
Mohon dukungannya untuk karya ini, karena dukungan dari kakak semua sangat berarti bagi saya~
_________________________________________
Happy Reading 🥀
"Tapi, a-- aku, aku masih lelah. Tidak bisakah kau mengizinkan ku untuk tidur di rumahmu? Hanya untuk malam ini saja, kok."
"Andai, aku bisa berkata seperti itu. Tapi tidak mungkin, karena dia adalah tuanku," keluh nya dalam hati.
"Kenapa diam? Apa kau akan berada di tempat itu sampai akhir hidupmu?" teriak Louis yang telah siap berada di dalam mobilnya.
Jane pun lantas berlari menuju pintu utama. Dia masuk ke dalam mobil Louis dengan membuka pintu mobil sendiri. Yah, biasanya di dalam drama pria lah yang membukakan pintu mobil untuk wanitanya.
Setelah cukup lama berada diperjalanan, keduanya pun akhirnya tiba di kediaman Jane. Betapa terkejutnya Louis ketika melihat rumah milik wanita itu yang hanya dibangun dengan sebuah bata merah tanpa dilapisi warna cat.
Louis menghembuskan nafasnya dengan kesar, dia langsung melajukan mobilnya kembali setelah Jane turun dari mobil miliknya.
"Terima kasih tuan!" teriak Jane berharap agar sang tuan mampu mendengarnya.
"Tidak papa, kau harus sabar menghadapi orang seperti dia. Memang pria tidak peka!" Jane berdecak dalam hatinya.
〰︎〰︎〰︎〰︎〰︎〰︎〰︎〰︎〰︎〰︎〰︎〰︎〰︎〰︎〰︎〰︎〰︎〰︎〰︎〰
Cahaya mentari pagi memulai hari yang baru. Dengungan alarm ponsel mengingatkan Jane akan pekerjaannya. Roti selai yang didampingi dengan segelas susu menemanimu awal keberangkatannya ke perusahaan. Hawa sejuk terhirup saat Jane keluar dari rumahnya.
Tidak menggunakan waktu lama, Jane akhirnya tiba di sebuah perusahaan dengan taxi sebagai pengantar. Dia masuk ke dalam lift, dan terlihat beberapa karyawan lain tengah memandangnya sinis dengan di iringi bibir yang saling berbisik.
"Permisi, ada apa ya?" tanya Jane pada salah satu karyawan tersebut. Mereka hanya terdiam, tak menggubris ucapan Jane.
Setibanya di lantai tujuan, Jane langsung keluar dari lift. Dia tidak menghiraukan perbincangan orang-orang tersebut. Yah, manusia memang hobi membicarakan keburukan orang lain.
Kriett ...
"Jane? Kenapa kau baru sampai? Aku sudah bersusah payah menghubungi mu!" ucap Louis tiba-tiba.
__ADS_1
Wanita itu telah dikejutkan oleh sosok sang tuan yang entah sejak kapan berada di dalam ruangan kerjanya. Jane berdalih memandang pria di sebalah Louis, mereka terlihat fokus menatapnya.
"Apa yang sebenarnya terjadi?" Jane bertanya-tanya dalam hatinya. Sejak pagi dirinya sudah dibuat heran dengan para penghuni perusahaan yang menurutnya tidak waras. Dia merasa bahwa orang-orang di sini adalah makhluk dari dunia lain.
"Apa maksud anda Tuan?" tanya Jane dengan rasa penasaran tinggi di dalam benaknya. Langkah nya itu semakin mendekat ke arah Louis yang tengah terduduk di kursi miliknya. Akibatnya, Jane yang sudah merasakan lelah di kakinya tetap berdiri dan menahan rasa lelah tersebut.
"Lihat berita!" lontar nya dengan nada kesal.
Wanita itu lantas membuka layar ponselnya, dia membuka sebuah aplikasi instagram yang biasa digunakan untuk melihat informasi terkini.
Deg?!!! Jane terdiam, mulutnya bergeming. Ia benar-benar merasa tak percaya dengan berita hot pagi ini.
"Siapa yang sudah membuat berita seperti itu? Apa ini bagian dari rencanamu?" tanya Louis seraya berdiri dan menghadap ke arah wanita di hadapannya.
"Bu--- bukan! Untuk apa saya membuat berita seperti itu?"
"Sial! Benar-benar membuat masalah." Pria itu lantas berjalan menuju pintu. Dua orang lelaki yang sedari tadi bersamanya pun ikut berlalu meninggalkan Jane di dalam ruangannya.
