
Mohon dukungannya untuk karya ini, karena dukungan dari kakak semua sangat berarti bagi saya~
____________________________________________
Happy Reading🥀
Ketika sedang asyik menikmati makanan tersebut, Jane tiba-tiba merasakan sakit perut yang membuatnya harus pergi ke toilet.
"Aku ingin ke toilet sebentar," ucapnya seraya berjalan pergi meninggalkan Alfred dan Sora.
Sementara itu, Alfred merasa senang karena dapat mengambil kesempatan saat Jane sedang pergi. Perlahan dirinya meletakkan sendok di atas piring kemudian mulai membuka obrolan.
"Kak Sora." Sora berdalih menatapnya yang semula tengah disibukkan dengan sebuah garpu dan sendok.
"Ada apa?" tanya Sora merasa heran.
"Apa Kak Sora menyukai Paman Dion?" Sora tersentak kaget, lalu tersedak oleh makanan yang berada di dalam mulutnya.
"Kenapa kau bisa tau?" tanya Sora mengecilkan volume suaranya.
"Tentu saja aku tau. Apakah Kak Sora ingin mendapatkan paman Dion?" Sora mengangguk, namun rasa curiga tiba-tiba terlintas di dalam benaknya.
"Aku juga ingin mendapatkan bibi Lil, namun akan sulit karena paman Dion yang terus-terusan mendekatinya," ungkap Alfred dengan wajah murung menatap Sora.
Sontak membuat wanita itu menjadi semakin bingung, hampir tidak mengerti dengan ucapan yang dimaksud oleh anak kecil di hadapannya.
"Apa maksudmu? Apa bisa langsung ke intinya saja?" tanya Sora.
"Begini, jadi aku ingin agar Kak Sora selalu mendekati paman Dion, membuat beliau jatuh cinta pada Kakak. Dan aku juga akan membuat bibi Lil semakin dekat dengan ayahku tanpa adanya halangan dari paman Dion, bagaimana? Setuju?"
"Tapi, bagaimana caranya?"
"Caranya ... "
Setelah hampir dua puluh menit Jane berada di dalam toilet, ia pun akhirnya kembali ke mejanya. Tampak wajah pucat dengan tangan yang terus memegangi perutnya. Membuat Alfred merasa khawatir.
"Apa Bibi baik-baik saja?" tanya Alfred. Lantas Jane menanggapinya dengan menggeleng pelan.
"Apa kau sakit perut?" timpal Sora.
"I-- iya, apa bisa kita kembali ke ruangan kerja saja?" ajak Jane. Ia tak kuasa menahan sakit di perutnya.
Ketiganya pun kembali menuju tempat masing-masing karena tak tega dengan keadaan Jane. Namun sebelum kembali ke ruangan kerjanya, Jane memutuskan untuk pergi ke rumah sakit terlebih dahulu.
__ADS_1
Alfred menawarkannya diantar oleh sopir pribadinya, namun ditolak dengan sopan oleh Jane. Tentu saja, wanita itu benar-benar merasa tidak enak harus melibatkan anak dari sang tuannya.
Setibanya di rumah sakit, Jane mendapat sebuah keterangan dari dokter. Wanita itu mengalami sakit perut akibat makanan yang di pesannya di kantin barusan. Bukan karena makanan yang kurang higienis, namun karena Jane yang salah makan.
"Ini obatnya. Sakit perutnya akan mereda setelah mengkonsumsi obat ini," ujar sang dokter seraya memberikan sebuah pil obat pada Jane.
"Terima kasih."
Langit telah gelap, tampak rembulan yang bersinar serta bintang yang ber gemerlap menerangi Kota. Hawa sejuk mampu di rasakan nya pada malam pertama musim dingin tahun ini.
Jane menguap kantuk, dia menutup layar laptopnya lalu bangkit dari kursi. Langkahnya itu berjalan menuju sebuah lift untuk menuju ke lantai utama perusahaan.
"Jane? Kenapa kau belum pulang?" tanya Dion yang baru saja tiba di hadapan Jane.
"Dasar, kau membuatku kaget!" celoteh nya sembari mencubit pundak pria itu.
"Hehe, maaf. Apa kau mau ku antar?"
