
Mohon dukungannya untuk karya ini, karena dukungan dari kakak semua sangat berarti bagi saya~
_____________________________________________
Happy Readingš„
Malam di bukit tampak indah, terdapat bintang di langit yang terlihat cukup jelas. Kalayak umum menikmati pemandangan itu, dengan sejuknya angin yang berhembus mendinginkan atmosfer setempat.
Jane bersama Sora beranjak menuruni tangga menuju sebuah cafe untuk makan malam. Namun tampaknya Jane melupakan sesuatu, yaitu sebuah ponsel yang tertinggal di dalam kamar. Mau tidak mau mereka pun harus kembali ke kamar penginapan.
Jane masuk ke dalam kamarnya dan mencari benda tersebut. Hampir lima menit Sora menunggunya di luar ruangan, namun wanita itu masih belum menemukan ponselnya.
"Jane, apa kau masih lama?" teriak Sora tidak sabar.
"Ah, belum!" balasnya.
Setelah beberapa saat, Jane keluar dari dalam kamar. Wajahnya terlihat panik kebingungan, mungkin karena ponselnya hilang.
"Apa sudah ketemu?" tanya Sora. Lantas wanita itu menggeleng dengan tatapan mata yang tertuju ke setiap sudut ruangan.
"Tidak apa lah, pasti terselip benda lain. Kita makan dulu, aku sudah lapar ... " rengek Sora. Ia menarik-narik lengan Jane ingin secepatnya menuju cafe.
"Baiklah."
Keduanya berjalan menuju sebuah cafe. Malam ini mereka akan mengunjungi cafe yang sedikit lebih mewah dari tempat yang sebelumnya mereka kunjungi.
Jane termangap kagum, melihat setiap benda di dalam cafe tersebut sangat mewah. Lebih tepatnya dengan benda antik. Kursi, meja, lampu serta benda lain disuguhkan dengan sebuah barang lama cenderung mirip antik.
Mereka duduk di sebuah kursi yang dekat dengan kasir. Jane meraih buku menu di atas meja, lalu membukanya untuk memilih makanan yang akan di pesan.
"Aku ingin pesan ini saja, dengan minuman chocolate," ujar Jane menunjuk menu kebab. Lalu diangguki oleh si wanita pelayan cafe.
"Aku juga sama!" timpal Sora bersemangat.
Tempat cafe yang ramai ini cukup memikat perhatian para pengunjung. Tentu saja mereka penasaran dengan menu makanan yang disajikan di sebuah piring antik. Begitu juga dengan suasana yang cukup hangat di dalam cafe.
Setelah cukup lama menunggu pesanan, wanita dengan nampan penuh di tangannya lantas menghampiri mereka. Ia meletakkan beberapa makanan dan minuman yang sebelumnya mereka pesan.
"Terima kasih banyak," ucap Sora. Ia langsung melahap makanan tersebut lantaran tak kuasa menahan perut yang sudah kelaparan sejak sore tadi.
"Sama-sama." Wanita itu kembali pergi untuk mengantarkan makanan pada pengunjung yang lain.
__ADS_1
Hampir dua jam lamanya mereka menikmati suasana di dalam cafe. Begitu usai mengisi perut, keduanya memilih untuk berjalan-jalan ke pasar malam yang terletak di pusat kota.
Perjalanan mereka membutuhkan waktu sekitar dua puluh menit menggunakan mobil untuk bisa tiba di pusat kota. Begitu memasuki are pasar tersebut, mereka terkagum-kagum dengan keindahan pemandangan di dalam sana.
Sebuah lampu berwarna jingga tampak berderet di sepanjang toko. Ramai orang-orang dengan tangan yang telah penuh dengan barang bawaan. Mereka berjalan berpasangan dua atau lebih nya lima orang. Yah, cukup menyenangkan.
"Mau bermain itu tidak?" tanya Jane seraya menunjuk sebuah permainan capit boneka. Lantas diangguki oleh Sora.
"Saya beli empat koin," kata Jane pada pemilik permainan tersebut.
"Ini." Pria itu memberikan empat buah koin untuk Jane agar bisa memulai permainannya.
Saat memasukkan koin pertama, Jane nyaris mendapatkan sebuah boneka berbentuk babi. Namun sayangnya gagal karena terjatuh.
"Kali ini pasti dapat!" lontar nya begitu membara.
"Ayo, semangat!!!"
