Love Scenario Gerani

Love Scenario Gerani
URK


__ADS_3

Kini adalah hari keberangkatan para tim relawan rumah sakit Mahendra ke urk.


kini para relawan rumah sakit Mahendra tengah berdiri tersengat matahari di Bandara nasional urk, keadaan yang begitu buruk tidak layak di sebut tempat untuk menunggu.


tidak lama kemudian helikopter datang menjemput mereka.


" akhirnya....." lirih Gerani.


empat orang tentara berjalan ke arah mereka di panda dengan satu orang yang berada di depan dengan kacamata hitam dan postur tubuhnya begitu bagus.


Gerani fikis semua tentara itu hitam dan jelek, tapi detik ini juga Gerani menarik kembali perkataan itu.


tentara di hadapannya kini malah seperti seorang putra kerajaan.


" selamat datang para tim medis, perkenalkan saya ketua tim khusus. Anggara Rakadinata" ucap angga memperkenalkan dirinya.


" baiklah kita akan menaiki helikopter yang berada di belakang kalian, buatlah beberapa kelompok terpisah untuk dibagi dalam proses penjemputan" jelas Angga.


kini giliran berada dalam helikopter karena dirinya memilih untuk penjemputan pertama. tentu kalian tahu alasannya.


" astaga ran bagus banget pemandangannya selama ini gue gak pernah lihat pemandangan indah seperti ini" ucap Aurel memperhatikan hamparan lautan biru dari balik kaca.


" bener banget, jadi pengen tinggal di sini" dramatis Gerani.


" kalau begitu kalian harus jadi warga di sini" ucap angga ikut berbicara pada kedua gadis ini.


" mau banget kalok gini pak eh jendral eh... apa sih ran" ucap Rani binggung memanggil embel-embel untuk Angga.


" panggil Angga aja, enggak usah seformal itu kalau lagi begini"


" siap komandan" ucap Aurel dan Gerani kompak sambil memberikan hormat.


gadis yang lucu, seperti nya masal tugasku akan menarik. batin Angga menatap Gerani tersenyum.


Akhirnya mereka sampai pada sebuah hunia yang gersang, banyak gedung-gedung yang telah rapuh disini dan tidak terawat namun si tempat itulah yang mereka tetapi.


" disebelah kanan kalian adalah medicub, dan kiri adalah ruangan jendral dan para tentara lainnya." info Angga.


" baiklah kalau gitu kami permisi dulu" izin Gerani.


" silahkan" ucap angga.


Gerani dan beberapa relawan pun mengikuti Gerani ke medicube membereskan barang-barang serta obat–obatan yang akan disediakan.


" astaga kenapa masa muda ku berakhir disini? harusnya lebih baik aku honeymoon dengan istriku" keluh perawat Roy.


" hahahahah kasian sekali, lagian istrimu bisa mencari suami lagi. Kalau aku jadi istri mu pasti sudah aku tinggalkan suami seperti mu" ejek Aurel.


" tau apa kau tentang pernikahan? dirimu sendiri saja jones. Jangan berbicara tentang cinta padaku" tukas Roy.


" hahahahaha kasian banget sih, bagus banget! dua jempol buat Roy kita" ucap Gerani mengacungkan dua jempol pada Roy.


" awas yah!!!" ucap Aurel pergi meninggalkan mereka berdua.


ketika Aurel pergi, Justin datang ke medicube berpapasan dengan Aurel yang menatapnya dengan kesal.


" ada apa dengan Aurel?" tanya Justin.


" emm tidak tahu" ucap Gerani mengerakkan bahunya ke atas.


" emm kalau gitu aku permisi ran" ucap Roy. seolah tahu bahwa dua insan ini membutuhkan privasi.


" kenapa tadi kau meninggalkanku?" tanya Justin.


" astaga.... disana panas bisa–bisa pamanku tidak mengenali keponakan tersayang nya ini"balas Gerani dramatis.


" Ran ayo ikut aku ke suatu tempat, hari ini kita masih free belum ada jadwal jadi aku ingin kita jalan–jalan" pinta justin menjelaskan niat kedatangannya.


Gerani mengerutkan keningnya, seoalh–olah lelaki ini menggangap bahwa ini daerah tepat tingglnya dan tahu arah.


