Little Angel Brings Romance

Little Angel Brings Romance
Bab 12-Menginap


__ADS_3

Mohon dukungannya untuk karya ini, karena dukungan dari kakak semua sangat berarti bagi saya~


____________________________________________


Happy ReadingšŸ„€


Rembulan telah berada tepat di puncaknya. Disertai dengan bintang-bintang di langit, membuat pemandangan di malam hari semakin memukau. Hembusan angin bersiul mampu menembus kaca jendela. Suasana malam itu sungguh kacau, bahkan kain tebal yang tengah di pakai pun tak kuasa menahan rasa dingin.


Jane berdiri di sebuah halte bus yang tak jauh dari area perusahaan tempat bekerjanya. Sudah hampir 30 menit lamanya ia berdiri di sana, namun tak ada satupun kendaraan bus yang lewat.


Akibatnya, wanita itu tak sengaja tertidur di sebuah kursi di halte bus. Tubuhnya yang hanya di balut dengan kain kurang bahan itu lantas menjadi pusat perhatian beberapa pria yang sempat melintas.


"Permisi, Nona?" pria dengan wajah kucel dan garang itu menghampiri Jane. Tangannya yang menyentuh tubuh Jane merasakan sensasi berbeda.


"Ah ... " Jane membuka kedua bola matanya, tampak seorang pria sedang berdiri dengan mendekatkan wajahnya padanya. Sontak hal itu mampu mengejutkan Jane.


"Maaf, saya melihat anda ketiduran. Jadi saya berniat untuk membangunkan anda," ucapnya dengan raut wajah yang ditekuk. Namun Jane berpikiran lain, dia merasa bahwa pria yang sedang berbicara dengannya sedang merencanakan sesuatu.


"Aiya, terima kasih. Maaf, saya harus pergi." Jane berjalan dengan langkah kaki cepat. Entah kemana tujuannya, yang terpenting adalah bisa kabur dari orang itu.


Siapa sangka, pria yang tadi sempat berbicara dengan Jane pun berlari mengejarnya. Yah, keduanya kini sedang kejar-kejaran layaknya seperti kucing dan tikus.


"Ayah, apa itu bibi Jane?" tanya Alfred saat dirinya tak sengaja melihat Jane tengah berlari dari arah yang cukup jauh. Sontak Louis pun segera menghentikan laju mobilnya, dia menepi lalu keluar dari dalam mobil tersebut.


"Hosh ... hosh ... sial! Kenapa dia mengejarku?" tanya Jane dalam hati.


Begitu melihat Louis bersama Alfred di tepi jalan, Jane pun berlari menuju ke arahnya dengan nafas berantakan.


"Ah, tuan! Tolong aku!" teriaknya dengan langkah semakin cepat.


Louis terdiam, mencoba mengerti dengan ucapan yang baru saja terlontar dari mulut wanita itu.


"Ayah kenapa diam saja? Bibi meminta tolong pada Ayah!" kata Alfred. Wajahnya terlihat cemas melihat sosok Jane yang sedang dikejar oleh pria asing.


"Kenapa tuan Louis hanya diam, sih? Sungguh tidak peka!" jengkel nya.

__ADS_1


Louis berlari menghampiri Jane. Pria yang sedang mengejar wanita itu lantas hendak menyerang Louis dengan tangannya. Dengan cepat, Louis mampu menepis serangannya itu hanya dengan pukulan kaki. Yah, dia memang jago baku hantam.


Buaghh!!!!


Pria itu terpuruk di lantai setelah Louis memukul perutnya dengan tangan. Hanya dalam sekejap, dia mampu membereskan satu pria aneh dengan wajah kucel itu.


"Terima kasih banyak ... " ucapnya dengan nafas yang tidak teratur. Wanita itu lantas jatuh pingsan karena tak kuat menahan rasa lemas di tubuhnya. Untung saja, Louis yang berhati dingin masih mau menangkap tubuhnya yang hampir terjatuh.


"Apa bibi baik-baik saja?" tanya Alfred merasa begitu khawatir. Namun sang ayah tak menggubris nya, dia langsung membawa Jane masuk ke dalam mobil miliknya dan melaju dengan kecepatan tinggi.


"Bibi? Bibi Lil?" Anak itu terus bersikeras membangunkan wanita yang tengah terbaring lemas di sebelahnya.


