Little Angel Brings Romance

Little Angel Brings Romance
Bab 27-Takut Tak Tertolong


__ADS_3

Mohon dukungannya untuk karya ini, karena dukungan dari kakak semua sangat berarti bagi saya~


__________________________________________


Happy Reading 🥀


Ramai riuh orang-orang berada di sekitar wahana rumah hantu. Mereka tak sabar mencoba wahana tersebut dengan pasangannya. Antrian yang panjang bahkan sampai membuat beberapa diantara mereka menjadi kewalahan.


Setelah hampir menginjak waktu sembilan menit di dalam rumah hantu, Jane akhirnya bisa keluar begitu menemukan pintu keluar yang tersembunyi di balik hordeng.


Namun masalahnya, Louis yang sempat pingsan membuat Jane sedikit kerepotan. Dia harus merangkul kan lengan pria itu pada pundaknya.


"Uh, akhirnya ... " hembus Jane sembari duduk di sebuah kursi panjang, letaknya tak jauh dari area wahana rumah hantu.


Jane menoleh dan menatap Louis. Dilihatnya wajah pria itu tampak pucat dengan mata yang terpejam. Benar, itu adalah salah Jane. Wanita itu merasa begitu bersalah karena telah mengajak Louis untuk mencoba wahana seram tersebut.


Pandangannya masih fokus pada mata yang masih terpejam. Jika ia berada di posisi Louis, pasti sudah tidak karuan menahan rasa takut.


"Ternyata pria dingin seperti dia mudah terkejut, ya. Aku jadi ingat dengan kakak Sion di panti asuhan dulu. Dia juga mudah terkejut sama seperti tuan Louis," gumam Jane.


Setelah hampir sepuluh menit hanya terdiam di sana, Jane akhirnya memutuskan untuk membeli minuman terlebih dahulu.


Tak jauh dari area wahana, tampak sebuah gerobak penjual minuman hangat. Tentu saja, membuat Jane langsung bergegas menuju tempat penjual itu tanpa memberitahu pada Louis terlebih dahulu.


"Pak, tolong buatkan saya dua minuman," ucapnya pada si penjual yang kemudian langsung di angguki.


Tidak perlu menunggu lama, pria itu memberikan Jane dua buah minuman. Lantas Jane membayarnya dan kembali ke kursi dimana Louis masih terpejam di sana.


"Tu-- Tuan." Jane berusaha membangunkan Louis. Pria itu dengan terkejut langsung membuka kedua bola matanya.


"Ini untukmu. Tuan pasti sangat marah padaku, kan?" tanya Jane seraya menyerahkan satu minumannya untuk Louis.


"Terima kasih." ucapnya tanpa menjawab pertanyaan dari Jane. Membuat wanita itu semakin yakin bahwa sang tuan kesal terhadapnya.


"Tidak apa jika Tuan memang marah padaku. Ini juga memang salahku. Ummm, yah ... aku benar-benar minta maaf. Jika Tuan tidak ingin memaafkan ku juga tidak masalah."


"Berhentu menyalahkan dirimu sendiri," ujar Louis sembari menoleh ke arah Jane.


"Aku sudah memaafkan mu," imbuhnya. Seketika Jane membulatkan kedua bola matanya, tak menyangka bahwa pria di sebelahnya itu akan memaafkannya dengan mudah.

__ADS_1


"Terima kasih."


Waktu berlalu begitu cepat. Setelah membaik dengan kondisi Louis, mereka akhirnya memutuskan untuk kembali ke tempat penginapan lantaran malam yang sudah semakin larut.


Begitu tiba di tempat parkir, tampaknya mobil milik Sora sudah tidak berada di sana. Perasaan panik lantas menyelimuti dirinya, ia takut akan diminta pertanggung jawaban oleh Sora.


"Bagimana ini Tuan?" tanya Jane dengan langkah yang terus berjalan ke sana kemari memikirkan solusi.


"Pakai mobilku saja," saran Louis.


"Tapi, aku takut jika Sora marah padaku karena mobilnya hilang ... "


"Jika hilang, biarkan aku yang bertanggung jawab. Memangnya kau ingin ku tinggal di sini?" Louis beranjak memasuki mobilnya. Ia meninggalkan Jane yang masih berdiri di tempat itu.


"Ah, baiklah. Aku ikut denganmu."


Mereka masuk ke dalam satu mobil. Jane duduk di sebelah kemudi, yang tentunya bersebelahan dengan Louis.