Jane kembali memasukkan koin keduanya, ia mencoba mengambil sebuah boneka dengan bentuk cake kali ini. Itu karena boneka tersebut lebih mudah untuk di ambil.
Namun ia gagal lagi, karena tak sengaja melepaskan tuas capitan nya. Begitulah hingga ke empat koin tersebut habis.
Tampaknya Sora langsung beruntung saat memasukkan koin pertamanya. Dia mendapatkan sebuah boneka babi yang sebelumnya ingin Jane miliki.
"Yah, menyebalkan!" kesal Jane.
"Aku jago, kan?"
Mereka bersenang-senang hingga lupa dengan waktu. Langit yang sudah semakin gelap karena malam telah larut, membuat keduanya bingung memutuskan akan kembali ke kamar penginapan atau mau melanjutkan untuk bersenang-senang di dalam pasar tersebut.
"Kita lanjut saja. Lagipula, masih ada waktu untuk tidur," cakap Jane sembari tersenyum lebar.
"Baiklah ... "
Jane dan Sora berjalan mengelilingi pasar. Tampaknya banyak sekali permainan serta wahana yang memikat hati mereka. Membuat keduanya ingin mencoba seluruh permainan tersebut. Namun sayangnya uang yang mereka bawa tidak cukup banyak, akibatnya mereka pun hanya bisa memilih beberapa saja diantara banyak wahana dan permainan itu.
"Tu-- tunggu! A-- aku," ucap Sora terpotong-potong dengan tangan erat memegang area v nya.
Jane lantas menoleh, teman rekan kerjanya itu terlihat sedang menahan air kencingnya.
"Aku akan kembali sebentar lagi!" lontar Sora seraya berlari meninggalkan Jane.
__ADS_1
Apa boleh buat, Jane pun hanya bisa menunggu Sora dengan duduk di sebuah kursi panjang yang terbuat dari kayu. Tepatnya di sebelah bianglala.
Cukup lama ia menunggu Sora, namun tak kunjung datang juga. Membuatnya menjadi khawatir namun tidak dapat berbuat apa-apa lantaran ponsel miliknya masih belum ditemukan.
"Jane?" seseorang memanggil namanya dari arah belakang. Suara yang begitu familiar membuat Jane penasaran dan menoleh.
"Tuan Louis?" Pria itu menghampiri Jane. Tak ada siapapun di sebelahnya.
"Sedang apa di sini?" tanya Louis seraya duduk di sebelah wanita itu.
"Aku sedang menunggu Sora. Tapi, dia lama sekali tidak kembali," ungkapnya dengan raut wajah khawatir.
"Kenapa tidak menghubunginya saja?" imbuhnya bertanya lagi.
"Ponselku hilang. Sepertinya terselip di kamar penginapan."
Louis terdiam tak menanggapi. Pria itu kemudian kaget saat melihat banyak sekali boneka di pangkuan Jane. Yah, itu adalah boneka milik Sora yang sempat di dapatkannya saat memainkan capit boneka tadi.
Louis meraih ponselnya di dalam saku celana, dia membuka layar ponsel dan mulai menghubungi seseorang. Yap, orang yang tengah di hubungi olehnya adalah Sora.
"Tidak diangkat," ucapnya menatap Jane.
"Huh, apa dia akan baik-baik saja?" tanya Jane seraya menatap sekeliling. Tentu saja, temannya itu membuatnya panik setengah mati.
Sudah hampir satu jam lamanya, namun Sora belum kunjung kembali. Membuat dua orang tersebut merasa cemas.
"Sebaiknya kita kembali saja, ini sudah malam. Mungkin Sora sudah kembali ke kamar?" ajak Louis, namun Jane menggeleng karena tidak ingin meninggalkan Sora yang belum kembali.
"Jika Tuan sudah mengantuk, kenapa Tuan tidak kembali saja?" tanya Jane.
"Aku akan menemani mu sampai Sora kembali."
Deg?!!! Jane terkejut, mendengar jawaban yang baru saja di dengarnya. Ia menoleh, menatap Louis. Ternyata pria itu juga tengah menatapnya dengan senyuman lebar di wajahnya.
Bersambungš
Jangan lupa untuk dukungannya, dengan cara like, komen, vote, and fav ya!
Apa kalian tau? Membuat karya itu tidak semudah kelihatannya, maka dari itu Author senantiasa berharap pada kakak semua untuk mendukung karya novel ini.
Terima kasih~
__ADS_1