"Tidak perlu," balasnya dengan di iringi gelengan kepala. Dion pun mengangguk paham lalu tersenyum.
〰︎〰︎〰︎〰︎〰︎〰︎〰︎〰︎〰︎〰︎〰︎〰︎〰︎〰︎〰︎〰︎〰︎〰︎〰︎
Beberapa hari telah berlalu. Suhu kota masih sama seperti hari-hari sebelumnya, dimana orang-orang merasakan dingin yang menusuk hingga ke tulang-tulang.
Jane membuka kedua bola matanya yang terasa berat akibat begadang kemarin malam. Ia merelakan malam yang panjang hanya untuk menonton Drama Korea yang sedang populer tahun ini.
*****
Message :
06.22 a.m
Sora - Hai, apa kau ada kegiatan hari ini? Aku ingin mengajakmu ke wisata baru. Tempat pemandian air panas, bukankah sepertinya menyenangkan?
06.39 a.m
Me - Boleh juga, ingin berangkat jam berapa?
Sora - Pagi ini bagaimana?
06.40 a.m
Me - Baiklah. Tunggu aku bersiap-siap!
__ADS_1
Sora - Okey.
*****
Jane lekas bangkit dari ranjang, dia berlari menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya. Yah, ini adalah hari libur pertama pada musim dingin di perusahaan setelah beberapa hari lalu masih harus berangkat.
Tidak menggunakan waktu lama, Jane akhirnya telah siap dengan pakaiannya. Ia juga tidak akan melewatkan waktu untuk merias wajahnya terlebih dahulu.
Begitu waktu menunjukkan pukul 07.14, Jane mampu menyesuaikan penampilannya. Barang-barang yang menurutnya penting untuk dibawa juga telah ia kemasi ke dalam sebuah tas besar. Kini hanya perlu menunggu Sora menjemput ke rumahnya saja.
Bep ... bep ...
Sosok yang telah ditunggu-tunggu akhirnya datang. Jane masuk ke dalam mobil dan meletakkan tas besarnya ke dalam bagasi. Ia mengenakan sabuk pengaman untuk jaga-jaga.
"Ayo berangkat!" seru keduanya dengan kompak.
Karena di cuaca musim dingin seperti ini, mereka pun memilih mengenakan pakaian tebal. Syal serta topi hangat juga terbalut di tubuh mereka.
Bahkan hingga kaus kaki, tak luput dari kaki Jane.
Hampir dua jam lamanya menuju sebuah tempat wisata baru, mereka pun akhirnya tiba di tempat tersebut. Terlihat beberapa orang tengah ramai berjalan menuju tempat pemandian air hangat.
Di tempat itu juga terdapat beberapa buah cafe yang ukurannya tidak kecil juga tidak besar. Tak hanya itu, para pengunjung juga bisa menikmati pemandangan indah dari atas bukit lantaran wisata itu terletak di atas sebuah bukit pegunungan.
"Bagaimana jika kita ke cafe dulu? Aku sudah lapar," cakap Jane seraya tersenyum ragu menatap teman rekan kerjanya itu.
"Baiklah, aku juga sebenarnya lapar."
Keduanya lantas berjalan menuju sebuah cafe yang tak jauh dari area parkir. Yah, terdapat beberapa cafe di tempat itu yang di desain dengan model yang berbeda-beda. Mungkin mereka akan mampir ke cafe yang paling sederhana.
"Pesan minuman hangat dua, lalu burger cheese satu dan sandwich satu," ucap Sora pada seorang pelayan wanita.
"Baiklah."
******
Seusai mengisi perut dengan kenyang, mereka langsung menuju sebuah loket untuk memesan kamar penginapan terlebih dahulu. Jadi, di wisata itu memang disediakan sebuah tempat untuk menginap, sedangkan pemandian air panas hanya terdapat untuk pria dan wanita di setiap lantai penginapan.
Atau bahkan ada sebuah pemandian air panas yang memang dibuat secara umum, namun terpisah antara pria dan wanita.
Bersambung🍁
Jangan lupa untuk dukungannya, dengan cara like, komen, vote, and fav ya!
__ADS_1
Apa kalian tau? Membuat karya itu tidak semudah kelihatannya, maka dari itu Author senantiasa berharap pada kakak semua untuk mendukung karya novel ini.
Terima kasih~