" kau serius Justin? apa kau tahu jalan disekitaran sini? dan kita mau kemana? sepertinya aku ragu pergi bersama mu" keluh Gerani.

__ADS_1


"hahahahah Rani Rani..." tawa justin.


lelaki tengik ini malah tertawa? apa ada yang lucu untuk ditertawakan?". batin Gerani.


" apa yang lucu hah?" seru Gerani.


" lucu saja melihat mu seforlma ini, begitu berwibawa" ucap justin.


" bapak justin yang terhormat, kita sedang tugas. sudah sepantasnya menjaga kode etik antar rekan" kesal Gerani.


" oooo rekan... jadi rekan mana yang awalnya membenci atasannya dan selalu kasar bahkan mengubah rasa teh dicangkirku hemm?" ucap Justin menggoda kebururakn sikap Gerani dimasa lalu.


" keluar Lo sekarang!!!!!!" usir Gerani dengan oktaf tinggi.


Justin yang tadinya terduduk ditempat Roy sebelumnya, beranjak mendekati Gerani.


" gemes banget" bisik Justin.


cup


sebuah ciuman mendarat di pipi Gerani setelah berbisik, Gerani mematung ditempatnya tidak tahu harus berbuat apa.


lelaki dihadapan nya ini hanya mencari-cari amarah Gerani dan hell dirinya mengambil kesempatan.


" dasar buaya darat!!! cari kesempatan dalam kesempitan" cerca Gerani.


" sudahlah ayo kita berangkat, jangan sampai aku mencium mu lagi" ucapan Justin membuat Gerani waa–was dengan menutup kedua pipinya.


" oh yah aku lebih suka panggilan sayang, lebih intim di dengarnya dari pada aku–kamu"goda Justin.


" ya Allah ampunilah dosaku di masa lalu, hingga kau mengahdirkan orang seperti ini" lirih Gerani frustasi menghadapi Justin.


" hahahahaha doamu pasti dikabulkan nona cantik, sekarang waktunya jalan jalan" justin menggandeng tangan Gerani.


Hingga kini mereka berada pada sebuah mobil, Gerani tidak tahu Justin mendapatkann mobil ini dari mana. Bodo amat yang Gerani tahu hanyalah menaikinya.


" mau kemana sih? lama banget sih" keluh Gerani.


" terserah mu saja"


Kini mobil mereka berhenti di sebuah jalan kecil. Masih harus melewati beberapa waktu lagi untuk sampai di tempat tujuan.


" masih jauh?" tanya Gerani.


" sebentar lagi sabar Rani" petuah Justin.


" astaga ini indah sekali Justin" ucap Gerani memandang takjub lautan biru yang begitu menakjubkan.


" ini belum seberapa Rani, masih ada yang lebih luar biasa" jelas Justin.


" benarkah? ayo kita kesana sekarang" kata Gerani berubah antusias.


Kini mereka menaiki speed boat yang berada di pinggir pantai dengan seseorang yang siap menyewakan speed boat itu.


Kini Justin sendiri yang menyetir speed boat tersebut, sementara Gerani duduk menatapi sekeliling pantai begitu takjub ini seperti sebuah surga yang tersembunyi, hamparan lautan biru muda begitu indah dengan di sertakan pemandangan gunung–gunung tinggi, ribuan burung terbang di atas cakrawala menambah keindahan tiada Tara.


Hingga kini mereka berhenti pada sebuah pulau, dengan sebuah kapal karam yang begitu indah.


Justin turun terlebih dahulu, kemudian mengulurkan tangannya pada Gerani dengan senang hati Gerani menerima uluran tangan tersebut.


" kenapa bisa ada kapal karam begitu indah disini? rasanya seperti surga dunia" ucapa Gerani berjalan memasuki kapal karam itu.


Matanya lebih tercengang, melihat banyak batu putih terletak di bagian kapal karam itu. Sungguh pemandangan yang begitu indah.


" kenapa ada banyak batu di kapal karam ini?" tanya Gerani.


Justin berjongkok, mengambil dua buah batu yang berada disekitarnya.


