Little Angel Brings Romance

Little Angel Brings Romance
Bab 6-Asisten Pribadi


__ADS_3

Mohon dukungannya untuk karya ini, karena dukungan dari kakak semua sangat berarti bagi saya~


__________________________________________


Langit cerah tampak di angkasa. Sedikit pancaran matahari terlihat menyambut pagi baru setelah hari berikutnya. Suasana dingin sangat menusuk ke seluruh anggota tubuh, bahkan pakaian tebal pun tak kuasa menahan rasa dingin itu.


Jane terbangun dari tidur lelapnya setelah alarm di ponsel berbunyi. Wanita itu lekas bangkit dari ranjang menuju kamar mandi. Yah, hari ini dia akan mendapat pesan pemberitahuan melalui E-mail.


Beberapa hari yang lalu, Jane telah berusaha melamar di beberapa perusahaan lagi. Ia bukanlah sosok yang mudah putus asa meskipun sudah beberapa kali di tolak di banyak perusahaan.


Seusai membersihkan diri, Jane berlalu menuju kamarnya untuk memakai pakaian. Tidak berselang lama, wanita itu berjalan menuju dapur untuk membuat sarapan pagi.


Seperti biasa, dirinya hanya memasak makanan dengan porsi kecil dikarenakan tidak ada orang lain selain dirinya di rumah itu. Meskipun demikian, Jane sebagai calon istri juga harus sering-sering memasak.


Waktu telah menunjukkan pukul 08.22. Sebuah perusahaan ternama di kota itu menerima sebuah calon pekerja baru. Yah, seorang pria tampak tengah terduduk di kursinya dengan mata yang sibuk membaca sebuah berkas mengenai identitas seseorang.


"Jane Lilson?" ucapnya setelah mengetahui nama seseorang dalam berkas tersebut. Pria itu lantas terdiam, dia meletakkan berkas tersebut dan tidak melanjutkan membacanya.


"Ada apa, Tuan?" tanya seorang pria lain di hadapannya. Tepat sekali! Pria itu adalah seorang asisten pribadi.


"Terima orang ini!" tegas nya dengan sorot mata yang begitu tajam. Lantas pria di hadapannya langsung melaksanakan sesuai perintah dari tuannya.


Sementara itu, Jane masih sibuk dengan memandang layar ponsel miliknya. Sudah sejak beberapa menit yang lalu dirinya menanti sebuah pesan E-mail yang akan masuk. Namun selama apapun dirinya menatap layar ponsel, pesan itu tidak kunjung masuk.


Message! Message! Message! Message!


Sebuah notifikasi tiba tiba muncul di ponselnya. Beberapa perusahaan yang sempat ia kunjungi waktu lalu mengirimnya pesan. Wanita itu membaca satu persatu pesan yang telah terkirim.


Jantungnya berdetak kencang, ia takut jika semua perusahaan itu akan menolak dirinya. Dan benar saja, tak ada satupun pesan E-mail masuk dengan pemberitahuan bahwa Jane diterima. Yang artinya, semua perusahaan telah menolaknya.


Yap! Wanita itu kini telah putus asa. Dia tidak tau akan melamar pekerjaan dimana lagi setelah ini.


"Semua gara-gara Ray! Pasti semua ini ulahnya, aku harus bagaimana?" ucapnya kesal dalam hati.


Tidak berselang lama, ponselnya tiba-tiba berdering. Sebuah panggilan dengan nomor tak dikenal masuk. Jane yang sempat ragu untuk menerima panggilan itupun nekat untuk mengangkatnya.

__ADS_1


"Halo, ini siapa?" tanya Jane sekaligus membuka pembicaraan.


"Ekhem, permisi Nona ..., apa benar anda Nona Jane?" Seseorang dari dalam telepon itu bertanya.


"Benar. Ada apa?"


"Saya dari perusahaan HonE Entertainment ingin memberikan informasi. Saya berharap anda bisa datang untuk interview sore nanti. Bisa?"


Sontak ungkapan dari orang tersebut mampu menggetarkan hati Jane. Dia benar-benar tidak menyangka bahwa masih ada perusahaan lain yang mau menerimanya sebagai karyawan. Tentu saja, wanita itu tidak akan menyia-nyiakan nya lagi.


"Bisa! Tentu saja bisa!" balasnya kegirangan.


Panggilan itupun berakhir setelah Jane mengakhiri obrolannya. Dia langsung bangkit untuk memilih beberapa pakaian yang akan dikenakannya nanti.


