Little Angel Brings Romance

Little Angel Brings Romance
Bab 24-Rencana Satu Berhasil


__ADS_3

Mohon dukungannya untuk karya ini, karena dukungan dari kakak semua sangat berarti bagi saya~


___________________________________________


Happy ReadingšŸ„€


Matahari telah berada di puncak tertingginya. Suasana hangat terasa akibat pancaran sinar matahari yang menembus kaca jendela. Meskipun sedang terjadi musim salju, namun di bukit tempat wisata tersebut masih terasa hangat lantaran cukup dekat dengan matahari.


Jane mengganti pakaiannya dengan sebuah handuk, tujuannya untuk menutupi tubuhnya saat tengah berendam di dalam air panas. Ia melangkah keluar dari dalam kamar bersama Sora. Wajahnya tampak berseri siang ini.


"Jane, kau tunggu di sini dulu ya. Aku ingin pergi sebentar," ucapnya berlalu meninggalkan Jane di depan pintu kamar penginapan.


Setelah beberapa saat, Sora pun kembali. Namun tampaknya wanita itu tidak baik-baik saja lantaran wajahnya terlihat sedikit pucat. Lantas Jane pun berlari menghampirinya.


"Kau kenapa?" tanya Jane dengan rasa khawatir.


"Aku sedikut pusing, ugh!" keluh nya dengan tangan yang terus memegangi area kepala. Ia berjalan menuju pintu masuk kamar, lalu merebahkan tubuhnya di atas ranjang.


"Kau pergilah dulu Jane, pasti sebentar lagi aku akan membaik ... " ucapnya lirih.


"Tidak, aku tidak akan meninggalkanmu sendirian Sora."


"Tenang, aku akan menjemputmu setelah membaik."


"Baiklah, semoga kau cepat membaik."


"Ehm."


Langkah kaki Jane terseret menuju sebuah tempat kolam air panas. Tampaknya seisi ruangan yang kosong tanpa adanya satupun orang di sana. Dia melihat sebuah lemari khusus untuk menaruh pakaian ganti. Setelahnya Jane menuruni tangga kecil untuk masuk ke dalam kolam.


"Huh, hangat sekali ... " gumamnya. Wanita itu benar-benar menikmati air hangat di dalam kolam.


Greekkkk ...


Pintu ruangan terbuka, seseorang dengan handuk yang terbalut di setengah badannya itu masuk.


"H-- hai!!" pria itu terkejut, begitupun dengan Jane yang tiba-tiba mendengar suara lelaki.


Suaranya reflek membuat Jane langsung menutupi area dadanya yang terlihat cukup menonjol. Dia bahkan ketakutan dan memojokkan dirinya di sudut kolam.

__ADS_1


"Tu-- Tuan?" Jane terkejut, ketika melihat sosok pria yang sedang berdiri di tengah pintu ternyata adalah Louis. Louis juga tampak terkejut melihat Jane berada di dalam kolam itu.


"Dasar mesum!!!" teriaknya tanpa memandang Louis, membuat pria itu semakin heran.


Dengan langkah pelan dan senyuman kecut di wajahnya, Louis menuruni anak tangga lalu mendekati Jane. Tentu saja, membuat wanita itu semakin takut dan gemetaran, tak habis pikir dengan tuannya yang ternyata adalah pria mesum.


"Bukan aku yang mesum, tapi kau yang mesum," ucapnya seraya membelai rambut wanita di depannya.


Jane terdiam, mencoba memahami ucapan yang baru saja terlontar dari mulut sang tuan. Dilihatnya wajah Louis tampak sedang menahan tawa lantaran Jane yang terlalu polos.


"Huh, jangan berbohong. Kau datang ke tempat ini karena ingin melihat wanita dengan pakaian terbuka, kan?" tukas nya dengan mata yang sengaja di sipit kan.


"Jangan terlalu PD, lagipula aku juga tidak tertarik denganmu," ejek Louis seraya menatap area dua gunung kembar milik Jane.


"Hei, menjauh sana! Cepat keluar!" teriak Jane sembari berusaha mendorong pria itu dengan sekuat tenaga. Namun tak ada hasil, ternyata Louis terlalu kuat untuknya.


Brugh!!!


"Aaaa ... !!"


Mereka terjatuh sebab Jane tak sengaja tersampar kaki Louis. Membuat keduanya kini saling berdekatan, bahkan begitu dekat hingga tak kuasa menahan nafsu.