Namun karena tak kuasa menahan air mata yang telah terbendung di kedua bola matanya, Alfred pun mengeluarkan cairan bening yang mampu membasahi seluruh wajahnya. Louis yang mengetahui hal itu hanya terdiam, tidak memperdulikan sang anak.


Setelah cukup lama menghabiskan waktu di perjalanan, mereka pun akhirnya tiba di kediaman Hanshen. Louis mengeluarkan Jane dari dalam mobil, ia menggendongnya masuk ke dalam rumah.


"Ayah, apa bibi akan menginap di rumah kita?" tanya Alfred dengan girang. Namun lagi-lagi Louis hanya terdiam tak menjawab pertanyaan si anak.


Yah, pria itu meletakkan Jane di atas sofa ruang tamu. Beberapa pelayan berlari menghampiri Louis yang tengah membawa pulang seorang wanita. Jelas sekali terlihat raut wajah senang dalam diri mereka.


"Siapa dia, Tuan?" tanya seorang pelayan yang memiliki wajah cukup muda dan bersih. Dia tersenyum berseri menatap sang tuan.


"Dia hanya asisten pribadi," balasnya dengan suara dingin.


"Dasar ayah! Menang tidak peka, ya!" gumam Alfred sedikit jengkel.


Belum sempat pelayan itu kembali dengan air minum, Jane pun membuka kedua bola matanya. Ia menatap heran sekeliling ruangan, apalagi dengan beberapa orang yang tengah duduk di sofa, membuatnya berpikir bahwa ia sedang di kediaman penculik.


"Dimana ini?!!" teriak Jane seraya bangkit dari sofa.


"Jangan gegabah!" Wanita itu menoleh, dan melihat tuannya yang sedang memandangnya dari tangga.


"Apa ini rumah Louis? Wah, besar sekali!" ucapnya dalam hati.


Setelah beberapa saat, seorang pelayan datang dengan sebuah nampan di tangannya. Ia meletakkan nampan yang berisi air minum serta makanan itu di meja.

__ADS_1


"Bibi! Bibi Lil sudah bangun?" teriak Alfred dengan langkah kaki cepat yang menuruni anak tangga. Wajahnya terlihat berseri saat melihat Jane telah sadar dari pingsannya.


"Alfred? Kau belum tidur?" Alfred menggeleng.


"Alfred! Ayah sudah memintamu untuk tidur tadi, kenapa kau belum tidur juga?" Louis berjalan menghampiri keduanya. Dia menatap Alfred dengan tatapan tajam.


"Cepat kembali!" tegas nya dengan jari telunjuk yang yang menunjuk ke arah kamar Alfred.


"Tidak mau!" tolak nya dengan kepala menggeleng.


"Terserah saja, Ayah akan membuangmu jika kau tidak mau segera tidur!"


Jderr!!! Hatinya terguncang, mendengar ucapan yang terlontar dari mulut tuannya barusan. Jane tak menyangka, bahwa Louis memiliki sifat sadis dan mengerikan. Bahkan pada anaknya sendiri.


"Alfred, cepat tidur. Ayahmu sudah marah padamu ... " tutur Jane palan.


"Baiklah. Selamat malam Bibi," ujarnya dengan tangan yang melambai-lambai pada wanita itu. Ia pun lantas berjalan menuju ke kamarnya. Hal itu mampu mengejutkan Louis karena Alfred dengan mudahnya mau menuruti perkataan Jane.


Yap! Hanya terisa dua orang itu saja di ruang tamu. Suasana canggung lantas menyelimuti keduanya lantaran Louis terlalu cuek dan tidak peka.


"Dimana rumahmu?" tanya Louis.


"Eh? Ku kira dia akan mengizinkan ku tidur di sini hanya untuk malam ini saja," decak Jane dalam hatinya.


"Rumahku? Emmm, rumahku ada di jalan x."


"Bersiaplah, aku akan mengantarmu pulang," ujarnya dengan langkah yang berjalan menuju halaman rumah.


"Tapi, a-- aku, aku masih lelah. Tidak bisakah kau mengizinkan ku untuk tidur di rumahmu? Hanya untuk malam ini saja, kok."


BersambungšŸ


Jangan lupa untuk dukungannya, dengan cara like, komen, vote, and fav ya!


Apa kalian tau? Membuat karya itu tidak semudah kelihatannya, maka dari itu Author senantiasa berharap pada kakak semua untuk mendukung karya novel ini.

__ADS_1


Terima kasih~


__ADS_2