perusahaan HonE Entertainment diadakan di sebuah hotel ternama di Kota nya. Itu artinya, hotel tersebut adalah sebuah tempat yang dibangun setelah perusahaan HonE Entertainment didirikan.


Tujuannya, agar tidak terjadi kerusakan di perusahaan tersebut. Itulah alasan mengapa acara anniversary perusahaan HonE Entertainment diadakan di hotel, bukan di perusahaan nya sendiri.


Jane lantas mengangguk, ia berjalan bersama pria tadi menuju sebuah lift yang terletak di sebelah ruangan di lantai utama.


"Kenapa tiba-tiba? Aku khawatir," gumam Dion seraya menatap kepergian Jane yang sudah tidak tampak hanya dalam sekedip mata.


Tibalah Jane dengan pria yang tak di kenalnya di lantai tujuan. Mereka masuk ke dalam sebuah ruangan yang cukup luas dengan desain tembok yang begitu mewah dan memukau. Jane sendiri tidak tau ruangan apa itu.


Dari arah pintu, terlihat sosok Louis yang tengah duduk di sebuah kursi panjang dengan pakaiannya yang serba hitam. Pria itu memang sangat cocok dengan pakaian hitam, karena menyatu dengan warna rambutnya yang berwarna putih.

__ADS_1


"Ada apa anda memanggil saya?" tanya Jane seraya duduk di sebuah kursi yang berhadapan dengan Louis.


"Aku sudah menunggumu cukup lama. Apa kau lupa?" ujarnya dengan mata yang memandang sekeliling ruangan.


"Lupa? Apanya yang lupa?" tanya Jane merasa bingung dengan ucapan pria tersebut.


"Heuh, kau tidak membaca pesan yang ku kirim, ya?"


Jane menggeleng, dia segera membuka layar ponselnya. Dan benar saja, sebuah pesan sejak satu jam yang lalu masuk ke DM. Dia tersenyum ragu menatap Louis, namun Louis hanya terdiam tak menanggapi senyumannya.


"Maafkan aku, aku terlalu bersemangat sampai tidak kepikiran dengan DM," cakap Jane dengan kepala sedikit tertunduk.


"Lupakan saja. Jika kau mengulangi perbuatanmu, aku tidak segan-segan untuk langsung mengeluarkan mu dari perusahaan!"


"Ba-- baik."


"Jadi, aku hanya ingin memberitahu mu bahwa kau harus mengatur beberapa hidangan untuk acara malam ini. Sekitar dua jam mendatang, mereka harus menikmati hidangan yang akan disajikan," ujar Louis. Tampak raut wajahnya yang cukup serius, membuat Jane tidak dapat bermain-main.


"Oh, tenang saja. Aku akan mengaturnya. Percayakan padaku!" balasnya dengan senyuman yang mengembang di wajahnya. Louis yang tidak ingin ternodai lantas memalingkan pandangannya ke arah sudut ruangan.


Begitu usai berhadapan dengan sang tuan, Jane pun lekas keluar dari dalam ruangan tersebut. Tampak sosok Dion yang sedang berdiri di ujung tangga, tatapannya tertuju pada Jane.


"Yah, aku mengikuti mu. Aku khawatir, lagipula aku tidak bisa berdiri di depan pintu itu karena ada beberapa penjaga," ungkapnya dengan tangan yang menunjuk ke arah beberapa orang di depan pintu ruangan Louis.


Kling!


Sebuah pintu lift terbuka, tampak seorang anak kecil yang tak lain adalah Alfred. Langkahnya itu menuju ke ruangan sang ayah.


Namun begitu hendak masuk ke dalam ruangan tersebut, Alfred tak sengaja melihat Jane tengah berbicara empat mata dengan Dion, pria itu lagi. Sontak hal itu mampu membuat Alfred cukup kesal, dia menghentakkan kakinya ketika masuk ke dalam ruangan sang ayah.


"Kenapa cara berjalan mu seperti itu?" tanya Louis menatap anaknya dengan sinis.


"Ah, tidak apa-apa. Aku hanya lelah, apa Ayah sudah lama berada di sini?" Alfred duduk di sebelah Louis, kepalanya bersandar pada bahu sang ayah.


"Acaranya saja baru dimulai setengah jam yang lalu. Tapi, Ayah memang sudah cukup lama tiba di sini," ungkap nya.


"Bibi Lil ada dimana?" tanya Alfred basa-basi.

__ADS_1


"Ayah memintanya untuk mengatur hidangan untuk acara malam ini."


"Oh, begitu ... "


"Bagus lah, sepertinya akan berjalan sesuai rencana!" gumam Alfred dengan pandangan licik menatap sang ayah.


〰︎〰︎〰︎〰︎〰︎〰︎〰︎〰︎〰︎〰︎〰︎〰︎〰︎〰︎〰︎〰︎〰︎〰︎〰︎


Waktu menunjukkan pukul 21.33. Malam yang semakin larut membuat orang-orang semakin bersenang-senang. Apalagi ditemani oleh segelas wine yang lezat. Bahkan beberapa diantaranya ada yang sudah mabuk karena tak kuat meminum terlalu banyak.


Alfred bersama dengan ayahnya tengah melangkah menuju sebuah ruangan yang terletak di lantai lima hotel tersebut. Karena keinginan sang anak yang agak aneh, membuat Louis terpaksa mengikuti langkahnya.


Begitu tiba di sebuah kamar hotel, keduanya pun masuk. Alfred yang sudah tak kuasa menahan kantuk nya lantas berbaring di atas ranjang.


Brrrrr ...


Perutnya tiba-tiba berbunyi, dan membuat Alfred harus berlari menuju kamar kecil. Meskipun ada sebuah kamar kecil di dalam ruangan kamar tersebut, namun Alfred lebih memilih untuk menuju ke kamar kecil yang terletak di sebelah tangga.


"Ayah di sana saja, ya! Aku akan segera kembali," ucapnya seraya berlari meninggalkan Louis.


Yah, pria itu hanya bisa menghembuskan nafasnya dengan kasar. Tingkah sang anak membuatnya sedikit jengkel.


Sementara itu, Jane yang tengah disibukkan dengan urusan dapur membuatnya cukup lelah. Padahal, ia berpikir akan bisa bersenang-senang di malam ini.


"Ah, Nona Jane?" panggil seorang wanita yang baru saja tiba, tampaknya dia adalah salah seorang pelayan di kediaman Hanshen.


"Ya?" Jane memutar balikkan badannya, lalu menatap wanita itu.


"Bisakah anda bisa membantu saya untuk mengecek kamar hotel di lantai lima? Sepertinya saya lalai karena meninggalkan catatan penting mengenai resep hidangan di kamar tersebut," ungkap wanita itu.


"Ah, baik. Tidak masalah,"


Bersambung🍁


Jangan lupa untuk dukungannya, dengan cara like, komen, vote, and fav ya!


Apa kalian tau? Membuat karya itu tidak semudah kelihatannya, maka dari itu Author senantiasa berharap pada kakak semua untuk mendukung karya novel ini.

__ADS_1


Terima kasih~


__ADS_2