Little Angel Brings Romance

Little Angel Brings Romance
Bab 40-Malam Panas


__ADS_3

Mohon dukungannya untuk karya ini, karena dukungan dari kakak semua sangat berarti bagi saya~


________________________________________


Happy ReadingπŸ₯€


Angin malam yang berhembus mampu menusuk hingga ke tulang tubuh. Menghiasi sunyinya malam sepi, yang bahkan hanya terdengar suara hewan-hewan kecil.


Louis menghentikan langkahnya setelah tiba di sebuah ruangan gelap tanpa cahaya. Pria itu menutup pintu ruangan dengan rapat, kemudian menyalakan lampu nya hingga menyilaukan mata.


Terlihat sebuah ranjang di balik hordeng lebat itu, serta sofa yang panjangnya melebihi sofa ruang tamu di rumahnya.


Jane terdiam bingung lantaran tidak mengerti alasan pria di hadapannya saat ini, membawa dirinya ke tempat yang cukup menjadi pertanyaan.


Tanpa aba-aba, Louis langsung mengangkat tubuh wanita itu sampai kakinya tak dapat menyentuh lantai. Tubuhnya yang langsing dengan kedua gunung kembar yang sangat menggoda, tentu menarik hawa nafsunya.


Louis meletakkan tubuh Jane di atas ranjang setelah berhasil membuka hordeng transparan itu. Perlahan tangannya membuka pakaian si wanita, hingga tak ada satupun kain yang menempel di tubuhnya.


Kini ia mulai mendaratkan bibirnya di bagian leher, terus bergerak hingga membawanya pada ciuman bibir.


Louis yang terbawa hawa nafsu sampai tak sadar, bahwa ia sudah berada dalam satu ranjang bersama sang sekretaris pribadi.


Pria itu melanjutkannya dengan memainkan dua gunung kembar yang terlihat menonjol, dirasakannya sensasi empuk yang begitu nikmat.


Yah, keduanya saling berdesah, menciptakan bunyi menjijikkan yang seharusnya tidak dilakukan oleh dua orang yang bukan pasangan.


"Jangan bicara," ucap Louis seraya memasang jari telunjuk nya pada bibir Jane, lantas iapun mengangguk menuruti perkataannya.


Setelah di bukanya semua kain yang menempel pada tubuh pria itu, dia mulai beraksi. Perlahan menutupi aurora mereka dengan selimut tebal berwarna putih, dan memasukkan barang berharganya pada si perawan.


Malam itu adalah malam pertama bagi Jane, di usianya yang masih terbilang cukup muda, keperawanannya telah direnggut oleh Louis, tuannya di kantor.


"Aku tidak tau, tapi ini rasanya sangat nikmat," tutur Louis dengan senyum lebar di bibirnya.


Keringat basah mulai membasahi seluruh tubuh, karena terlalu banyak mengeluarkan energi.


Malam yang sudah larut tidak membawa mereka untuk tidur, justru keduanya masih saling bersenang-senang, terutama bagi Louis yang sudah lama menahan nafsunya.


*****


Matahari telah berada di langit, lampu-lampu yang sebelumnya menyala kini telah padam, tergantikan dengan cahaya matahari dari bumi.

__ADS_1


Suara kicauan burung di pagi hari mengiringi langkah Alfred menuju ruang makan, setelah dirinya usai membersihkan tubuh.


Meja makan yang penuh makanan siap santap itu sukses membingungkan Alfred. Jumlahnya yang tidak sedikit tentu menjadi pertanyaan, apalagi kemewahan di setiap piring yang di sajikan begitu menonjol.


Dirinya duduk di kursi ruang makan, lalu para pelayan membantunya meraih roti bakar dengan selai kacang, serta ditemani dengan susu coklat.


Selama melahap makanan, Alfred hanya terdiam, mencoba paham dengan keadaan yang terbilang cukup aneh.


"Aku tidak tau, tapi yang pasti kamar nona Jane kosong sejak tadi malam. Lalu kamar tuan Louis juga terkunci semalaman," ucap salah seorang pelayan pada pelayan lainnya.


Suaranya yang cukup keras sukses meraih perhatian Alfred, reflek dirinya langsung menoleh ke arah si pelayan yang berada tepat di balik tubuhnya.


"Bibi Lil ada di sini?" tanya Alfred tiba-tiba, mampu mengejutkan dua wanita yang tengah bergosip itu.


"Alfred ... kau sedang sarapan. Jika ayahmu tau kau berbicara saat sedang makan, pasti dia akan memarahi mu habis-habisan," tegur si pelayan.


"Yes! Baguslah jika bibi Lil tidur di sini," gumamnya seraya berbalik badan menghadap meja makan.


Sementara itu, pintu kamar Louis masih tertutup rapat. Tidak ada siapapun yang berani mengetuknya, apalagi membangunkan dirinya yang masih terlelap.


"Hoamm ...."


Jane menguap setelah terbangun dari tidurnya semalaman. Dia melihat tubuhnya yang telanjang tanpa berbalut kain.


Perlahan Jane memukul kedua pipinya, memastikan bahwa ini hanyalah mimpi. Namun tidak, kejadian semalam memang benar terjadi.