Sepanjang perjalanan mereka hanya saling terdiam. Louis yang tengah mengemudi mobil tampak sibuk sekali dengan alat kemudi nya. Hal itu membuat Jane ragu untuk memulai obrolan.


Setelah lima belas menit berada di perjalanan, mereka pun akhirnya tiba di tempat tujuan. Tempat yang sebelumnya ramai penuh dengan orang-orang bahkan terlihat begitu sepi pada malam hari.


"Ini benar kamarmu?" tanya Jane memastikan.


"Benar," balasnya singkat, kemudian langsung masuk ke dalam kamar tersebut.


Jane lantas melangkah menuju ke kamarnya. Rasa heran terlintas di dalam benak setelah melihat pintu kamar yang tidak terkunci.


Dengan cepat wanita itu masuk ke dalam. Yah, apa yang dilihat mampu mengejutkan dirinya. Dia mengucak kedua bola matanya, memastikan bahwa seseorang yang ia lihat di depan matanya sendiri adalah Sora.


"Hai, darimana saja kau?!!" tanya Jane beranjak mendekati rekan kerjanya itu.


"Jane? Sudah pulang?" Sora menoleh lalu menyeringai lebar.


"Kau benar-benar membuatku khawatir setengah mati!" ucapnya meninggikan nada bicara. Tentu saja ia merasa kesal dengan temannya itu.


"Maaf, aku tidak sempat memberi tahu padamu kalau aku sudah pulang," cakap nya dengan kepala tertunduk.


"Sudahlah, lupakan!" Jane yang masih merasa kesal lantas meninggalkan Sora. Dia masuk ke dalam kamar lalu merebahkan tubuhnya di atas ranjang.

__ADS_1


"Jane, aku sudah menemukan ponselmu. Tadi aku tak sengaja melihatnya di dalam lemari!!" teriak Sora dari balik pintu kamar yang telah terkunci rapat.


Namun Jane tak menggubris ucapannya. Dia langsung memejamkan kedua matanya yang sudah terasa berat akibat telat tidur.


〰︎〰︎〰︎〰︎〰︎〰︎〰︎〰︎〰︎〰︎〰︎〰︎〰︎〰︎〰︎〰︎〰︎〰︎〰︎〰︎


Sementara itu, Louis masih terduduk di atas ranjang dengan menatap layar ponselnya. Dia melihat angka jam menunjukkan pukul 01.46. Bibirnya tampak tersenyum kecil, senyuman kecilnya itu tak sengaja dilihat oleh Alfred yang tengah berpura-pura tidur di sebelahnya.


"Apa ayah senang?" batin Alfred. Dia juga ikut terseyum melihat ayahnya itu tersenyum.


Flashback on


Grawwwww!!!


Seekor monster aneh tiba-tiba muncul, akibatnya Louis pun tergeletak pingsan tak sadarkan diri. Membuat Jane semakin takut dan khawatir.


"Tuan! Astaga, ada apa dengannya?" ucapnya bingung sembari berusaha membangunkan Louis.


Dia mencoba segala hal untuk bisa membangunkan pria itu. Bahkan sebuah benda asing yang tergeletak di lantai ia gunakan untuk memukul pipi tuannya.


"Sial, kenapa tidak bangun-bangun?" Jane berdiri, dia mencari sesuatu. Langkahnya itu menuju sebuah pintu yang sebelumnya belum dilewati.


"Kenapa tidak ada yang bisa ku gunakan di sini?" pikirnya sembari menatap ke segala arah.


Brak!! Sebuah boneka hantu muncul tiba-tiba dari atas kepalanya. Membuatnya terkejut hampir mati. Belum sempat menenangkan diri, sekumpulan tengkorak tampak berjalan menuju ke arahnya.


Wanita itu lantas berlari dan menuju ke tempat sebelumnya. Ia menutup puntunya rapat-rapat agar para tengkorak itu tidak bisa masuk.


"Hosh ... hosh ... "


"Tuan! Ayo bangun!!!" teriak Jane dengan panik sembari memukul pundak pria itu.


Deg?!!! Dia seketika terdiam, melihat wajah Louis yang terpejam begitu tampan. Tanpa sadar ia telah kehilangan rasa takutnya hanya karena menatap wajah tampan pria itu.


Bersambung🍁


Jangan lupa untuk dukungannya, dengan cara like, komen, vote, and fav ya!


Apa kalian tau? Membuat karya itu tidak semudah kelihatannya, maka dari itu Author senantiasa berharap pada kakak semua untuk mendukung karya novel ini.

__ADS_1


Terima kasih~


__ADS_2