Jane membuka lemari berisi pakaian, tampak sebuah baju kurang bahan berwarna hitam terlampir di dalamnya. Ia segera meraihnya dan mencoba untuk mengenakannya. Yah, Jane sudah lama tidak memakai baju itu.


"Ini cocok!" lontar nya setelah melihat penampilannya dengan pakaian berwarna hitam di cermin.


Dia segera mengemas beberapa pakaian untuk dikembalikan ke dalam lemari. Wajahnya terlihat begitu bahagia hanya karena akan melakukan interview.


Begitu tiba di depan sebuah pintu ruang interview, Jane mencoba menenangkan dirinya yang sempat gugup dengan cara menarik nafas panjang dan kemudian dihembuskan. Ia melakukan itu sampai tiga kali.


Kriett ...


Pintunya terbuka, Jane langsung masuk dan duduk di sebuah kursi yang telah tersedia. Di dalam ruangan itu hanya tampak seorang wanita saja. Dilihatnya wanita tersebut lebih tua dari Jane.


"Kenapa hanya ada wanita ini?" pikirnya seraya menatap heran pada wanita di hadapannya.


"Selamat sore Nona Jane," sapa wanita itu dengan menunjukkan senyuman lebar di wajahnya. Jika dilihat dari sikapnya, ia sangatlah ramah.


"Aiya, selamat sore."


"Bisa anda menandatangani kontrak ini?" tanya wanita itu dengan memberikan sebuah kertas kontrak antara Jane dengan perusahaan HonE Entertainment.


"Lo-- loh? Kenapa-- " ucapannya terhenti ketika wanita di hadapannya memotongnya.

__ADS_1


"Anda tidak perlu melakukan interview. Selamat, anda akan bekerja di perusahaan HonE Entertainment!" ungkap nya dengan girang. Sontak Jane hanya bisa termengap heran dengan cara kontrak kerja antara calon karyawan dengan perusahaan.


"Apakah biasanya memang begini?" ucapnya bingung dalam hati.


Mau tidak mau, Jane pun menandatangani surat kontraknya. Tertulis jelas di dalam kertas tersebut bahwa Jane akan ditempatkan sebagai asisten peribadi tuan pemilik perusahaan.


"Terima kasih telah menerima saya di perusahaan ini. Tapi, apakah boleh saya bertanya sedikit?" tanya Jane merasa ragu. Wanita itu menanggapinya dengan mengangguk kecil.


"Apa ini tidak salah? Kenapa saya ditempatkan sebagai asisten pribadi? Bahkan saya tidak melakukan interview, saya juga belum menjalani trial. Jujur, saya merasa agak aneh!" ungkap nya dengan raut wajah tampak kebingungan.


"Emmm, saya juga tidak mengerti dengan keputusan tuan. Tapi, jika ini memang keputusan beliau, maka kemungkinan tidak akan ada masalah. Ya, selama anda menjalaninya dengan baik," balas wanita itu.


Jane mengangguk setelah mengerti maksud dari perkataan wanita di hadapannya.


☁︎☁︎☁︎☁︎☁︎☁︎☁︎☁︎☁︎☁︎☁︎☁︎☁︎☁︎☁︎☁︎☁︎☁︎


"Nona, bagaimana interview tadi?" tanya si pengemudi taxi. Ia menatap wajah Jane melalui cermin mobil di bagian depan.


"Baik baik saja. Namun saya sedikit merasa ragu."


"Kenapa?" tanya pria itu lagi.


"Karena saya tidak melakukan interview. Tetapi saya langsung ditempatkan sebagai asisten pribadi tuan pemilik perusahaan. bagaimana tanggapan anda mengenai hal ini?" Jane bertanya serius.


"Bukankah itu adalah hal bagus? Anda bisa mendapatkan posisi tinggi tanpa harus bersusah-payah!" balas si sopir dengan sedikit tertawa kecil.


Buih buih ombak tampak terlihat di laut meskipun pada saat malam hari. Yah, pemandangan itulah yang sedang dinikmati oleh Jane yang sedang melalui jalanan dekat laut. Dia terus memandangnya sampai lupa dengan tujuan awalnya untuk segera pulang.


Bersambung🍁


Jangan lupa untuk dukungannya, dengan cara like, komen, vote, and fav ya!


Apa kalian tau? Membuat karya itu tidak semudah kelihatannya, maka dari itu Author senantiasa berharap pada kakak semua untuk mendukung karya novel ini.


Terima kasih~

__ADS_1


__ADS_2