"Apa tuan Louis benar-benar melakukannya denganku semalam?" ucapnya pada diri sendiri, masih dengan pandangan kosong menatap seorang pria di sebelahnya.


Mungkin karena terlalu banyak membuang energi semalam, membuat tubuh pria itu menjadi lemas dan sampai tidur kebablasan.


Jane mendekatkan wajahnya pada Louis. Jika ditatap dari jauh, wajahnya sudah amat tampan, apalagi ditatap dari dekat, ketampanannya itu benar-benar tidak bisa ditolak.


Sampai tak sadar, bahwa jantungnya itu berdetak kencang, pipinya berubah merah merona dan tangannya ber gemetar menatap pria itu dari dekat.


Duar!!!


Jane terkejut, saat Louis tiba-tiba membuka kedua bola matanya. Kini posisi mereka saling bertatapan mata dari dekat, sontak Jane langsung menjauh dan berpaling.


Rasa malu seketika terbayang dalam benaknya. Memang tidak pantas jika ia seenaknya menatap sang tuan seperti tadi.


Louis mengangkat tubuhnya, lalu menutupinya dengan selimut itu. Yah, sama seperti Jane yang juga menutup tubuhnya yang masih telanjang menggunakan selimut.

__ADS_1


"Maaf yang semalam," kata Louis, namun matanya sama sekali tidak menatap ke arah wanita di sebelahnya.


"Tapi ... tuan dalam keadaan sadar, kan?" tanya Jane.


"Iya. Aku melakukannya dengan sadar. Jika terjadi sesuatu padamu, aku akan bertanggung jawab."


Pria itu langsung meraih pakaiannya yang tergeletak di lantai, lalu mengenakannya untuk menutupi seluruh tubuh.


Begitu tubuhnya telah tertutup, Louis mengambilkan pakaian milik Jane yang sama tergeletak di lantai. Lalu melemparkannya pada wanita itu.


"Pakailah, aku tidak akan mengintip," ujarnya bersungguh-sungguh.


"Bagaimanapun juga, semalam kau sudah melihatnya," sahut Jane sedikit jengkel.


Lantas perkataannya barusan membuat Louis menoleh, dan sekali lagi melihat tubuh wanita itu sedang telanjang.


"Ka-- katanya tidak akan mengintip!" ucapnya sambil berteriak.


"Ah, iya. Maaf."


Waktu telah menunjukkan pukul 09.21. Jane bersama Louis berjalan menuruni tangga secara bersamaan, setelah keduanya usai membersihkan tubuh.


Mereka menuju ruang makan yang terletak di lantai bawah, tepatnya berada di lantai dua.


Kini penampilan Louis telah rapih degan sebuah kemeja serta jas yang menempel pada tubuhnya. Begitu juga dengan Jane, ia mengenakan pakaian baru yang telah lama disimpan oleh Louis.


Saat tiba di ruang makan, para pelayan yang melihat keduanya datang bersamaan lantas menjadi curiga.


Memang, sebelumnya beberapa dari mereka juga merasa curiga dengan keberadaan Jane yang tidak ada di kamarnya semalaman, lalu kamar Louis juga tertutup dengan rapat, tidak seperti biasanya.


Suasana di ruang makan itu sangat sunyi, karena hanya terdapat beberapa orang saja, bahkan Alfred telah pergi ke sekolahnya sejak pagi tadi.


"Jangan bilang pada Alfred kalau kami tidur bersama," tutur Louis pelan pada pelayan di sana.


Sontak mata mereka langsung tertuju pada dua orang yang tengah menikmati sarapan pagi itu.


Kebetulan, Lala juga berada di sana. Tampak senyum yang terukir di wajahnya, mendengar ucapan sang tuan barusan.


"Baik, Tuan," balas mereka bersamaan.


"Sudah kuduga, tuan Louis dan nona Jane tidur bersama! Xixixi ...," gumam Lala.

__ADS_1


π™±πšŽπš›πšœπšŠπš–πš‹πšžπš—πš....


πšƒπšŽπš›πš’πš–πšŠ πš”πšŠπšœπš’πš‘ πšπšŽπš•πšŠπš‘ πš–πšŽπš–πš‹πšŠπšŒπšŠ πšœπšŠπš–πš™πšŠπš’ πšŠπš”πš‘πš’πš›, πš“πšŠπš—πšπšŠπš— πš•πšžπš™πšŠ πš‹πšŽπš›πš’πš”πšŠπš— πšπšžπš”πšžπš—πšπšŠπš— πš‹πšŽπš›πšžπš™πšŠ πš•πš’πš”πšŽ, πšπš’πšπš, πš”πš˜πš–πšŽπš—, 𝚟𝚘𝚝𝚎 πšπšŠπš— πšπšŠπšŸπš˜πš›πš’πš! πš‚πšŠπš–πš™πšŠπš’ πš“πšžπš–πš™πšŠ πšπš’ πšŽπš™πš’πšœπš˜πšπšŽ πšœπšŽπš•πšŠπš—πš“πšžπšπš—πš’πšŠ!!!π™ΉπšŠπš—πšπšŠπš— πš•πšžπš™πšŠ πšπšžπš”πšžπš—πšπšŠπš— πšπšŠπš— πšœπšŠπš›πšŠπš— πš—πš’πšŠ πš’πšŠπŸ€


__ADS_2