"Astaga, apa yang kulihat barusan di berita hot? Siapa yang sudah berani membuat masalah besar?! Sungguh menyebalkan, aku jadi kena marah oleh tuan Louis ... " keluh Jane. Kepalanya mendadak pusing akibat berita tersebut.
_________________________________
Seorang Tuan pemilik perusahaan HonE Entertainment, Louis Hanshen. Menjalani hubungan gelap dengan asisten peribadi barunya. Diketahui keduanya tengah menuju kediaman Hanshen saat tengah malam. Terlihat Tuan Louis menggendong wanita itu masuk ke dalam rumahnya.
••Lampiran foto saat Louis tengah menggendong Jane masuk ke dalam rumahnya••
______________________________
"Selesaikan masalah ini, jangan sampai menyebar luas hingga ke kota lain," perintah Louis pada beberapa anggota bawahannya.
"Siap, Tuan!" Jawab orang-orang tersebut dengan kompak. Mereka pun segera bergegas melakukan tugas yang baru saja diberikan oleh sang tuan. Satu persatu keluar dari ruangan pribadi Louis menuju halaman perusahaan dan mengambil kemudi masing-masing.
Waktu telah menunjukkan pukul 10.33. Louis akhirnya mampu menghentikan kabar hoax yang hampir menyebar ke sebagian kota. Berkat bantuan para anak buahnya.
*****
__ADS_1
Drrrttt ...
Telepon perusahaan berdering, membuat wanita yang tengah fokus menatap layar komputer berdalih mengangkat panggilan tersebut.
"Selamat pagi, siapa ya?" tanya Jane sekaligus membuka pembicaraan.
"Ada pemberitahuan dari tuan Louis. Beliau meminta saya agar memberi tahu anda bahwa akan diadakan acara meeting dadakan pukul 16.00 WS di perusahaan ini," kata seorang pria dari balik telepon.
"Ah, baik. Saya mengerti. Terima kasih," balasnya dengan mengakhiri panggilan.
Karena sebuah meeting perusahaan yang diadakan secara mendadak, membuat Jane jadi terburu-buru untuk menyelesaikan tugas yang masih cukup banyak. Terlihat lembaran-lembaran dokumen yang menumpuk di atas meja kerja miliknya.
Sementara itu, seorang anak kecil dengan rambut pendek berwarna putih sedang menahan rasa kesalnya. Dia gagal dalam melakukan rencana dengan membuat berita hoax di media sosial yang sempat hot pagi ini.
Namun karena tindakan Louis yang serba cepat, dia akhirnya mampu menghapus berita tersebut hanya dalam hitungan jam.
"Huh, menyebalkan!"
〰︎〰︎〰︎〰︎〰︎〰︎〰︎〰︎〰︎〰︎〰︎〰︎〰︎〰︎〰︎〰︎〰︎〰︎〰︎〰︎
Waktu telah menunjukkan pukul 15.22. Matahari tampak hampir tergelincir, dengan warna jingga di langit yang mampu membuat orang-orang terpukau akan keindahannya.
Jane berjalan menuju ruang meeting bersama dengan Louis. Terlihat seisi ruangan yang telah penuh akan kehadiran orang-orang. Mereka tampak sibuk dengan benda pipih masing-masing.
Namun begitu melihat Louis masuk ke dalam ruangan tersebut, membuat mereka semua beralih menatapnya. Lalu benda pipih itu kembali di simpan di dalam saku jas masing-masing.
"Selamat sore, maaf membuat kalian menunggu," ucapnya seraya membuka acara sore itu. Dia duduk di sebuah kursi yang telah disediakan, sedangkan Jane hanya berdiri di sebelahnya untuk menyampaikan pesan yang telah lama disiapkan.
Jane terdiam, ketika melihat seorang pria yang begitu familiar di matanya. Sejatinya, pria berparas tampan bersurai hitam legam itu tampak tersenyum lebar, senyumannya ditunjukkan kepada Jane dari arah yang tidak cukup jauh.
Bersambung🍁
Jangan lupa untuk dukungannya, dengan cara like, komen, vote, and fav ya!
Apa kalian tau? Membuat karya itu tidak semudah kelihatannya, maka dari itu Author senantiasa berharap pada kakak semua untuk mendukung karya novel ini.
__ADS_1
Terima kasih~