" Masyarakat di sini percaya misalnya kita datang ke sini kita harap berdoa dan meletakkan batuh putih ini, kemudian setelah doa mu terwujud kau boleh membawanya pulang sebagai kenangan" jelas Justin.


" aku tidak percaya hal seperti itu" kata Gerani.

__ADS_1


" cobalah, toh tidak akan ada yang rugi" ujar Gerani menyodorkan batu putih pada Gerani.


" baiklah akan aku coba, hitung–hitung sebagai hiburan" ucap Gerani menerima batu dari tangan Justin.


Keduanya saling menutup mata, merapalkan doa masing-masing.


" udah selesai?" tanya Justin yang lebih dulu membuka matanya.


Gerani menundukkan kepalanya, mengiyakan pertanyaan justin.


" sekarang kita letakan di sini" gerutu justin melangkah pada tepian dinding tersebut lalu meletakkannya, di ikuti oleh Gerani.


Kini mereka keluar dari kapal karam tersebut, Gerani terduduk di tepi pantai. Pasir putih ini sungguh menggoda Gerani untuk bermain-main.


Justin ikut duduk di sebelah Gerani yang tengah asik menatap langit.


" ran aku mau ngomong sesuatu" kata Justin memecahkan keheningan.


" ngomong aja kali, pakek izin segala" balas santai Gerani masih menatap ke arah depan.


Justin mengambil tangan Gerani, menggenggamnya. Membuat Gerani mengalihkan pandangannya pada Justin.


Kini mata mereka beradu pandang, sebuah sorotan mata yang begitu tampak serius. Gerani bisa merasakannya.


" Ran aku ingin kau menjadi kekasih ku, di sini ditempat indah ini aku ingin mereka menjadi saksi atas diriku. Aku berjanji tidak akan mengecewakan mu lagi, aku tau bagaimana awal pertemuan kita yang tidak baik. Tapi kau berhasil masuk ke dalam hatiku ran aku tidak akan melepaskan orang itu, aku ingin kau selalu di sisiku bahkan sampai akhir hayatku menjadi pendamping hidup ku. Kau mau kan Rani?" ucap Justin panjang lebar.


Gerani membisa mendengar ucapan Justin yang begitu panjang, hatinya begitu bahagia.


" tapi maaf Justin.." ucap Gerani kemudian melepaskan tangan Justin lalu bangkit dari duduknya.


Justin tercengang melihat itu, langsung ikut berdiri menghadap Gerani.


" kenapa ran?aku mohon beri aku kesempatan untuk membahagiakan mu. Aku berjanji tidak ak–"


" maaf Justin tapi aku tidak bisa menolak" Potong Gerani dengan ekspresi mengejek.


" oooo jadi maksud mu mau ngerjain aku? Iyah?" ucap Justin.


" hahahahah sorry gak sengaja pengen aja balas dendam, kau sendiri selalu menggoda ku" bela Gerani pada diri sendiri.


cup


sebuah ciuman mendarat mulus di pipi, secepat kilat hingga Gerani tidak bisa menolaknya.


" itu hukuman buat mu " kata Justin


" ihhhh Justin....!!!! nyebelin banget asal cium–cium aja" kesal Gerani.


" maaf Rani tapi pipi mu terus menggoda ku, jangan marah lagi yah aku punya sesuatu untuk mu" rayu Justin.


" apa?" tanya Gerani sok jual mahal padahal pengen dapat hadiah dari Justin.


Justin mengeluarkan sebuah kalung liontin berbentuk bunga matahari.


" ini untuk gadis yang aku cintai semoga kau terus berwarna terang bagai bunga matahari ini Rani" kata Justin, "sini aku pakaian" lanjutnya bergerak mendekati Gerani.


Kini liontin indah itu telah terpasang sempurna di leher jenjang Gerani, tiada tara kebahagiaan yang Tuhan berikan pada Gerani hari ini.


" makasih" ucap Gerani menyentuh kalungnya kemudian memeluk Justin, di balas erat rengkuhan Gerani.


 


\*


 


**akhirnya kalian pacaran 🎉 selamat menuggu ujian selanjutnya Gerani 😅


semoga kalian suka yah, jangan lupa vote dan kritikan yang membangun. Maaf kalok banyak salah ketik😊.


selamat membaca❤**

__ADS_1


__ADS_2