"Ah, maaf. Aku tidak bermak-- " ucapan Jane terpotong, ketika pria itu tiba-tiba meletakkan jari telunjuknya pada bibir Jane.


Jantungnya berdegup kencang, pipinya tampak memerah dengan tatapan yang tertuju pada sebuah bibir. Jane yang tak ingin menciptakan kesalah-pahaman lantas berdiri dan menjauh darinya.


"Benar kan, bukan aku yang mesum? Ini tempat laki-laki," ujarnya seraya bangkit setelah terjatuh ke dalam air tadi. Ia menunjuk sebuah papan yang di pasang sebelah pintu masuk.


Jane yang mendengarnya hanya bisa termangap heran, ia menatap papan tersebut. Tentu saja, papan itu bertuliskan bahwa kolam di ruangan ini adalah tempat untuk laki-laki.


Yah, mau bagaimana lagi? Jane sudah terlanjur malu setengah mati. Tanpa pikir panjang, wanita itu langsung berjalan menaiki tangga lalu mengambil pakaian gantinya yang ia letakkan di dalam rak khusus.


Louis hanya bisa tersenyum kecil melihat sosoknya yang sudah semakin menjauh dari pandangan mata. Pria itu lantas menutup pintu ruangan dan mulai berendam di dalam kolam air hangat. Menikmati indahnya pepohonan di dalam ruangan, serta sejuknya hembusan angin.


*****


"Ah, Sora!!!" Jane masuk ke dalam kamarnya dengan bereriak. Dilihatnya teman rekan kerjanya itu sudah terpulas di atas ranjang dengan handuk yang masih terbalut di tubuhnya.


"Sora, bangun!" Jane mendorong tubuhnya ke sana kemari dengan tujuan agar Sora bisa terbangun.

__ADS_1


"Huh, apa?" tanya Sora sedikit jengkel, ia belum sepenuhnya sadar setelah terbangun.


"Apa kau tau? Aku sangat malu tadi. Masa aku masuk ke dalam ruangan kolam laki-laki? Padahal aku melihat papan di depan pintu sebelum masuk bertuliskan untuk wanita, tapi tiba-tiba tuan Louis masuk," ungkap Jane dengan kedua telapak tangan menutupi matanya.


Sora terbelalak, membuka matanya lebar-lebar. Dia tampak tersenyum menahan tawa.


"Benarkah? Pasti kau melihat itu nya kan?" tanya Sora sedikit meledek.


"Ih! Apaan sih, tidak tuh."


Suasana pun menjadi hangat dengan gelak tawa yang menyelimuti. Bahkan sebelumnya mereka belum pernah bercanda tawa, apalagi bercerita satu sama lain.


Sementara itu, Louis yang telah selesai berendam lantas memakai pakaiannya. Ia keluar dari tempat tersebut dengan langkah kaki yang terseret menuju sebuah ruang kamar.


"Ayah, kenapa wajah Ayah begitu?" tanya Alfred merasa curiga dengan wajah ayahnya yang tampak memerah. Apalagi pria itu sesekali tersenyum kecil, tak jelas apa alasannya.


"Wajah Ayah kenapa?" Louis menatap wajahnya dari pantulan cermin di lemari. Yah, memang benar wajahnya itu tampak sedikit aneh.


Flasback on


"Rencananya ..., kita akan datang ke wisata baru pemandian air panas. Apa Kak Sora sudah tau dengan wisata itu?" tanya Alfred.


"Ah, itu ya? Tentu saja aku tau, memangnya aku siapa tempat seperti itu saja tidak tau. Ummm, ngomong-ngomong, kenapa ke tempat itu?" balas Sora seraya bertanya.


"Jadi, ini akan menjadi rencana cocok di musim dingin. Aku akan mengajak ayahku tanpa memberitahu bahwa bibi Lil juga akan datang bersama Kakak, dan setelah itu kita rancang rencana bersama setelah tiba di sana. Bagaimana?" jelas Alfred dengan senyuman licik yang terpampang di wajah manisnya itu.


"Sial, bocah ini mengerikan juga ya!" gumam Sora.


"Baiklah, aku setuju!"


Flasback off


BersambungšŸ


Jangan lupa untuk dukungannya, dengan cara like, komen, vote, and fav ya!


Apa kalian tau? Membuat karya itu tidak semudah kelihatannya, maka dari itu Author senantiasa berharap pada kakak semua untuk mendukung karya novel ini.


Terima kasih~

__ADS_1


__ADS_2